Anjing Robot di China Makin Canggih, Kini Dipakai di Pabrik hingga Medan Perang
Anjing robot memiliki pusat gravitasi yang lebih rendah, membuatnya lebih stabil di medan yang tidak rata.
Penggunaan anjing robot terus berkembang pesat di seluruh dunia. Robot berkaki empat ini kini tidak hanya menjadi hiburan seperti dulu, melainkan telah berubah menjadi alat bantu canggih di berbagai sektor, mulai dari industri, penyelamatan, hingga militer.
Perkembangan teknologi perangkat keras dan kecerdasan buatan membuat anjing robot disebut juga kaninoid semakin adaptif terhadap lingkungan yang kompleks. Dibandingkan dengan robot humanoid berkaki dua, anjing robot memiliki pusat gravitasi yang lebih rendah, membuatnya lebih stabil di medan yang tidak rata.
Dilansir dari Financial Times, sejak kemunculan Aibo buatan Sony pada akhir 1990-an, yang awalnya hanya menjadi mainan futuristik, kini anjing robot telah menjalankan berbagai tugas penting. Mereka mampu melakukan pekerjaan berulang, berisiko tinggi, atau berbahaya bagi manusia, seperti pencarian korban pascabencana, pembuangan bahan peledak, hingga deteksi radiasi.
Pemerintah Inggris, misalnya, telah menguji penggunaan robot anjing untuk mendeteksi dan menjinakkan bom. Di industri, anjing robot seperti Spot dari Boston Dynamics dimanfaatkan untuk memantau keselamatan dan efisiensi produksi. Perusahaan farmasi GSK menggunakan Spot untuk memeriksa tangki propelan inhaler Ventolin, sementara AB InBev melatih Spot mendeteksi lantai licin di pabrik bir.
Fungsi Anjing Robot
Di sektor publik, anjing robot digunakan di jalan-jalan di China dan Singapura, termasuk untuk membantu penyandang tunanetra. Di Amerika Serikat, mereka juga dipakai sebagai robot patroli keamanan di area resor milik mantan Presiden Donald Trump.
Namun, penggunaan anjing robot di bidang militer memunculkan kekhawatiran. Media pemerintah China sempat menayangkan latihan tempur dengan anjing robot bersenjata. Di Ukraina, anjing robot juga dilaporkan digunakan dalam perang melawan Rusia, termasuk mengangkut senjata anti-tank.
Penggunaan ini menimbulkan tantangan etika dan citra publik bagi produsen robot. Gambaran robot bersenjata berkaki empat yang berkeliaran di jalan memicu kekhawatiran tentang masa depan yang distopia, mirip dengan film fiksi ilmiah seperti Minority Report.
Meskipun begitu, inovasi terus berkembang. Baru-baru ini, tim ilmuwan dari China memperkenalkan robot anjing amfibi yang mampu berjalan di darat dan berenang di air. Robot ini dikembangkan dengan meniru cara berenang mamalia darat, menggunakan kaki bersendi ganda untuk menjaga stabilitas dan daya apung.
"Inovasi ini menandai langkah besar dalam merancang robot yang terinspirasi dari alam," ujar Yunquan Li, peneliti yang mempublikasikan temuan ini dalam jurnal Bioinspiration and Biomimetics.