Ekosistem Aset Digital Diperluas, Sasar Penguatan Ekonomi Desa dan UMKM
Pengembangan ekosistem tersebut didukung oleh integrasi sejumlah unit usaha yang diharapkan dapat menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan.
Pengembangan aset digital di Indonesia terus bergerak ke arah pemanfaatan yang lebih luas seiring meningkatnya jumlah investor dan adopsi teknologi blockchain. Sejumlah pelaku industri mulai mendorong integrasi aset digital dengan sektor ekonomi riil, termasuk penguatan ekonomi desa dan kegiatan produktif masyarakat.
Aset digital tersebut diperkenalkan sebagai utility token yang dirancang untuk digunakan dalam berbagai layanan dan aktivitas ekonomi di dalam ekosistem yang dikembangkan perusahaan.
CEO JAM Andre Arthur mengatakan aset digital tidak hanya berfungsi sebagai instrumen perdagangan, tetapi juga diarahkan untuk mendukung aktivitas transaksi di dalam ekosistem yang dibangun.
"Di dalam ekosistem JAM terdapat berbagai fitur dan layanan premium yang menggunakan JAM Coin sebagai alat transaksi. Karena itu, token ini tidak hanya memiliki nilai perdagangan, tetapi juga utilitas yang dapat dirasakan langsung oleh penggunanya," ujar Andre dikutip Jumat (12/6).
Menurut dia, pengembangan ekosistem tersebut didukung oleh integrasi sejumlah unit usaha yang diharapkan dapat menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan.
Dari sisi industri, pelaku perdagangan aset digital menilai tren pertumbuhan investor kripto di Indonesia membuka ruang bagi pengembangan utility token yang memiliki fungsi lebih luas dibanding sekadar instrumen investasi.
Head of Business Development Mobee Exchange Hery Hermawan mengatakan jumlah investor aset digital di Indonesia terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
"Jumlah investor kripto di Indonesia saat ini diperkirakan mencapai sekitar 21 juta orang. Angka tersebut bahkan telah melampaui jumlah investor pasar saham. Ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap aset digital yang memiliki manfaat nyata dalam sebuah ekosistem," kata Hery.
Ia menambahkan, investor saat ini mulai mempertimbangkan aspek utilitas dan penggunaan aset digital dalam aktivitas ekonomi sehari-hari, selain potensi keuntungan investasi.
Pandangan serupa disampaikan Vice President GudangKripto Alexander Pattiasina. Menurutnya, pengembangan aset digital yang didukung model bisnis yang jelas dan memiliki keterkaitan dengan aktivitas ekonomi riil berpotensi memberikan nilai tambah bagi investor maupun pengguna.
"Investor tentu melihat potensi keuntungan, tetapi yang tidak kalah penting adalah adanya fundamental yang kuat dan arah pengembangan yang terukur. JAM Coin dibangun di atas fondasi bisnis yang nyata sehingga memiliki prospek yang dapat dipahami oleh masyarakat maupun investor," ujar Alexander.
Selain pengembangan teknologi blockchain, ekosistem tersebut juga diarahkan untuk mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui jaringan koperasi desa.
Penggagas sekaligus Komisaris JAM Coin Johan Aripin Muba mengatakan pihaknya tengah mengembangkan program berbasis koperasi yang diharapkan dapat menjadi penghubung antara teknologi digital dan aktivitas ekonomi masyarakat.
"JAM Coin dirancang untuk tumbuh seiring dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Semakin besar produktivitas yang tercipta di dalam ekosistem, semakin besar pula nilai yang dapat dibangun bersama. Karena itu, kami tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada penciptaan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat," kata Johan.
Ekonomi Berbasis Desa
Menurutnya, pengembangan ekonomi berbasis desa akan difokuskan pada sektor peternakan, distribusi hasil produksi, dan penguatan ketahanan pangan.
"JAM Coin akan mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi desa yang produktif, mulai dari penyediaan sarana peternakan hingga penguatan rantai distribusi hasil produksi. Harapannya, program ini dapat mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa," ujarnya.
Masa Depan Aset Digital
Johan menilai masa depan aset digital akan ditentukan oleh kemampuannya memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan aktivitas ekonomi produktif.
"Kami percaya masa depan aset digital tidak hanya ditentukan oleh aktivitas perdagangan, tetapi juga oleh seberapa besar manfaat yang bisa dihadirkan bagi masyarakat. JAM Coin hadir sebagai bagian dari transformasi tersebut dengan menghadirkan teknologi yang dekat dengan kebutuhan rakyat serta mampu menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan," tuturnya.
Peluncuran aset digital tersebut menjadi bagian dari tren pengembangan blockchain yang mulai diarahkan untuk mendukung berbagai aktivitas ekonomi di luar sektor keuangan digital semata, termasuk penguatan ekonomi berbasis komunitas dan desa.