BRI Perkuat Manajemen Risiko, Fokus UMKM Jadi Pilar Pertumbuhan Berkelanjutan
Ke depan, BRI akan terus memperkuat posisinya sebagai lembaga keuangan nasional yang tangguh, berkelanjutan, dan adaptif terhadap tantangan.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat strategi pengelolaan risiko sebagai bagian penting dari transformasi bisnis. Direktur Manajemen Risiko BRI Mucharom menegaskan bahwa kualitas kredit menjadi prioritas utama dalam setiap proses penyaluran pembiayaan, terutama pada segmen UMKM yang menjadi fokus perseroan.
"Portofolio kami sebagian besar berada di segmen UMKM. Karena itu, kami menerapkan strategi agar penyaluran kredit tetap sehat, tepat sasaran, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," jelasnya.
BRI memperkuat organisasi risiko agar lebih fokus pada masing-masing segmen, menyempurnakan model asesmen risiko kredit yang lebih prediktif dan granular, serta meningkatkan fungsi early warning system, digital collection, hingga recovery baik pada segmen SME, mikro, maupun konsumer.
Lebih jauh, strategi manajemen risiko BRI diarahkan menjadi bagian integral dari seluruh proses bisnis. Hal ini diwujudkan melalui penguatan kapabilitas data analytics, risk-based decision making, serta peningkatan kesadaran risiko di seluruh level organisasi.
"Ke depan, BRI akan terus memperkuat posisinya sebagai lembaga keuangan nasional yang tangguh, berkelanjutan, dan adaptif terhadap tantangan, dengan tetap menempatkan pengelolaan risiko sebagai prioritas utama," tutup Mucharom.