Niat Sholat Jenazah untuk Laki-Laki dan Perbedaannya dengan Perempuan
Memahami niat dalam sholat jenazah bagi laki-laki sangat penting.
Sholat jenazah adalah ibadah yang sangat penting dalam ajaran Islam. Ibadah ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terakhir dan doa bagi umat Muslim yang telah berpulang ke rahmatullah.
Niat sholat jenazah bagi laki-laki menjadi syarat utama yang harus dipenuhi agar ibadah ini sah. Niat ini menjadi pembeda antara sholat jenazah dengan sholat fardhu atau sunnah lainnya.
Niat sholat jenazah laki-laki sebaiknya diucapkan dalam hati dengan penuh keikhlasan. Hal ini mencerminkan kesungguhan seorang Muslim dalam mendoakan jenazah agar mendapatkan ampunan dari Allah SWT.
Melaksanakan sholat jenazah adalah kewajiban kolektif (fardhu kifayah) bagi setiap umat Islam. Mengacu pada kajian dari Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Volume. 1, No. 6 Desember 2023, pengurusan jenazah mencakup memandikan, mengkafani, mensholatkan, dan menguburkan.
Baca Juga: Cara Sholat Jenazah Lengkap dan Keutamaannya.
Apabila sebagian umat Islam telah melaksanakan kewajiban ini, maka tanggung jawab bagi yang lain akan gugur. Berikut ini adalah ulasan lengkap dari Liputan6.com mengenai niat sholat jenazah laki-laki yang perlu diketahui oleh setiap Muslim.
Pengertian Sholat Jenazah dan Hukumnya
Sholat jenazah merupakan ibadah yang dilakukan untuk mendoakan seorang muslim yang telah meninggal dunia. Ibadah ini memiliki tata cara yang berbeda dari sholat biasa, di mana tidak ada rukuk dan sujud.
Menurut Cendekia: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah, Volume 1 No. 3 2024, pelaksanaan sholat jenazah dilakukan dengan empat kali takbir. Pada takbir pertama, kita membaca Al-Fatihah, pada takbir kedua kita membaca shalawat, takbir ketiga diisi dengan doa khusus untuk jenazah, dan takbir keempat diakhiri dengan doa umum sebelum salam. Hukum melaksanakan sholat ini adalah fardhu kifayah.
Adab Bertakziah Menurut Ajaran Islam
Berdasarkan informasi dari muhammadiyah.or.id, takziah sangat dianjurkan (mutahab), bahkan bagi orang yang berbeda agama. Tujuan dari takziah adalah untuk memberikan penghiburan, menguatkan, dan membantu meringankan beban keluarga yang tengah berduka. Rasulullah SAW telah memberikan teladan mengenai adab takziah yang baik, antara lain:
- Mengucapkan belasungkawa. Ucapkan "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un" sebagai bentuk empati dan doa agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Ungkapan ini merupakan sunnah dan menunjukkan simpati yang tulus dari kita.
- Berpakaian sopan. Kenakan pakaian yang sederhana, rapi, dan tidak mencolok. Pakaian yang sopan adalah bentuk penghormatan kita kepada keluarga yang sedang berduka serta kepada jenazah.
- Mendoakan jenazah. Doakan agar almarhum/almarhumah diampuni segala dosanya dan diberikan tempat yang layak di sisi Allah SWT. Mendoakan jenazah merupakan bagian penting dari takziah dan bisa menjadi penguat bagi keluarga yang ditinggalkan.
- Memberikan dukungan praktis. Jika memungkinkan, tawarkan bantuan yang nyata seperti mengurus makanan atau kebutuhan lainnya. Bantuan semacam ini dapat sangat membantu meringankan beban keluarga yang sedang berduka.
Niat Sholat Jenazah Laki-laki Dilakukan Sendiri atau Berjamaah
Niat merupakan salah satu rukun sholat yang paling penting. Untuk sholat jenazah laki-laki, niat harus diucapkan dalam hati pada saat takbiratul ihram. Ada perbedaan dalam lafal niat antara sholat jenazah yang dilakukan sendirian dan yang dilakukan secara berjamaah. Berikut adalah niat sholat jenazah laki-laki yang dapat dilafalkan:
- Niat Sholat Jenazah Laki-laki (Sendirian)Arab:
- Latin: Usholli 'al hdzal mayyiti fardlan lillhi ta'l
- Artinya: "Aku niat shalat atas jenazah laki-laki ini fardhu karena Allah Ta'ala."
- Niat Sholat Jenazah Laki-laki (Berjamaah, sebagai Makmum)Arab:
- Latin: Ushalli 'al man shalla 'alaihil immu ma'mman fardlan lillhi ta'l
- Artinya: "Aku niat shalat atas jenazah yang dishalati imam fardhu karena Allah ta'l."
Menurut buku Fiqih Imam Syafi'i karya Wahbah Az-Zuhaili, perbedaan dalam niat ini terletak pada posisi sebagai imam atau makmum. Kata ganti 'haza' (ini) digunakan untuk jenazah laki-laki, sedangkan untuk jenazah perempuan menggunakan 'haadhihi'.
Hal ini menunjukkan pentingnya memahami konteks dan tata cara dalam melaksanakan sholat jenazah sesuai dengan ketentuan yang ada.
Niat Sholat Jenazah Bagi Perempuan Beserta Bacaan Doanya
Niat untuk melaksanakan sholat jenazah perempuan berbeda sedikit dibandingkan dengan sholat jenazah laki-laki. Perbedaan ini terletak pada penggunaan kata ganti yang ditujukan untuk jenazah yang bersangkutan. Niat ini merupakan salah satu rukun yang penting agar sholat jenazah tersebut dapat dianggap sah.
- Niat Sholat Jenazah Perempuan (Sendirian)Arab:
- Latin: Ushalli 'al hdzihil mayyitati fardlan lillhi ta'l
- Artinya: "Aku niat shalat atas jenazah (perempuan) ini fardhu karena Allah ta'l."
- Niat Sholat Jenazah Perempuan (Berjamaah, sebagai Makmum)Arab:
- Latin: Ushalli 'al man shalla 'alaihil immu ma'mman fardlan lillhi ta'l
- Artinya: "Aku niat shalat atas jenazah yang dishalati imam fardhu karena Allah ta'l."
Setelah mengucapkan niat, jamaah akan melanjutkan dengan membaca doa yang diucapkan setelah takbir ketiga. Berbeda dengan sholat jenazah laki-laki, kata ganti 'lahu' harus diubah menjadi 'laha' ketika merujuk pada jenazah perempuan. Perubahan kata ganti ini berlaku di semua bacaan doa dari takbir pertama hingga keempat, seperti yang dijelaskan dalam buku Saku Tata Cara Penyelenggaraan Jenazah karya H. Zamakhsyari Bin Hasballah Thaib LC MA PhD.
Posisi Imam dan Makmum dalam Sholat Jenazah
Posisi imam dalam sholat jenazah berbeda dari sholat berjamaah pada umumnya. Penempatan imam ditentukan berdasarkan jenis kelamin jenazah, sesuai dengan tuntunan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Berikut adalah cara menentukan posisi imam dalam sholat jenazah:
- Jenazah laki-laki: Imam berdiri sejajar dengan kepala jenazah sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum.
- Jenazah perempuan: Imam berdiri sejajar dengan bagian tengah tubuh jenazah, seperti pinggang atau perut, yang mencerminkan adab kelembutan dalam Islam.
- Jenazah lebih dari satu: Apabila terdapat beberapa jenazah, mereka disusun berderet, dan imam berdiri sejajar dengan jenazah laki-laki yang paling dekat dengan kiblat. Jika semua jenazah adalah perempuan, maka imam berdiri sejajar dengan bagian tengah jenazah terdekat.
Seluruh makmum berdiri di belakang imam dalam barisan (saf) yang teratur, seperti dalam sholat berjamaah biasa, dan mereka diharapkan menjaga kekhusyukan selama pelaksanaan sholat berlangsung.
Tata Cara dan Bacaan Sholat Jenazah
Setelah niat, pelaksanaan sholat jenazah dilanjutkan dengan empat takbir. Setiap takbir memiliki bacaan yang berbeda, dan tata cara ini harus dilakukan dengan benar. Mengacu pada buku Tuntunan Sholat Lengkap karya Moh. Rifa'i, berikut adalah tata cara dan bacaan yang perlu diperhatikan:
Takbir Pertama (Allahu Akbar): Setelah mengucapkan takbir pertama, bacalah surat Al-Fatihah. Surat Al-Fatihah dibaca dengan penuh kekhusyukan sebagai pembuka sholat jenazah, memohon petunjuk dan bimbingan dari Allah SWT dalam menjalankan ibadah ini. Membaca Al-Fatihah dengan tartil dan memahami maknanya akan menambah kekhusyukan dan keikhlasan dalam sholat jenazah. Pembacaan Al-Fatihah merupakan inti dari sholat, sehingga melakukannya dengan benar adalah suatu keharusan.
Takbir Kedua (Allahu Akbar): Setelah takbir kedua, bacalah shalawat untuk Nabi Muhammad SAW.
(Allahumma sholli 'ala Muhammadin wa 'ala ali Muhammadin kamaa shollaita 'ala Ibrahim wa 'ala ali Ibrahim wabarrik 'ala Muhammadin wa 'ala ali Muhammadin kamaa barokta 'ala Ibrahim wa 'ala ali Ibrahim fil 'alamin innaka Hamidun Majid)
Artinya: Ya Allah, limpahkan rahmat kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau melimpahkan rahmat kepada Ibrahim dan keluarganya, dan berilah keberkahan kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau memberikan keberkahan kepada Ibrahim dan keluarganya di dunia. Shalawat ini merupakan bentuk penghormatan dan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW, sebagai suri tauladan umat Islam. Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW pada takbir kedua sholat jenazah adalah sunnah yang dianjurkan, yang juga berfungsi sebagai permohonan syafaat dari Nabi Muhammad SAW untuk jenazah.
Takbir Ketiga (Allahu Akbar): Setelah takbir ketiga, bacalah doa untuk jenazah.
(Allahummaghfir lahu warhamhu wa'aafihi wa'fu 'anhu wa akrim nuzulahu wa wasssi' mudkhalahu waghsilhu bimaa'in wa tsaljin wa baradin wa naqqihi minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadhu minad danasi wa abdilhu daaron khoiron min daarihi wa ahlan khoiron min ahlihi wa zaujan khoiron min zaujihi waqihi fitnal qobri wa 'adzaaban naar)
Artinya: Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, sehatkanlah dia, dan maafkanlah dia. Muliakanlah tempat tinggalnya, lapangkanlah kuburnya, bersihkanlah dia dengan air, salju dan embun, sucikanlah dia dari dosa-dosanya sebagaimana Engkau mensucikan pakaian putih dari kotoran. Doa ini sangat penting karena merupakan inti dari sholat jenazah, yang memohon ampunan dan rahmat Allah SWT bagi yang telah meninggal dunia. Dalam buku Buku Saku Tata Cara Penyelenggaraan Jenazah karya H Zamakhsyari Bin Hasballah Thaib LC MA PhD, dijelaskan bahwa kata ganti 'lahu' untuk jenazah laki-laki diubah menjadi 'laha' untuk jenazah perempuan. Perubahan ini berlaku di semua bacaan doa pada takbir ke-1 hingga ke-4.
Takbir Keempat (Allahu Akbar): Setelah takbir keempat, bacalah doa penutup dan akhiri dengan salam.
(Allahumma la tahrimna ajrohu wa la taftinna ba'dahu waghfir lana wa lahu)
Artinya: Ya Allah, janganlah Engkau haramkan pahalanya bagi kami dan janganlah Engkau uji kami setelah kematiannya, dan ampunilah kami serta ampunilah dia. Doa ini bertujuan memohon agar pahala sholat jenazah tidak tertolak dan memohon ampunan bagi diri kita serta jenazah yang telah pergi.
Sholat Jenazah Memiliki Banyak Keutamaan
Sholat jenazah memiliki banyak keutamaan, terutama bagi mereka yang melaksanakannya. Keutamaan tersebut mencakup pahala yang besar serta menjadi bentuk solidaritas antar umat Islam. Berikut adalah beberapa keutamaan dari sholat jenazah:
- Pahala setara dua gunung besar (qirath). Berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW, orang yang menghadiri jenazah hingga disholatkan akan mendapatkan satu qirath. Jika ia hadir hingga jenazah tersebut dikuburkan, maka pahalanya menjadi dua qirath.
- Wujud kepedulian terhadap sesama muslim. Sholat jenazah merupakan hak seorang muslim atas muslim lainnya. Dengan melaksanakan sholat ini, kita menunjukkan rasa persaudaraan dan kepedulian kepada sesama.
- Doa yang mustajab bagi jenazah. Sholat jenazah adalah salah satu bentuk doa terbaik yang dipanjatkan oleh jamaah. Semakin banyak jamaah yang hadir, semakin besar kemungkinan doa tersebut dikabulkan oleh Allah SWT.
- Pengingat akan kematian. Melaksanakan sholat jenazah berfungsi sebagai pengingat bagi diri kita bahwa setiap makhluk yang bernyawa pasti akan kembali kepada-Nya. Ini mendorong kita untuk mempersiapkan diri dengan amal kebaikan yang lebih banyak.
- Mendapat syafaat dari jamaah. Apabila jenazah disholatkan oleh 40 orang muslim yang tidak menyekutukan Allah, maka syafaat dari mereka akan diterima.
Sumber
Dalam dunia fiqih, karya-karya penting seperti yang ditulis oleh Wahbah Az-Zuhaili dalam bukunya yang berjudul Fiqih Imam Syafi'i menjadi rujukan utama bagi banyak orang. Selain itu, M. Khalilurrahman juga menyusun buku berjudul Buku Pintar Shalat, yang memberikan panduan praktis tentang pelaksanaan shalat. Moh. Rifa'i dalam bukunya Tuntunan Sholat Lengkap juga memberikan penjelasan yang komprehensif mengenai tata cara shalat. Di sisi lain, H. Zamakhsyari Bin Hasballah LC MA PhD dalam Saku Tata Cara Penyelenggaraan Jenazah menawarkan panduan yang jelas tentang proses penyelenggaraan jenazah sesuai dengan syariat. Terakhir, publikasi ilmiah seperti Jurnal Budi Pekerti Agama Islam dan Cendekia: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah juga menyajikan berbagai penelitian yang relevan dengan tema agama Islam, sehingga memperkaya pengetahuan umat. Semua sumber ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam memahami dan melaksanakan ajaran Islam dengan benar.
- Az-Zuhaili, Wahbah. Fiqih Imam Syafi'i.
- Al Mahfani, M. Khalilurrahman. Buku Pintar Shalat.
- Rifa'i, Moh. Tuntunan Sholat Lengkap.
- Thaib, H. Zamakhsyari Bin Hasballah LC MA PhD. Saku Tata Cara Penyelenggaraan Jenazah.
- Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Volume. 1, No. 6 Desember 2023.
- Cendekia: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah, Volume 1 No. 3 2024.
- muhammadiyah.or.id.
Tanya Jawab Seputar Niat Sholat Jenazah
1. Apakah niat sholat jenazah perlu diucapkan secara lisan?
Tidak perlu, niat sholat jenazah tidak harus diucapkan dengan suara. Cukup niatkan dalam hati saat melaksanakan takbiratul ihram. Yang terpenting adalah menumbuhkan kesadaran dan keyakinan dalam hati untuk menjalankan sholat jenazah sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. Walaupun melafalkan niat secara lisan dianjurkan untuk memperkuat niat, hal tersebut tidak menjadi syarat sahnya sholat.
2. Apa perbedaan utama niat sholat jenazah untuk laki-laki dan perempuan?
Perbedaan utama terletak pada penggunaan kata ganti yang merujuk pada jenazah. Untuk jenazah laki-laki, digunakan frasa 'hdzal mayyiti', yang berarti "jenazah laki-laki ini". Sebaliknya, untuk jenazah perempuan, digunakan frasa 'hdzihil mayyitati', yang berarti "jenazah perempuan ini". Perbedaan ini berlaku baik ketika sholat sendirian maupun dalam kelompok.
3. Apakah sholat jenazah harus dilakukan secara berjamaah?
Sholat jenazah hukumnya adalah fardhu kifayah, yang berarti kewajiban bagi sebagian umat Islam. Namun, sholat jenazah tidak harus dilakukan secara berjamaah. Sholat ini juga bisa dilaksanakan secara individu. Jika tidak ada satu pun yang melaksanakan sholat jenazah, maka seluruh umat Muslim di daerah tersebut akan mendapatkan dosa.
4. Mengapa sholat jenazah tidak melibatkan rukuk dan sujud?
Sholat jenazah adalah ibadah khusus yang prosedurnya telah ditentukan oleh syariat. Ibadah ini merupakan bentuk doa dan permohonan ampunan, bukan sholat fisik seperti biasa. Oleh karena itu, sholat jenazah hanya terdiri dari takbir, bacaan, dan salam tanpa gerakan rukuk atau sujud, karena hal tersebut tidak disunnahkan oleh Nabi Muhammad SAW.
5. Apa yang harus dilakukan jika saya lupa bacaan dalam sholat jenazah?
Jika Anda lupa salah satu bacaan dalam sholat jenazah, seperti shalawat atau doa untuk jenazah, Anda dapat menggantinya dengan bacaan lain yang Anda hafal, asalkan sesuai dengan urutan takbir. Namun, yang paling penting adalah membaca Al-Fatihah setelah takbir pertama dan niat di awal sholat. Jika sholat dilakukan berjamaah, makmum dapat mengikuti bacaan imam dengan tetap khusyuk.
6. Apakah niat sholat jenazah berbeda untuk orang dewasa dan anak-anak?
Untuk jenazah anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan, niatnya sama dengan niat untuk jenazah dewasa. Namun, doa yang dibaca setelah takbir ketiga biasanya sedikit berbeda. Doa untuk anak-anak umumnya memohon ampunan, rahmat, dan menjadikannya sebagai syafaat bagi kedua orang tuanya.
7. Bolehkah sholat jenazah dilaksanakan di masjid?
Sholat jenazah sangat dianjurkan untuk dilakukan di masjid, terutama di area mushola atau tempat yang bersih. Ini karena masjid merupakan tempat suci yang ideal untuk memanjatkan doa, dan memudahkan banyak orang untuk berpartisipasi dalam sholat berjamaah. Selain itu, sholat jenazah juga dapat dilakukan di rumah duka atau di lokasi lain yang bersih.