Pemerintah Kota Banjarmasin terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga warisan budaya lokal. Salah satu upaya nyata dilakukan melalui penyelenggaraan Balap Jukung Wali Kota Cup di Sungai Martapura. Acara ini bukan sekadar perlombaan, melainkan sebuah perayaan tradisi yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat Banjar.
Digelar pada Minggu, 7 September, lomba Balap Jukung ini menjadi bagian penting dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin pada tahun 2025. Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR, secara langsung membuka acara yang berhasil menarik perhatian ribuan warga. Kehadiran lomba ini menegaskan kembali peran penting sungai sebagai denyut nadi kehidupan kota.
Lomba Balap Jukung ini bertujuan utama untuk melestarikan tradisi sungai yang telah turun-temurun di Banjarmasin. Selain itu, kegiatan ini juga berfungsi sebagai hiburan bagi masyarakat serta memperkuat identitas kota sebagai "Kota Seribu Sungai". Animo peserta dan penonton yang tinggi menjadi bukti keberhasilan acara ini.
Advertisement
Advertisement
Melestarikan Simbol Kehidupan Banjar: Balap Jukung
Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR, menekankan bahwa Balap Jukung memiliki makna lebih dari sekadar kompetisi. "Kegiatan ini bukan sekadar lomba, melainkan upaya kita bersama menjaga tradisi sungai yang sudah turun-temurun. Jukung bukan hanya alat transportasi, tetapi juga simbol kehidupan orang Banjar," ujarnya. Tradisi ini mencerminkan eratnya hubungan warga dengan sungai Martapura.
Sejak dahulu kala, transportasi menggunakan jukung tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari warga Banjarmasin. Balap jukung sendiri merupakan bagian dari hiburan rakyat yang telah ada secara turun-temurun. Kegiatan ini menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini, menjaga agar nilai-nilai budaya tetap lestari.
Dalam upaya pelestarian ini, Pemerintah Kota Banjarmasin secara konsisten mendukung acara-acara berbasis sungai. Lomba Balap Jukung Wali Kota Cup adalah wujud nyata komitmen tersebut. Ini memastikan bahwa generasi mendatang tetap mengenal dan menghargai warisan budaya maritim mereka.
Advertisement
Advertisement
Antusiasme Masyarakat dan Daya Tarik Wisata Sungai
Animo masyarakat terhadap lomba Balap Jukung sangat luar biasa, terbukti dari banyaknya warga yang memadati bantaran Sungai Martapura. Sebanyak 64 peserta dari berbagai kelurahan di Banjarmasin turut serta dalam kompetisi jukung baanam ini. Fenomena ini menunjukkan betapa kuatnya ikatan emosional warga dengan tradisi sungai mereka.
Wali Kota Yamin mengapresiasi tingginya partisipasi dan antusiasme penonton yang rela menyewa kapal wisata. "Kegiatan ini sangat menyita perhatian masyarakat, banyak warga yang rela menyewa kapal wisata hingga berjejer di bantaran sungai untuk menyaksikan jalannya perlombaan," ujarnya. Pemandangan perahu-perahu yang berjejer di sepanjang sungai untuk menyaksikan perlombaan menjadi daya tarik tersendiri.
Selain sebagai ajang pelestarian budaya, kegiatan ini juga berfungsi sebagai daya tarik wisata utama. Sungai Martapura, dengan ikon-ikon seperti wisata susur sungai dan pasar terapung, semakin diperkuat citranya. Banjarmasin sebagai "Kota Seribu Sungai" terus menarik kunjungan wisatawan, dengan sekitar 6.000 orang per pekan menikmati pesona sungai.
Advertisement
Pemerintah Kota Banjarmasin berharap acara Balap Jukung ini dapat terus berkembang dan menjadi lebih meriah di tahun-tahun mendatang. Komitmen ini bertujuan agar tradisi berharga ini tidak lekang oleh waktu dan tetap menjadi bagian integral dari identitas kota. Upaya ini sekaligus mempromosikan pariwisata berbasis sungai secara berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews