Gaji CEO Singapore Airlines Turun Rp8,9 Miliar
Gaji CEO Singapore Air mengalami penurunan 14% menjadi USD5,5 mencerminkan fluktuasi kompensasi eksekutif di Singapura.
Gaji CEO Singapore Airlines mengalami penurunan signifikan sebesar 14% menjadi USD5,5 juta atau sekitar Rp8,9 miliar pada tahun lalu. Dilansir dari Bloomberg, lebih dari dua perlima dari remunerasi tersebut merupakan bonus sebesar SGD3,1 juta atau sekitar Rp3,9 miliar, menurut laporan tahunan maskapai yang dipublikasikan Rabu lalu
Pada tahun fiskal sebelumnya, CEO Singapore Airlines menerima gaji sebesar SGD8,11 juta (Rp103 miliar), meningkat 21% dari tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa sektor penerbangan mengalami fluktuasi yang cukup besar dalam hal kompensasi eksekutif. Selain itu, data dari sektor lain juga menunjukkan adanya penurunan gaji yang signifikan.
Contohnya, gaji CEO DBS Group, bank terbesar di Singapura, turun 27,3% pada tahun 2023. Penurunan ini menunjukkan bahwa meskipun sektor perbankan dianggap stabil, kompensasi eksekutif tetap dapat terpengaruh oleh kondisi pasar dan kinerja perusahaan.
Fluktuasi Gaji CEO di Berbagai Sektor
Gaji CEO di Singapura bervariasi tergantung pada jenis perusahaan dan tahap pendanaan. Di sektor startup, misalnya, median gaji bulanan untuk CEO pada tahap pendanaan USD0-USD5 juta adalah sekitar USD4.000. Sementara itu, pada tahap pendanaan USD10-USD50 juta, median gaji mencapai USD11.500. Penurunan gaji CEO startup di Singapura pada tahun 2023 juga mencerminkan dampak dari "musim dingin" investasi yang sedang berlangsung.
Selain itu, gaji Perdana Menteri Singapura juga mengalami penurunan. Pada tahun 2012, gaji Perdana Menteri dikurangi sebesar 36% menjadi SD2,2 juta. Kebijakan ini diambil untuk mencegah korupsi dan menarik talenta terbaik ke pemerintahan, menunjukkan bahwa fluktuasi gaji tidak hanya terjadi di sektor swasta.