Dishub Cianjur Perbaiki PJU Jalan Pramuka, Atasi Keluhan Pemudik dan Minimalkan Kecelakaan
Dinas Perhubungan (Dishub) Cianjur bergerak cepat melakukan perbaikan Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang Jalan Pramuka-Cianjur yang rusak bertahun-tahun. Upaya perbaikan PJU Jalan Pramuka Cianjur ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan bag
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tengah gencar melakukan perbaikan Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang Jalan Pramuka-Cianjur. Langkah ini diambil setelah PJU di jalur tersebut tidak berfungsi optimal selama lima tahun terakhir, memicu banyak keluhan dari pengendara yang melintas, khususnya para pemudik. Perbaikan ini krusial mengingat Jalan Pramuka merupakan jalur alternatif penting yang menghubungkan Cianjur menuju Jonggol.
Kepala Dishub Cianjur, Aris Haryanto, menjelaskan bahwa perbaikan telah dimulai sebelum musim mudik Lebaran 2026. Namun, sekitar tujuh titik lampu PJU belum sempat dituntaskan karena memerlukan penggantian kabel yang rusak dan lampu yang mati. Proses ini membutuhkan waktu lebih panjang karena kompleksitas kerusakan yang terjadi.
PJU yang tidak menyala ini membentang dari Tugu Pramuka hingga persimpangan Jalan Ariawiratanudatar. Jalur tersebut setiap harinya sangat padat dilalui kendaraan. Minimnya penerangan di area ini telah berkontribusi pada seringnya insiden kecelakaan tunggal.
Upaya Perbaikan PJU dan Tantangannya
Dishub Cianjur memprioritaskan perbaikan PJU di Jalan Pramuka karena sebagian besar lampu telah berusia lebih dari lima tahun dan luput dari pemeliharaan rutin. Kondisi ini menyebabkan kerusakan parah, terutama pada kabel utama, yang menghambat proses perbaikan.
Meskipun upaya perbaikan telah dilakukan, masih ada sekitar tujuh titik PJU yang belum berfungsi optimal. Kerusakan kabel dan lampu yang sudah terjadi sejak lama membutuhkan penanganan khusus, termasuk penggantian komponen secara menyeluruh. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.
Jalan Pramuka memiliki peran vital sebagai jalur alternatif menuju Jonggol, menjadikannya arteri penting bagi mobilitas warga dan distribusi barang. Oleh karena itu, kelancaran dan keamanan di jalur ini menjadi fokus utama Dishub Cianjur.
Dampak PJU Rusak dan Kondisi Jalan Terhadap Keselamatan
Minimnya PJU di sepanjang Jalan Pramuka-Cianjur diperparah dengan kondisi landasan jalan yang rusak dan belum mendapat perbaikan. Kombinasi antara penerangan yang buruk dan jalan berlubang menciptakan kondisi yang sangat berbahaya bagi pengendara, terutama saat malam hari.
Selama periode mudik dan balik Lebaran 2026, sejumlah kecelakaan tunggal tercatat menimpa pengendara, termasuk pemudik, di jalur ini. Posko kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI) Cianjur di Jalan Pramuka telah memberikan pertolongan pertama kepada korban.
Tercatat lima orang pemudik mendapat pertolongan pertama dari relawan tenaga kesehatan, dan dua di antaranya terpaksa dirujuk ke rumah sakit karena mengalami luka cukup parah. Para korban mengaku melindas lubang yang banyak terdapat di sepanjang jalur tersebut, sehingga laju kendaraan tidak terkendali karena tidak dapat melihat dengan jelas akibat minimnya PJU yang berfungsi.
Harapan Masyarakat untuk Perbaikan Infrastruktur
Salah satu pemudik, Yusuf Rizki (21), yang mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Pramuka, mengungkapkan kekecewaannya. Ia yang sering melintas jalur tersebut menuju Pondok Gede-Bekasi baru kali ini mengalami kecelakaan akibat minimnya PJU dan kondisi jalan yang rusak parah.
Yusuf berharap pemerintah daerah segera memperbaiki PJU yang tidak berfungsi dan jalan yang rusak agar tidak menelan korban jiwa lebih banyak. Ia juga menambahkan, informasi dari warga sekitar menyebutkan bahwa hampir setiap hari ada pengendara yang mengalami kecelakaan di jalur tersebut.
Peningkatan kualitas infrastruktur jalan dan penerangan yang memadai adalah esensial untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan seluruh pengguna jalan. Langkah proaktif pemerintah dalam menuntaskan perbaikan ini akan sangat mendukung kelancaran arus lalu lintas dan meminimalisir risiko kecelakaan di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews