Disnakkeswan Lampung Perluas Edukasi dan Pelestarian Kambing Saburai, Ternak Unggul Lokal
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Lampung gencar memperluas edukasi dan pelestarian Kambing Saburai, ternak unggul lokal yang terancam salah persepsi. Simak upaya mereka menjaga plasma nutfah daerah!
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Lampung secara aktif memperluas edukasi mengenai Kambing Saburai, salah satu jenis ternak unggul lokal di wilayah tersebut. Upaya ini dilakukan untuk melestarikan dan memperkenalkan lebih luas potensi genetik asli daerah.
Kepala Disnakkeswan Lampung, Lili Mawarti, menjelaskan bahwa provinsi ini memiliki dua plasma nutfah genetik asli, yaitu Sapi Krui dan Kambing Saburai. Edukasi ini menjadi krusial mengingat adanya pergeseran minat peternak ke jenis kambing lain.
Langkah strategis telah diambil dengan membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kambing Saburai. UPTD ini diharapkan menjadi pusat pengembangan dan pelestarian untuk memastikan keberlangsungan populasi ternak unggul ini.
Menjaga Identitas Kambing Saburai di Tengah Pergeseran Minat
Pengembangan Kambing Saburai awalnya terfokus di Kabupaten Tanggamus, Pringsewu, dan Pesawaran. Namun, edukasi perlu diperluas karena peternak mulai beralih ke kambing Boer.
Lili Mawarti menegaskan bahwa Kambing Saburai merupakan hasil persilangan antara kambing Boer dan Etawa. Pada grade tertentu, sifat khas Kambing Saburai akan muncul, membedakannya dari kambing persilangan Boer biasa.
Fenomena di masyarakat yang menganggap Kambing Saburai sebagai kambing persilangan Boer atau "Cross Boer" menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, Disnakkeswan Lampung gencar mengedukasi peternak.
Edukasi ini bertujuan meyakinkan peternak bahwa Kambing Saburai tidak kalah kualitasnya dengan kambing unggulan lain. Rapat bersama akademisi, pengawas ternak, dan sosialisasi ke kabupaten serta kota terus dilakukan untuk mencegah kepunahan.
Upaya Konkret Pelestarian dan Pengembangan Populasi
Data populasi Kambing Saburai yang tercatat saat ini menunjukkan sekitar 611 ekor berada di Kabupaten Tanggamus. Keberadaan asosiasi Kambing Saburai di Lampung menjadi bukti masih adanya upaya pelestarian.
Disnakkeswan Lampung terus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada peternak. Tujuannya adalah agar plasma nutfah ini dikenal luas serta jangan ada kesalahan persepsi sebagai kambing Cross Boer.
Ciri fisik Kambing Saburai yang diedukasikan meliputi warna putih, lalu ada corak cokelat atau hitam di bulunya. Kemudian memiliki postur tubuh gempal dan kokoh.
Saat ini, UPTD Kambing Saburai memiliki 131 ekor kambing. Dan kemungkinan akan dibuat juga kontes Kambing Saburai untuk memperkenalkan kembali ternak unggulan daerah.
Regulasi dan Inseminasi Buatan untuk Keberlanjutan
Untuk menjaga populasi dan kualitas, Disnakkeswan Lampung juga akan membuat regulasi terkait pengawasan terhadap Kambing Saburai agar tidak terlalu banyak dijual keluar daerah.
Selain itu, upaya pelestarian genetik dilakukan melalui inseminasi buatan khusus Kambing Saburai. UPTD Balai Inseminasi Buatan Daerah (BIBD) saat ini tengah memproduksi semen beku Kambing Saburai.
Produksi semen beku ini bertujuan untuk menjaga dan meningkatkan populasi Kambing Saburai sebagai ternak unggul lokal Lampung secara berkelanjutan. Langkah ini merupakan bagian integral dari strategi pelestarian jangka panjang.
Sumber: AntaraNews