BEI Dorong Kolaborasi ASEAN Hadapi Krisis Karbon
BEI melalui IDX Carbon mendorong kolaborasi ASEAN dalam menghadapi krisis karbon, dengan memperkuat fondasi pasar karbon regional.
Pejabat Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, menegaskan komitmen Indonesia melalui IDX Carbon untuk memperkuat kerja sama regional dalam menghadapi krisis karbon.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam ASEAN Climate Forum Tahunan ke-2 yang digelar di Main Hall BEI, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Forum tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas langkah konkret menuju ekonomi rendah emisi.
“Merupakan suatu kehormatan besar bagi kami dapat menjadi tuan rumah ASEAN Climate Forum Tahunan ke-2 ini. Melalui rangkaian ini tentang mengubah ambisi iklim menjadi aksi nyata melalui kerja sama yang sesungguhnya, investasi yang nyata, dan hasil yang konkret,” kata Jeffrey.
ASEAN Dinilai Belum Punya Pendekatan Terstruktur
Jeffrey menyebut forum ini menjadi momentum penting untuk mengubah komitmen iklim menjadi implementasi nyata melalui kolaborasi, investasi, serta capaian yang terukur.
Ia menilai, dalam tiga tahun terakhir kawasan ASEAN belum memiliki pendekatan yang terkoordinasi dan terstruktur dalam menangani persoalan karbon.
“Sebagai simbol dari aspirasi bersama ASEAN, jelas bahwa dalam tiga tahun terakhir belum ada pendekatan yang benar-benar konkret, terkoordinasi, dan terstruktur untuk menghadapi krisis karbon ini sekaligus membangun kepercayaan,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan perubahan iklim membutuhkan platform bersama yang mampu menyatukan kepentingan, meningkatkan kepercayaan antarnegara, serta mendorong integrasi kebijakan di kawasan.
Kontribusi Emiten
Dalam 2,5 tahun operasionalnya, IDX Carbon mencatat sebagian besar solusi yang didorong perusahaan tercatat berkontribusi pada dekarbonisasi dan berpotensi dikembangkan menjadi kredit karbon domestik.
“Dalam 2,5 tahun operasional, menariknya, sekitar 80% solusi langsung yang didukung oleh perusahaan terbuka berkontribusi pada dekarbonisasi serta memiliki potensi sebagai kredit karbon domestik,” ujar Jeffrey.
Untuk memperluas kerja sama, IDX Carbon juga telah membuka dialog dengan sejumlah bursa karbon non-pemerintah di kawasan, termasuk di Asia Selatan, Singapura, serta CIMEX (Climate Impact X).
“Selain itu, penting pula bahwa kami telah menjalin dialog regional dengan tiga bursa karbon non-pemerintah di kawasan, yaitu di Asia Selatan, Singapura, ASEAN, dan CIMEX (Climate Impact X),” pungkasnya.