Fantastis! Bulog Rejang Lebong Optimistis Capai Target 1.000 Ton Penyerapan Beras Petani, Sudah 81,1% Tercapai
Perum Bulog Cabang Rejang Lebong kian dekat dengan target 1.000 ton penyerapan beras petani hingga akhir 2025. Sudah 81,1% tercapai, bagaimana strategi Bulog selanjutnya?
Perum Bulog Cabang Rejang Lebong menunjukkan progres signifikan dalam upaya penyerapan beras petani di wilayah kerjanya, yang meliputi tiga kabupaten di Provinsi Bengkulu. Hingga saat ini, Bulog telah berhasil menyerap 811 ton beras, mencapai 81,1 persen dari target ambisius 1.000 ton yang ditetapkan hingga akhir tahun 2025 mendatang.
Pencapaian ini menjadi kabar baik bagi sektor pertanian lokal, khususnya di Provinsi Bengkulu, yang terus berupaya menjaga stabilitas pasokan pangan nasional. Kepala Perum Bulog Cabang Rejang Lebong, A Musalim Yudha, menyatakan optimismenya terhadap pemenuhan target tersebut. "Sampai saat ini Perum Bulog Cabang Rejang Lebong sudah menyerap beras petani sebanyak 811 ton atau 81,1 persen dari target sebanyak 1.000 ton. Kami optimistis target ini sampai akhir tahun nanti akan terpenuhi," kata Yudha saat dihubungi di Rejang Lebong, Minggu.
Musim panen yang akan datang, terutama di beberapa kecamatan di Kabupaten Lebong pada bulan November dan Desember, menjadi kunci utama dalam strategi penyerapan ini. Kondisi ini diharapkan dapat mendongkrak volume penyerapan beras petani secara signifikan, memastikan ketersediaan stok dan mendukung kesejahteraan petani. Bulog terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan penyerapan berjalan optimal dan sesuai pedoman.
Strategi Bulog dalam Memaksimalkan Penyerapan Beras Petani
Perum Bulog Cabang Rejang Lebong memfokuskan strategi penyerapan beras petani terutama di Kabupaten Lebong. Hal ini disebabkan oleh kondisi harga jual beras di Kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang yang cenderung berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan, sehingga kurang menarik bagi Bulog untuk melakukan penyerapan di sana.
A Musalim Yudha menjelaskan detail metode penyerapan yang dilakukan. "Dari total 811 ton beras yang diserap ini terdapat 200 ton dibeli langsung dalam bentuk gabah kering panen dari petani di Kabupaten Lebong. Selebihnya hampir 70 persen dibeli dari mitra Bulog yang ada di Kabupaten Lebong sudah dalam bentuk beras," ujar dia. Strategi ganda ini memungkinkan Bulog untuk mendapatkan pasokan dari berbagai saluran, baik langsung dari petani maupun melalui jaringan mitra.
Guna memaksimalkan penyerapan beras petani, Bulog juga menjalin kemitraan strategis dengan sejumlah pelaku usaha penggilingan padi yang ada di Kabupaten Lebong. Kemitraan ini sangat penting karena gabah yang diserap langsung dari petani dapat segera diolah menjadi beras berkualitas yang siap untuk didistribusikan. Beras yang telah diserap ini kemudian dikemas dalam karung ukuran 50 kilogram dan selanjutnya dibawa ke gudang Bulog untuk penyimpanan dan distribusi lebih lanjut.
Penerapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dan Proyeksi Panen Mendatang
Proses pembelian atau penyerapan beras maupun gabah dari petani yang dilakukan Perum Bulog Cabang Rejang Lebong selalu dilaksanakan sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan. HPP ini menjadi acuan penting untuk memastikan harga yang adil bagi petani dan menjaga stabilitas harga pangan di tingkat konsumen.
Pemerintah telah menetapkan HPP untuk gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram. Sementara itu, untuk beras, HPP ditetapkan sebesar Rp12.000 per kilogram sampai di depan gudang Bulog. Kebijakan harga ini bertujuan untuk melindungi pendapatan petani dari fluktuasi harga pasar sekaligus menjaga ketersediaan stok pangan nasional agar tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat.
Meskipun sebagian besar penyerapan berasal dari Kabupaten Lebong, Bulog tetap optimistis target 1.000 ton akan tercapai sepenuhnya. Proyeksi adanya musim panen padi pada bulan November dan Desember, terutama di beberapa kecamatan di Kabupaten Lebong, menjadi harapan besar. Kondisi ini diharapkan dapat mengisi sisa target penyerapan beras petani yang belum terpenuhi, memastikan Bulog dapat memenuhi mandatnya dalam menjaga ketahanan pangan.
Sumber: AntaraNews