BPH Migas Pastikan Kualitas BBM Papua Sesuai Standar, Masyarakat Tak Perlu Khawatir
BPH Migas memastikan kualitas BBM Papua di setiap SPBU telah sesuai standar yang berlaku, menjamin masyarakat tidak perlu khawatir akan pasokan dan mutu energi.
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menegaskan bahwa kualitas dan kuantitas Bahan Bakar Minyak (BBM) yang disalurkan di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Papua telah memenuhi standar yang berlaku. Pernyataan penting ini disampaikan untuk menjamin ketenangan masyarakat terkait pasokan energi yang vital.
Anggota BPH Migas, Erika Retnowati, di Jayapura pada Sabtu, 3 Januari 2026, secara langsung mengonfirmasi hasil pengawasan tersebut setelah melakukan uji coba di lapangan. Ia mengajak seluruh masyarakat di Tanah Papua agar tidak perlu meragukan mutu BBM yang tersedia di wilayah mereka.
Pihaknya bersama instansi terkait telah melakukan inspeksi menyeluruh pada salah satu SPBU di Kota Jayapura serta meninjau langsung Integrated Terminal Jayapura. Seluruh tahapan pemeriksaan ini menunjukkan bahwa semua aspek operasional dan kualitas telah sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Pengawasan Ketat Menjamin Mutu BBM di Papua
Erika Retnowati menjelaskan bahwa BPH Migas bersama pemerintah daerah akan terus memperketat pengawasan terhadap kualitas dan kuantitas BBM di setiap SPBU. Langkah ini merupakan upaya berkelanjutan untuk memastikan setiap liter BBM yang sampai ke tangan konsumen memiliki mutu terjamin dan sesuai spesifikasi. Pengawasan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari proses distribusi hingga penjualan di tingkat akhir.
Uji coba langsung yang dilakukan di salah satu SPBU di Jayapura, serta peninjauan Integrated Terminal Jayapura, menjadi bukti nyata komitmen pengawasan ini. Seluruh proses penyaluran BBM, mulai dari penyimpanan hingga pengisian ke kendaraan, dipastikan telah memenuhi standar operasional yang ketat. Ini memberikan keyakinan kepada konsumen.
Masyarakat di Tanah Papua diimbau untuk tidak khawatir mengenai kualitas BBM yang mereka gunakan sehari-hari. BPH Migas secara berkelanjutan melakukan monitoring dan evaluasi agar pasokan energi yang krusial ini selalu terjaga mutunya. Kepercayaan publik terhadap kualitas produk menjadi prioritas utama.
Selain itu, BPH Migas juga meminta dukungan penuh dari pemerintah daerah setempat untuk turut serta aktif dalam mengawasi kualitas dan kuantitas BBM. Kolaborasi antara pusat dan daerah ini sangat penting demi menjaga integritas penyaluran energi dan memastikan tidak ada penyimpangan di lapangan.
Komitmen Pertamina dalam Ketersediaan dan Standar Kualitas Energi
Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga, Alimuddin Baso, menegaskan komitmen kuat Pertamina dalam menjaga ketersediaan dan kualitas energi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Papua. Komitmen ini sangat krusial, terutama menjelang periode arus balik mudik Natal dan Tahun Baru 2026 yang diperkirakan akan meningkatkan permintaan secara signifikan.
Untuk wilayah Papua, ketahanan stok BBM dan avtur dijaga dalam rentang waktu yang aman, yakni antara 10 hingga 12 hari. Suplai dilakukan secara berkala dan terencana untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi. Ini menunjukkan kesiapan Pertamina dalam menghadapi dinamika permintaan energi di daerah terpencil sekalipun.
Alimuddin Baso juga menjamin bahwa selain ketersediaan, kualitas dan kuantitas BBM yang disalurkan kepada masyarakat telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh pemerintah. Hasil pengujian yang dilakukan secara berkala menunjukkan bahwa BBM sesuai dengan spesifikasi teknis yang berlaku.
Untuk menjaga akurasi takaran, peralatan tera di setiap SPBU juga rutin dilakukan tera ulang oleh pihak berwenang. Langkah ini merupakan bagian integral dari upaya Pertamina untuk memberikan pelayanan terbaik dan menjaga kepercayaan konsumen terhadap produk bahan bakar mereka. Pertamina terus berupaya memastikan setiap tetes BBM yang dibeli konsumen adalah hak mereka.
Sumber: AntaraNews