Badai PHK Berlanjut: Citigroup Bakal PHK 3.500 Orang, Mayoritas Pekerja Tetap
Selain operasi TI-nya, Citi memiliki bisnis perbankan di Tiongkok dan sedang dalam proses mendirikan unit sekuritas di sana.
Citigroup Inc mengumumkan akan mengurangi jumlah karyawan sekitar 3.500 orang di dua pusat bisnis teknologinya di China, pada Kamis (5/6). PHK ini bagian dari efisiensi dan adopsi teknologi global untuk meningkatkan manajemen risiko dan data nasabah.
"Pengurangan staf di Pusat Solusi Citi China di Shanghai dan Dalian diharapkan akan selesai pada awal kuartal keempat tahun ini," kata Citi dalam sebuah pernyataan dikutip Yahoo Finance, dikutip Kamis (5/5).
Seorang sumber yang mengetahui rencana tersebut mengatakan PHK akan menyasar sebagian besar pekerja penuh waktu. Bank tersebut juga akan memindahkan sebagian karyawan ke pusat teknologi Citi di tempat lain, tanpa menyebutkan jumlah pekerjaan atau lokasi spesifik.
Selain operasi TI-nya, Citi memiliki bisnis perbankan di Tiongkok dan sedang dalam proses mendirikan unit sekuritas di sana.
"Citi terus berupaya mendirikan perusahaan sekuritas dan berjangka yang sepenuhnya dimiliki di Tiongkok," kata Marc Luet, kepala perbankan Jepang, Asia Utara, dan Australia, dalam pernyataan tersebut.
Pada bulan Maret lalu, Citi meluncurkan rencana internal untuk secara drastis mengurangi ketergantungan pada kontraktor teknologi informasi dan mempekerjakan ribuan karyawan untuk TI. Menyusul sanksi regulasi atas tata kelola data dan kontrol yang tidak memadai.
Sebelumnya, bank tersebut telah mengurangi jumlah karyawannya di Amerika Serikat serta di Indonesia, Filipina, dan Polandia. Upaya pengurangan tenaga kerjanya berdasarkan rencana restrukturisasi global.
TikTok Shop Bakal PHK Ratusan Karyawan, Menaker Buka Suara
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli buka suara terkait kabar adanya rencana Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap para karyawan Tiktok Shop di Indonesia. Dia mengatakan pihaknya akan melakukan kajian terkait rencana PHK yang dilakukan perusahaan asal China tersebut.
"Nanti kita kaji," kata Yassierli kepada media, Jakarta, Kamis (5/6).
Sebagaimana diketahui, anak usaha e-commerce milik ByteDance itu memangkas beberapa ratus posisi dalam rangka efisiensi biaya. Imbas dari akuisisi Tokopedia tahun lalu.
Mengutip Bloomberg, Rabu (4/6), menurut sumber yang mengetahui proses ini, langkah pemutusan hubungan kerja (PHK) mencakup berbagai divisi strategis, mulai dari logistik, operasional, pemasaran, hingga pergudangan. Sumber tersebut juga menyebutkan, gelombang PHK berikutnya diperkirakan akan terjadi pada Juli tahun ini.
Langkah ini menandai fase konsolidasi pasca-merger dua entitas besar di industri e-commerce Tanah Air: TikTok Shop dan Tokopedia. Setelah penggabungan tersebut, total jumlah karyawan dari kedua perusahaan kini diperkirakan sekitar 2.500 orang di Indonesia.