Badan Geologi Identifikasi Potensi Migas Baru di Lariang Enrekang
Badan Geologi KESDM memulai survei udara untuk mengidentifikasi potensi migas di Lariang, Sulawesi Barat dan Enrekang, Sulawesi Selatan, membuka peluang eksplorasi baru.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) telah memulai survei udara intensif di dua wilayah prospektif, yaitu Cekungan Lariang di Sulawesi Barat dan Enrekang di Sulawesi Selatan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mengidentifikasi potensi cekungan sedimen yang belum terjamah dan membuka peluang eksplorasi sumber daya minyak dan gas (migas) baru di Indonesia.
Kegiatan survei ini bertujuan untuk mengakuisisi data Full Tensor Airborne Gravity Gradiometry (FT/AGG) yang diharapkan dapat menghasilkan informasi bawah permukaan dengan resolusi tinggi. Informasi akurat ini sangat krusial untuk menarik minat investor dalam pengembangan sektor migas di kedua cekungan tersebut, yang dikategorikan sebagai prospective basin.
Kepala Pusat Survei Geologi, Badan Geologi KESDM, Edy Slameto, menyatakan optimisme terhadap hasil survei ini. Ia berharap data yang diperoleh akan meningkatkan daya tarik investasi dan mendukung program ketahanan energi nasional yang dicanangkan oleh Presiden.
Survei Udara Intensif untuk Data Akurat
Survei udara yang dilakukan oleh Badan Geologi KESDM mencakup total lintasan sekitar 33.000 kilometer. Untuk menyelesaikan cakupan yang luas ini, tim menggunakan dua moda pesawat yang berbeda, yaitu fixed wing dan helikopter, disesuaikan dengan kondisi geografis wilayah survei.
Pesawat tipe fixed wing digunakan untuk wilayah yang relatif datar, memungkinkan cakupan area yang lebih luas secara efisien. Sementara itu, helikopter dimanfaatkan untuk menjangkau wilayah dengan topografi berbukit, memastikan akuisisi data yang optimal di medan yang sulit.
Edy Slameto mengungkapkan, "Dengan dua moda ini, kami optimistis penyelesaian lintasan 33.000 kilometer dapat tuntas dalam 32–35 hari, dengan catatan cuaca mendukung dan tidak terjadi insiden." Pernyataan ini menunjukkan perencanaan matang dan harapan besar terhadap kelancaran proses survei.
Akuisisi data FT/AGG ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai struktur geologi bawah permukaan. Resolusi data yang lebih baik akan sangat membantu dalam menentukan lokasi-lokasi potensial untuk pengeboran eksplorasi di masa mendatang.
Meningkatkan Daya Tarik Investasi dan Ketahanan Energi
Pemilihan Cekungan Lariang dan Enrekang sebagai lokasi survei tidak lepas dari pertimbangan strategis. Kedua cekungan ini berada di dekat Cekungan Sengkang di sebelah selatan, yang telah terbukti sebagai penghasil gas dan menjadi pemasok energi listrik penting di Sulawesi Selatan.
Keberhasilan Cekungan Sengkang menjadi preseden positif yang mendorong harapan bahwa Lariang dan Enrekang juga dapat menghasilkan temuan migas baru. "Diharapkan Lariang dan Enrekang juga dapat menghasilkan temuan minyak atau gas baru untuk kebutuhan energi di kawasan Sulawesi dan Indonesia," ujar Edy.
Pemerintah berupaya keras untuk memperoleh data bawah permukaan yang akurat dan beresolusi tinggi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan ketertarikan investor terhadap wilayah kerja migas di kawasan tersebut, sejalan dengan visi ketahanan energi nasional.
Dengan semakin banyaknya data geologi yang disediakan oleh pemerintah, minat investor diharapkan akan meningkat secara signifikan. Peningkatan investasi ini pada gilirannya akan memperbesar peluang penemuan lapangan migas baru, yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan energi Indonesia di masa depan.
Sumber: AntaraNews