Pemkab Bangkalan Matangkan Strategi Pemasaran Koperasi Merah Putih untuk Kesejahteraan Petani

Pemerintah Kabupaten Bangkalan terus mematangkan strategi pemasaran Koperasi Merah Putih guna meningkatkan kesejahteraan petani dan mengamankan stok pangan daerah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Bangkalan Matangkan Strategi Pemasaran Koperasi Merah Putih untuk Kesejahteraan Petani
Pemerintah Kabupaten Bangkalan terus mematangkan strategi pemasaran Koperasi Merah Putih guna meningkatkan kesejahteraan petani dan mengamankan stok pangan daerah. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur, secara serius mematangkan strategi pemasaran untuk menjamin keberlangsungan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Upaya ini berfokus pada kerja sama erat dengan para petani di wilayah tersebut.

Langkah strategis ini bertujuan menjadikan koperasi sebagai sarana efektif dalam memasarkan hasil pertanian warga, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi lokal. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangkalan, Karyadinata, menegaskan pentingnya inisiatif ini.

Pendataan potensi hasil pertanian warga kini sedang gencar dilakukan untuk memastikan Koperasi Merah Putih memiliki pasokan yang stabil dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Hal ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi petani di Bangkalan.

Sektor pertanian di Kabupaten Bangkalan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal, menyumbang sekitar 20 hingga 23,42 persen dari total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Besarnya kontribusi ini menuntut Koperasi Desa Merah Putih untuk jeli melihat potensi lokal.

Karyadinata menekankan bahwa pertanian merupakan pijakan paling kokoh untuk membangun ketahanan ekonomi warga di Bangkalan. Oleh karena itu, koperasi harus berperan aktif dalam mengoptimalkan potensi ini.

Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan tidak hanya berfokus pada tahap budidaya, tetapi juga memberikan dukungan komprehensif. Dukungan ini mencakup penyediaan benih unggul, pupuk, serta optimalisasi alat mesin pertanian dan perikanan.

Selain itu, penyuluhan teknis juga digalakkan agar kualitas hasil panen petani memenuhi standar pasar koperasi. Pendekatan holistik ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.

Skema penyerapan hasil tani melalui Koperasi Merah Putih dirancang khusus untuk memutus rantai tengkulak yang selama ini merugikan petani lokal. Praktik tengkulak seringkali menyebabkan petani tidak mendapatkan harga yang layak untuk produk mereka.

Dengan penetapan harga beli yang adil oleh koperasi, petani di Bangkalan diharapkan memperoleh nilai jual yang lebih baik dan kepastian pasar berkelanjutan.

Komoditas hasil pertanian yang diserap koperasi nantinya akan didistribusikan kembali untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dengan harga terjangkau.

Langkah ini tidak hanya menguntungkan petani, tetapi juga konsumen, menciptakan ekosistem pangan yang lebih stabil dan adil. Ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah daerah untuk menyejahterakan masyarakat.

Sinergi antara kelompok tani, pengurus koperasi, dan pendampingan dinas merupakan kunci keberhasilan program Koperasi Merah Putih. Pemerintah Kabupaten Bangkalan optimis program ini dapat berjalan optimal dan memberikan dampak positif.

Kehadiran jaringan koperasi modern ini diharapkan tidak hanya mengamankan stok pangan daerah, tetapi juga mentransformasi desa-desa di Bangkalan. Desa-desa diharapkan menjadi pusat perputaran ekonomi mandiri yang menyejahterakan masyarakat.

Karyadinata menambahkan bahwa saat ini terdapat 1.305 kelompok tani di Bangkalan, tersebar di 273 desa dan 8 kelurahan, mencakup 18 kecamatan se-Kabupaten Bangkalan.

Kerja sama saling menguntungkan antara koperasi dan kelompok tani diyakini akan mendatangkan manfaat pada peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat Bangkalan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi