Fantastis, Bupati Karawang Punya Harta Kekayaan Hingga Rp395,9 Miliar
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, yang tercatat memiliki harta kekayaan fantastis senilai Rp395,9 miliar.
Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik 961 kepala daerah beserta wakilnya dalam sebuah upacara megah yang digelar di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Kamis (20/1).
Di antara ratusan pejabat yang dilantik, perhatian publik tertuju pada satu pertanyaan menarik adakah di antara mereka yang memiliki kekayaan luar biasa?
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), salah satu yang mencuri perhatian adalah Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, yang tercatat memiliki harta kekayaan fantastis senilai Rp395,9 miliar.
Dari total kekayaannya, Aep Syaepuloh memiliki aset properti yang mencengangkan terdiri dari 219 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Karawang dan Purwakarta.
Alat transportasi dan mesin tercatat senilai Rp6,4 miliar yang terdiri dari Mobil Hummer H3, Totoya Innova, Mini Cooper S, Toyota Alphard, Toyota LCRUISER200VXR, Porsche 911 Carrera, Lexua ES300H, Mercedes Benz Gle 400, Hyundai Palisade, dan mobil Hyundai IONIQ 5 EV, serta motor Harley Davidson.
Tak hanya itu, Aep juga memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp7 miliar, surat berharga Rp10,9 miliar, kas dan setara kas Rp24,2 miliar, harta lainnya Rp19 miliar. Menariknya dia tidak memiliki utang.
Artinya total keseluruhan harta kekayaan Aep sebagai Bupati Karawang sebesar Rp395.915.101.235 atau Rp395,9 miliar.
Pejabat Termiskin
Merujuk Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dirilis pada 31 Januari 2024, Yuli Hastuti, Bupati Purworejo, menjadi bupati 'termiskin' di Indonesia.
Dengan total kekayaan yang tercatat sebesar Rp 367.510.958, Yuli Hastuti menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak selalu diukur dari harta yang dimiliki.
Yang menarik, laporan tersebut mencatat bahwa dia tidak memiliki tanah maupun rumah pribadi. Hal ini tentunya mengundang perhatian publik tentang bagaimana seorang pemimpin dapat menjalankan tugasnya tanpa kekayaan yang melimpah.
Meskipun tidak memiliki aset properti, Yuli Hastuti memiliki beberapa kendaraan, yaitu satu unit mobil, satu unit motor, dan tujuh unit sepeda.
Rumah yang ditempatinya merupakan warisan keluarga suaminya, yang dibangun sejak abad ke-18 di Desa Grabag, Jawa Tengah. Dalam pandangannya, kekayaan bukanlah tolak ukur keberhasilan kepemimpinan.
Menurutnya, jabatan bupati adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat, bukan sarana untuk memperkaya diri. Nilai-nilai ini, menurutnya, diwariskan oleh mendiang suaminya yang juga seorang pemimpin.
Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Bupati Purworejo pada periode 2016-2021 dan 2021-2024. Dalam perjalanan kariernya, Yuli telah menunjukkan dedikasi yang tinggi terhadap masyarakat Purworejo, meskipun tanpa harta yang berlimpah.