Banjarmasin Perkuat Transportasi Terintegrasi di Kawasan Kota Lama, Dorong Efisiensi dan Pariwisata
Pemerintah Kota Banjarmasin meluncurkan program transportasi terintegrasi di kawasan Kota Lama, menghubungkan darat dan sungai demi efisiensi perjalanan serta peningkatan pariwisata. Inisiatif ini memanfaatkan karakter kota seribu sungai untuk memperkuat.
Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengambil langkah strategis dengan memprogramkan transportasi terintegrasi di kawasan Kota Lama. Program ini ditandai dengan peresmian shelter air yang berfungsi sebagai sarana penghubung vital antara transportasi darat dan sungai. Inisiatif ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi Sungai Martapura sebagai ikon kota, sekaligus memperkuat sistem transportasi publik yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR, di Banjarmasin pada Sabtu (07/3), menyampaikan bahwa program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah. Integrasi transportasi darat dan sungai diharapkan dapat membuka peluang baru bagi efisiensi perjalanan penduduk. Selain itu, langkah ini juga diproyeksikan mampu memberikan dukungan signifikan terhadap sektor ekonomi dan pariwisata kota.
Sebagai kota yang dikenal dengan julukan seribu sungai, Banjarmasin memiliki karakteristik unik dengan aktivitas transportasi sungai yang masih sangat aktif. Wali Kota Yamin menegaskan bahwa potensi ini terus dibangun agar terintegrasi dengan layanan transportasi darat. Hal ini mencerminkan komitmen pemerintah kota dalam melestarikan kearifan lokal sekaligus memodernisasi infrastruktur transportasi.
Strategi Pengembangan Transportasi Sungai
Pemerintah Kota Banjarmasin secara aktif mengembangkan infrastruktur pendukung transportasi sungai untuk mewujudkan sistem yang terintegrasi. Pemanfaatan Sungai Martapura, yang menjadi urat nadi kota, adalah kunci dalam strategi ini. Integrasi ini bukan hanya sekadar menghubungkan dua moda transportasi, tetapi juga merupakan upaya untuk menghidupkan kembali fungsi sungai sebagai jalur utama pergerakan masyarakat dan barang.
Wali Kota H Muhammad Yamin HR menekankan pentingnya pelestarian kearifan lokal melalui pengembangan transportasi sungai yang aktif. “Sebagai kota dikenal seribu sungai, transportasi sungai di daerah kita masih sangat aktif, ini yang terus dibangun untuk terintegrasi dengan layanan transportasi darat,” ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan visi jangka panjang pemerintah kota untuk menjaga identitas Banjarmasin sebagai kota sungai sekaligus memenuhi kebutuhan mobilitas modern.
Pengembangan ini diharapkan dapat menciptakan pengalaman perjalanan yang unik bagi warga dan wisatawan. Selain itu, juga berpotensi mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur darat. Dengan demikian, kualitas udara dan lingkungan kota dapat terjaga lebih baik.
Jaringan Shelter Air dan Integrasi dengan BTS Trans Banjarmasin
Program transportasi terintegrasi di Banjarmasin tidak hanya terfokus pada kawasan Kota Lama, melainkan juga mencakup pembangunan jaringan shelter air yang luas. Shelter air atau dermaga sungai ini telah dibangun di berbagai titik strategis di seluruh kota. Keberadaan fasilitas ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menyediakan aksesibilitas yang merata bagi seluruh warga.
Beberapa lokasi shelter air yang telah tersedia meliputi Siring Sungai Nol Kilometer, Siring Sungai Piare Tendean, dan di depan RS Sultan Suriansyah di Siring RK Ilir Banjarmasin Selatan. Selain itu, fasilitas serupa juga dibangun di Objek Wisata Religi Kubah Basirih di Banjarmasin Barat dan Mesjid Sultan Suriansyah di Kuin Banjarmasin Utara. Jaringan ini dirancang untuk memaksimalkan jangkauan layanan transportasi sungai.
Integrasi dengan layanan transportasi darat, khususnya Buy The Service (BTS) Trans Banjarmasin, menjadi elemen krusial dari program ini. BTS Trans Banjarmasin, sebagai layanan transportasi umum kota, melayani penumpang di titik-titik shelter air. “Operasional BTS Trans Banjarmasin ini juga melayani penumpang di titik-titik shelter air, inilah wujud integrasi transportasi yang kita bangun itu,” kata Wali Kota Yamin. Hal ini memastikan bahwa perpindahan antar moda transportasi dapat dilakukan dengan mulus dan efisien.
Dampak Positif bagi Ekonomi dan Pariwisata Kota
Program transportasi terintegrasi ini diharapkan membawa dampak positif yang signifikan bagi perekonomian dan sektor pariwisata Banjarmasin. Dengan mempermudah aksesibilitas dan efisiensi perjalanan, program ini dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan. Wisatawan kini memiliki pilihan moda transportasi yang lebih beragam untuk menjelajahi keindahan kota seribu sungai.
Peningkatan efisiensi perjalanan juga akan berdampak pada sektor ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku usaha di sekitar kawasan Kota Lama dan area shelter air. Kemudahan akses dapat merangsang pertumbuhan usaha kecil dan menengah, serta menciptakan lapangan kerja baru. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan infrastruktur.
Wali Kota Yamin menyatakan bahwa kehadiran program ini merupakan peluang bagi pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan transportasi publik. Ini juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan yang langsung menyentuh kebutuhan warga. Dengan demikian, program ini tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan kota.
Sumber: AntaraNews