Tips Belajar Efektif Agar Mudah Dipahami dan Diingat buat Pelajar dan Mahasiswa, Otak Jadi Lebih Encer!
Southern New Hampshire University mengungkapkan mayoritas orang belajar dengan lebih efektif melalui kombinasi beberapa gaya dalam VARK.
Pernahkah kamu berpikir tentang gaya belajar yang paling sesuai untuk dirimu? Salah satu model yang dapat dijadikan acuan adalah VARK, yang terdiri dari Visual, Auditory, Read/write, dan Kinesthetic. Model ini membantu kita memahami bagaimana indra kita berfungsi dalam proses belajar. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Postgraduate Medicine pada tahun 2014 oleh Southern New Hampshire University mengungkapkan, sebagian besar individu sebenarnya lebih efektif belajar dengan menggabungkan beberapa gaya yang ada dalam VARK. Berdasarkan informasi tersebut, Alison Johnson, seorang pelatih akademik di SNHU, bersama timnya, merekomendasikan pendekatan pembelajaran yang lebih menyeluruh.
Alih-alih terjebak dalam satu jenis gaya belajar, para pelajar dianjurkan untuk memahami keseluruhan proses belajar mereka, mulai dari cara berpikir, mengingat, hingga menghadapi tantangan. Bagi kamu yang sedang menempuh pendidikan, baik sebagai pelajar maupun mahasiswa, simaklah lima langkah penting yang diusulkan oleh Johnson berikut ini!
1. Ingat Kembali Pengetahuan Sebelumnya
Ketika mempelajari hal baru, penting untuk merefleksikan kembali pengetahuan yang sudah kamu miliki. Dalam konteks belajar secara umum, kamu bisa mengingat pengalaman ketika berhasil memahami sesuatu di luar lingkungan sekolah, seperti saat kamu menguasai hobi atau keterampilan tertentu. Dari pengalaman tersebut, kamu dapat menerapkan teknik yang sama jika situasinya relevan. Untuk materi yang lebih spesifik, misalnya pada mata kuliah tertentu, mulailah dengan memahami dan mengingat topik utama dari pertemuan sebelumnya. Dengan cara ini, saat memasuki pertemuan baru, kamu sudah memiliki pemahaman dasar untuk mempelajari materi yang lebih kompleks.
2. Gunakan Growth Mindset
Pandangan kamu terhadap proses belajar dapat sangat mempengaruhi hasil yang dicapai. Jika kamu memiliki pola pikir terbuka dan percaya bahwa kemampuan dapat berkembang seiring waktu, maka itu adalah penerapan dari growth mindset. Ini bertentangan dengan fixed mindset, yang meyakini bahwa kemampuan bersifat tetap dan tidak dapat diubah. Dengan pola pikir yang mendukung pertumbuhan, kamu akan lebih siap untuk mencoba metode belajar baru, lebih mudah beradaptasi saat menghadapi kesulitan, dan lebih percaya diri dalam mengejar pemahaman yang lebih mendalam. Semakin terbuka pandanganmu terhadap proses belajar, semakin besar peluangmu untuk berkembang.
3. Kenali Hambatan Kognitif
Dalam proses belajar, adalah hal yang wajar jika kamu menghadapi berbagai hambatan. Mungkin kamu kekurangan waktu, tidak memiliki akses ke buku yang memadai, atau kurang dukungan dari lingkungan sekitar. Selain itu, ada juga hambatan yang berasal dari perbedaan kognitif atau cara kerja otak. Individu dengan ADHD, autisme, disleksia, dan dyspraxia sering kali mengalami hambatan kognitif. Namun, setiap kendala selalu memiliki potensi untuk diselesaikan. Misalnya, mereka yang memiliki ADHD dapat belajar lebih efektif dengan teknik Pomodoro, yaitu belajar dalam sesi singkat diikuti dengan jeda. Sementara itu, penderita disleksia dapat mencoba membaca dengan bantuan audio atau mencatat materi dalam bentuk gambar. Jika kamu merasa memiliki perbedaan kognitif, penting untuk melihatnya sebagai bagian dari keunikan dirimu dan tidak ragu untuk menjelajahi metode belajar yang sesuai dengan kebutuhanmu.
4. Eksplorasi Metode serta Teknologi Belajar
Setiap individu memiliki cara tersendiri dalam menyerap informasi, jadi jangan terjebak pada satu gaya belajar. Mencoba berbagai metode akan membantumu menemukan yang paling sesuai dan membuat proses belajar menjadi lebih dinamis. Beberapa strategi yang dapat kamu coba, menurut Johnson, antara lain: mengganti suasana belajar dengan berpindah tempat, menggunakan fitur voice-to-text saat membaca, mencatat dalam bentuk gambar atau mind map, menulis ringkasan materi dalam bentuk surat, hingga mencoba berbagai gaya mencatat. Intinya adalah bukan mencari cara yang populer, tetapi menemukan teknik yang paling cocok untukmu. Bahkan, banyak strategi belajar terbaik muncul dari eksperimen yang dilakukan oleh pelajar atau mahasiswa itu sendiri.
5. Cari Teman untuk Belajar dan Berbagi Pengetahuan
Belajar sendiri memang bisa menjadi pilihan, tetapi tidak selalu mudah. Menurut Johnson, melibatkan orang lain dalam proses belajar dapat membuatnya lebih menyenangkan dan lebih mudah dipahami. Bahkan, kegiatan sederhana seperti belajar bersama teman dapat meningkatkan fokus dan motivasi. Ada banyak cara untuk melibatkan orang lain dalam proses belajar, seperti bergabung dengan klub atau komunitas belajar, baik secara langsung maupun daring. Selain itu, jadwalkan waktu belajar bersama teman, pasangan, atau anggota keluarga secara rutin. Setelah sesi belajar, bagikan kembali materi yang telah kamu pelajari dengan temanmu. Ini adalah cara yang efektif untuk memperkuat ingatan, karena kamu seolah-olah menguji seberapa jauh pemahamanmu sendiri. Dengan menerapkan lima langkah di atas, kamu dapat mengenali pola belajar secara menyeluruh dan menemukan strategi terbaik yang sesuai untuk dirimu sendiri.