Arya Sinulingga Minta Masyarakat Setop Kaitkan Erick Thohir dalam Korupsi Pertamax Oplosan
Permintaan ini disampaikan usai pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) mengumumkan tidak ada keterlibatan BUMN Erick Thohir dalam kasus tersebut.
Staf Khusus Menteri BUMN Bidang Komunikasi dan Hubungan Publik, Arya Sinulingga meminta seluruh pihak untuk berhenti mengaitkan keterlibatan Erick Thohir dalam dugaan korupsi tata kelola minyak yang melibatkan PT Pertamina (Persero) dan sejumlah anak usahanya.
Permintaan ini disampaikan usai pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) mengumumkan tidak ada keterlibatan BUMN Erick Thohir dan sang kakak, Garibaldi (Boy) Thohir di kasus dugaan korupsi 'Pertamax oplosan' tersebut.
"Dan juga kalau misalnya ada yang isu-isu lagi kemarin tuh sampai mengaitkan. Jadi hoax-nya ini paling nggak berhenti dulu lah.
Bahwa nggak ada tuh. Fitnah-fitnah selesailah. Apalagi mas bulan-bulan seperti ini fitnah banyak," ujar Arya di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (6/3).
Arya mengaku terhibur dengan ramainya postingan di sosial media yang menyebutkan Menteri BUMN Erick Thohir dan Boy Thohir terlibat dalam kasus dugaan korupsi oleh Pertamina. Dia menegaskan, bahwa tuduhan yang diarahkan terhadap Erick Thohir dan Boy Thohir merupakan fitnah.
"Tapi kami juga lihat memang akunnya cukup lucu. Ada akun yang menyebarkan lucu, kenapa? Karena akun itu setelah rame video itu di mana saya juga masuk di dalamnya gitu ya. Dikatakan dapat sekian dapat sekian. Itu kan fitnah lah ya. Sudah dikatakan fitnah. Atasnya fitnah, bagian bawahnya juga fitnah," bebernya.
Kementerian BUMN Fokus Bantu Kejaksaan Agung
Saat ini, Kementerian BUMN fokus untu membantu pihak Kejaksaan Agung untuk mengusut kasus dugaan korupsi yang terjadi di PT Pertamina (Persero) dan sejumlah anak usaha.
"Sekarang kita fokus ke korupsi. Korupsinya gitu. Dan kita dari Kementerian BUMN tuh support betul masalah, fokusnya ke korupsi yang memang sedang di proses oleh teman-teman dari Kejaksaan," bebernya.
Kementerian BUMN memberikan ucapan terima kasih kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) usai mengumumkan tidak ada keterlibatan BUMN Erick Thohir dan sang kakak, Garibaldi (Boy) Thohir di kasus dugaan korupsi "BBM oplosan" yang dilakukan anak usaha PT Pertamina (Persero).
"Kami berterima kasih kepada Kejaksaan Agung yang sudah memberikan statement bahwa hoaks-hoaks, yang bertebaran di sosial media. Bahwa Pak Erick dikatakan ada terlibat lah dan sebagainya. Atau turunan-turunannya gitu ya," tandasnya.
Kejagung Pastikan Erick Thohir dan Boy Thohir Terlibat di Kasus Minyak Mentah
Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) merespon isu keterlibatan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan pemilik PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADARO) Garibaldi ‘Boy’ Thohir di kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina (Persero), Sub Holding dan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) tahun 2018-2023.
Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Harli Siregar menyampaikan, belum sampai pada kesimpulan tersebut. Dia malah turut mempertanyakan asal dari isu itu.
"Enggak ada informasi fakta soal itu," tutur Harli saat dikonfirmasi, Rabu (5/3).
Harli menyayangkan adanya informasi yang belum diketahui kebenarannya itu. Menurutnya, penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) akan bekerja profesional dan menyajikan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, lewat temuan alat bukti hingga keterangan saksi.