Hasil Lawatan Prabowo ke AS, Seskab Teddy Ungkap Tarif Dagang Turun dan Saham Freeport Indonesia Bertambah
Seskab Teddy Indra Wijaya menjelaskan hasil nyata dari diplomasi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto selama kunjungan kerjanya ke AS.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya mengungkapkan hasil nyata dari diplomasi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto selama kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat (AS) di Washington DC pada 17 hingga 21 Februari 2026. Menurut Teddy, kunjungan ini memberikan manfaat signifikan bagi perekonomian dan kedaulatan energi Indonesia.
"Diplomasi yang dilakukan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Washington D.C., Amerika Serikat, membuahkan hasil konkret bagi perekonomian dan kedaulatan energi kita," ungkap Teddy seperti dikutip dari akun Instagram Sekretariat Kabinet pada hari Sabtu (21/2/2026).
Selama kunjungan tersebut, Prabowo mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden AS, Donald Trump. Menariknya, Prabowo menjadi satu-satunya kepala negara yang melakukan pertemuan bilateral dengan Trump di tengah agenda inaugural meeting Board of Peace atau Dewan Perdamaian.
"Di tengah padatnya agenda Board of Peace, Presiden Prabowo menjadi satu-satunya kepala negara yang menggelar pertemuan bilateral secara langsung dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump," jelas Teddy. Pertemuan ini menghasilkan beberapa kesepakatan strategis, salah satunya adalah penurunan tarif dagang yang signifikan.
Teddy menjelaskan bahwa kesepakatan tersebut mencakup penurunan tarif dagang resiprokal menjadi 19 persen untuk Indonesia.
"Tarif perdagangan berhasil diturunkan hampir 50 persen, dari 32 persen menjadi 19 persen," tambah Teddy. Dengan pencapaian ini, diharapkan hubungan ekonomi antara Indonesia dan Amerika Serikat akan semakin kuat dan saling menguntungkan.
Tarif Nol Persen
Selain itu, Amerika Serikat (AS) memberikan fasilitas tarif nol persen untuk 1.819 produk unggulan Indonesia, terutama di sektor pertanian dan industri strategis. Produk-produk tersebut mencakup kakao, minyak kelapa sawit, semi konduktor, hingga kopi. Teddy menyatakan bahwa langkah ini dapat membuka peluang bagi produk-produk dalam negeri untuk melakukan ekspansi yang lebih luas di pasar global. Ia juga menambahkan bahwa pemerintah Indonesia memberikan kesempatan bagi perusahaan AS untuk berinvestasi di sektor mineral kritis.
Teddy menegaskan bahwa kebijakan tersebut tetap akan memprioritaskan regulasi nasional, kedaulatan sumber daya alam, serta agenda hilirisasi dan peningkatan nilai tambah di dalam negeri. Hal ini sesuai dengan amanah yang tercantum dalam Pasal 33 UUD 1945, yang menekankan pengelolaan kekayaan alam demi kemakmuran rakyat.
Selanjutnya, pemerintah Indonesia juga mengalokasikan dana sebesar USD 15 miliar untuk pembelian energi dari AS. Teddy menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk menjaga ketahanan energi serta keseimbangan neraca perdagangan.
Saham Freeport
Teddy menekankan pentingnya kebijakan untuk mengoptimalkan dan merestrukturisasi sumber pasokan dari berbagai negara mitra, alih-alih menambah ketergantungan pada impor. Di sisi lain, Indonesia juga aktif menjalin kerja sama teknologi dengan Amerika Serikat.
"Pertamina juga merintis kerja sama teknologi dengan mitra AS untuk mengoptimalkan ladang minyak nasional," ungkap Teddy. Dalam bidang pertambangan, pemerintah Indonesia menargetkan peningkatan kepemilikan saham di PT Freeport Indonesia (PTFI) dari 51 persen menjadi 63 persen pada tahun 2041. Skema yang diterapkan mencakup penerimaan negara dan royalti untuk Papua.
Sementara itu, dalam sektor migas, komunikasi lebih lanjut dilakukan dengan ExxonMobil untuk memperpanjang operasi hingga tahun 2055, dengan rencana investasi tambahan sekitar USD 10 miliar untuk menjaga dan meningkatkan produksi nasional.
"Pemerintah menegaskan bahwa seluruh negosiasi, baik di sektor tambang maupun migas, dilakukan dengan tetap mengacu pada Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, yang menempatkan pengelolaan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat," jelas Teddy.