Bank Jatim Gelar Bazar Sembako Murah, Jaga Kestabilan Harga Jelang Lebaran di Madiun
Bank Jatim Cabang Caruban menggelar Bazar Sembako Murah dan UMKM Ramadhan Kareem di Madiun untuk menjaga kestabilan harga serta mendukung perekonomian lokal menjelang Idul Fitri.
Bank Jatim Cabang Caruban, Kabupaten Madiun, mengadakan Bazar Sembako Murah dan UMKM Ramadhan Kareem. Acara ini berlangsung dari tanggal 9 hingga 13 Februari 2026. Tujuannya adalah untuk menjaga kestabilan harga dan mengendalikan laju inflasi di daerah.
Pimpinan Bank Jatim Cabang Caruban, Widiawan Fendiyanto, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan peran serta perbankan. Ini merupakan langkah nyata dalam mendukung pemerintah daerah menekan tren kenaikan harga pangan. Kenaikan harga biasanya terjadi menjelang Idul Fitri atau Lebaran.
Bazar murah ini adalah wujud komitmen Bank Jatim untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok terjangkau. Ini juga menjadi upaya kolektif dalam mengendalikan inflasi menjelang momen Lebaran.
Upaya Kolektif Bank Jatim dan Dukungan UMKM
Bazar yang mengusung tema "Ramadhan Penuh Berkah UMKM Tumbuh lebih Mudah" ini diadakan selama lima hari. Lokasinya berada di halaman Gedung Kampung Pesilat Kabupaten Madiun. Kegiatan ini diharapkan membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat Kabupaten Madiun.
Masyarakat dapat membeli paket sembako dengan harga sangat terjangkau, yaitu Rp70.000 per paket. Setiap paket berisi satu liter minyak goreng, satu kilogram gula pasir, dan tiga kilogram beras. Ini membantu meringankan beban ekonomi warga.
Selain menyediakan sembako murah, puluhan UMKM binaan Bank Jatim juga turut meramaikan acara. Mereka menawarkan berbagai produk makanan siap saji dan kue kering khas Lebaran. Kolaborasi ini melibatkan mitra seperti UNS, PDAM Kabupaten Madiun, dan KAI.
Apresiasi Pemerintah Daerah dan Penguatan UMKM
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Bank Jatim atas komitmennya. Bank Jatim terus mendukung pengembangan UMKM di Kabupaten Madiun. Kegiatan bazar ini tidak hanya menjadi ajang transaksi jual beli.
Bazar ini juga berfungsi sebagai ruang silaturahmi, kolaborasi, dan motivasi bagi pelaku UMKM. Tujuannya adalah untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk mereka. Bupati Hari Wuryanto menekankan pentingnya UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah.
Melalui kegiatan semacam ini, para pelaku usaha kecil mendapatkan kesempatan berharga. Mereka bisa mempromosikan produk, memperluas pasar, dan meningkatkan pendapatan. Pemerintah Kabupaten Madiun berkomitmen mendorong penguatan UMKM melalui berbagai program.
Program-program tersebut meliputi pembinaan, pelatihan, kemudahan akses permodalan, serta perluasan pemasaran. Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga perbankan, dan masyarakat diharapkan dapat mengembangkan UMKM di Kabupaten Madiun. Ini juga bertujuan menjadikan UMKM sebagai penggerak ekonomi daerah.
Sumber: AntaraNews