Prabowo Kaget Tunjuk Pengusaha Tomy Winata di Acara Bersejarah, Beri Perintah ke Teddy
Momen Presiden Prabowo Subianto salah fokus (salfok) dengan kehadiran sosok pengusaha kaya raya.
Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara peletakkan batu pertama (groundbreaking) pembangunan proyek Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi Konsorsium ANTAM-IBC-CBL di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Karawang, Jawa Barat.
Di tengah sambutannya, Prabowo mendadak dibuat salah fokus dengan kehadiran Bos Arta Graha Tommy Winata (TW) dalam acara. Prabowo bahkan menghentikan sejenak pembicaraannya untuk menyapa TW sebagai salah satu sosok penting dalam proyek tersebut.
"Oh TW (Tommy Winata) ada di sini ya. Muka familiar jadi harus saya sapa dulu. Siapa lagi ini, absen yang enggak hadir siapa," kata Prabowo seperti dikutip dalam video Youtube MerdekaDotCom (30/6).
Diketahui, jika TW hadir sebagai pemilik lahan tempat proyek ANTAM-IBC-CBL dibangun. Usai melihat kedatangan TW, Prabowo berkelakar dengan memberi perintah kepada Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya untuk mencatat tokoh-tokoh penting dalam proyek yang tidak hadir.
"Seskab nanti dicatat ya yang enggak hadir," kata Prabowo.
Tommy Winata sendiri merupakan salah satu pebisnis sukses di tanah air. Dia populer dengan julukan anggota 9 naga di Indonesia. TW, sapaan akrabnya, memiliki sejumlah bisnis di berbagai sektor di bawah Artha Graha atau Artha Graha Network.
Bisnis grup ini mencakup properti, keuangan, agroindustri, perhotelan, pertambangan, media, hiburan, ritel, serta IT dan telekomunikasi. Dia memulai bisnisnya pada tahun 1972 dengan proyek pembangunan kantor Koramil di Singkawang, Kalimantan Barat.
Kehadiran Presiden di Acara Groundbreaking
Sebagai informasi, Presiden datang ke lokasi groundbreaking pada Minggu (29/6) didampingi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri BUMN Erick Thohir.
Kemudian Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruar Sirait, Seskab Teddy, dan pejabat daerah setempat.
Kehadiran Presiden menandai dimulainya pembangunan ekosistem produksi baterai listrik nasional yang terintegrasi dari hulu ke hilir, dengan total investasi sebesar 5,9 miliar dolar AS dan proyeksi penyediaan hingga 8.000 lapangan kerja.
Presiden sempat mengatakan, jika dirinya biasanya enggan menghadiri acara peletakan batu pertama. Namun, di momen itu dia memilih hadir karena menyadari pentingnya nilai strategis proyek tersebut bagi masa depan bangsa.
“Biasanya, saya tidak terlalu mau hadir di acara groundbreaking, tapi kali ini saya hadir, karena saya sadar betul bahwa acara ini bersejarah dan punya nilai strategis,” ujar Prabowo.
Presiden mengatakan bahwa proyek ini bukan hanya simbol kemajuan teknologi, tetapi juga bagian dari upaya besar Indonesia menuju kemandirian energi dan transisi ke industri ramah lingkungan.