Dermaga Mahakam Ulu Siaga Penuh dengan 23 Kapal Jelang Idul Fitri 2026
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyiagakan 23 armada kapal di Dermaga Mahakam Ulu untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan logistik jelang Idul Fitri 2026, memastikan kelancaran arus mudik dan pasokan barang.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) telah mengambil langkah antisipasi signifikan menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 2026. Pengelola Dermaga Mahakam Ulu di Samarinda menyiagakan sebanyak 23 armada kapal. Upaya ini dilakukan untuk menghadapi potensi lonjakan jumlah penumpang yang akan menggunakan transportasi air.
Kepala Dermaga Mahakam Ulu Samarinda, Fadlin, menyatakan bahwa aktivitas di dermaga tersebut mulai menunjukkan peningkatan. Meskipun masih dua pekan sebelum Lebaran, minat masyarakat terhadap moda transportasi sungai ini terus bertumbuh. Peningkatan ini terutama terlihat pada pengangkutan barang kebutuhan pokok menuju kawasan hulu Sungai Mahakam.
Pergerakan ekonomi dan mobilitas masyarakat di tengah bulan suci Ramadhan sudah mulai menggeliat. Lonjakan penumpang diproyeksikan akan mencapai puncaknya pada tujuh hari sebelum Lebaran (H-7). Kesiapan armada ini diharapkan dapat menjamin kelancaran arus mudik dan distribusi logistik di wilayah pedalaman Kalimantan Timur.
Peningkatan Aktivitas Logistik dan Antisipasi Kebutuhan Pokok
Fadlin menjelaskan bahwa peningkatan aktivitas di Dermaga Mahakam Ulu lebih banyak didorong oleh tingginya kebutuhan para pedagang daerah. Para pedagang ini berupaya memastikan ketersediaan bahan pokok di wilayah mereka menjelang Idul Fitri 2026. Mereka sengaja melakukan restok barang lebih awal sebagai langkah antisipasi.
Langkah ini diambil untuk mencegah terjadinya kelangkaan pangan di daerah tujuan masing-masing. Dalam empat hari terakhir, pengelola Dermaga Mahakam Ulu mencatat pemberangkatan 506 penumpang dan 167 ton logistik. Rata-rata dua kapal diberangkatkan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Pada hari Sabtu (7/3), Dermaga Mahakam Ulu Samarinda telah memberangkatkan KM Akbar Amanda 01. Kapal ini mengangkut sekitar 100 orang penumpang beserta 80 ton logistik. Destinasi utama kapal tersebut adalah Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Mahakam Ulu, yang merupakan daerah hulu Sungai Mahakam.
Meskipun volume muatan kapal tergolong cukup banyak, pengelola dermaga memastikan bahwa seluruhnya masih berada dalam batas toleransi standar keselamatan pelayaran. Hal ini menunjukkan komitmen pengelola dalam menjaga keamanan dan kenyamanan perjalanan.
Kesiapan Armada dan Kenyamanan Transportasi Air
Pengelola Dermaga Mahakam Ulu menjamin kesiapan 23 unit kapal sungai untuk melayani masyarakat. Kesiapan ini sangat krusial mengingat lonjakan pemudik diproyeksikan akan mencapai puncaknya pada H-7 Lebaran. Armada yang disiagakan mencakup berbagai jenis kapal yang mampu mengangkut penumpang dan logistik.
Minat masyarakat terhadap moda transportasi air tetap tinggi, terutama untuk perjalanan jauh ke wilayah pedalaman Kaltim. Faktor kenyamanan selama menempuh perjalanan menjadi alasan utama. Anas, seorang penumpang tujuan Melak, Kutai Barat, mengungkapkan bahwa menggunakan kapal terasa jauh lebih nyaman dan tidak membuat tubuh mudah lelah.
Kondisi infrastruktur jalan darat antarkabupaten yang belum sepenuhnya mulus beraspal menjadi pertimbangan utama bagi Anas. Ia memilih setia menggunakan transportasi sungai karena alasan tersebut. Kenyamanan ini juga dirasakan oleh Suyadi, penumpang yang hendak menuju Long Bagun di Kabupaten Mahakam Ulu.
Suyadi menambahkan, "Kalau naik transportasi darat waktu istirahatnya sangat kurang, sedangkan di dalam kapal kita bisa tidur nyenyak dan bebas meluruskan kaki." Pernyataan ini memperkuat alasan mengapa transportasi air masih menjadi pilihan favorit bagi banyak warga.
Sumber: AntaraNews