Muncul Spanduk Besar Gambar Donald Trump 'Thank You Mr President' di Tel Aviv Usai AS Bombardir Iran
Berikut potret spanduk besar gambar Donald Trump di Tel Aviv usai AS bombardir Iran.
Publik kembali menyoroti Israel. Kali ini atas responsnya usai Amerika Serikat membombardir Iran. Dalam video singkat yang beredar, beberapa gedung di Tel Aviv Israel membentangkan sebuah spanduk.
Spanduk besar ini memuat gambar Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dengan ucapan 'terima kasih' nya. Sontak saja unggahan tersebut langsung mendapat atensi luar biasa dari publik.
Apalagi spanduk besar ini diketahui dibentangkan usai Amerika Serikat mengebom situs nuklir Iran. Lantas bagaimana potret spanduk besar gambar Donald Trump di Tel Aviv usai AS bombardir Iran?
Melansir dari akun Instagram hnaftali, Senin (23/6), simak ulasan informasinya berikut ini.
Spanduk Besar Gambar Donald Trump 'Thank You Mr President' di Tel Aviv
Di tengah panasnya perang dengan Iran, Israel tertangkap kamera membentangkan spanduk besar. Spanduk besar tersebut terbentang di beberapa gedung di Tel Aviv, Israel.
Menariknya, spanduk itu bukan berisikan keinginan untuk berdamai dengan negara-negara yang berkonflik dengannya. Akan tetapi, spanduk besar ini berisikan ucapan terima kasih kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
"Thank you, Mr. President (Terima kasih, Tuan Presiden)," tulisnya dalam spanduk yang dibentangkan di pinggir jalan.
Dalam video singkat kondisi Tel Aviv yang diunggah oleh pemilik akun hnaftali, terlihat spanduk besar ini juga memuat foto Donald Trump. Video ini diketahui diambil pada Minggu (22/6) pada pukul 07.56 waktu setempat.
Jadi Sorotan Publik
Video rekaman kondisi Tel Aviv Israel ini sontak mendapat atensi luas biasa dari publik. Apalagi diketahui spanduk tersebut dibentangkan usai Amerika Serikat bombardir situs nuklir Iran.
"AS menjadi boneka Israel!," tulis akun muhammadhamza2970.
"Anak kecil, Iran membuatmu kesal, lalu kau panggil Daddy Trump untuk membantumu? Bahkan remaja itu bertindak lebih baik darimu.... Betapa menyedihkannya dirimu hingga kau tidak bisa melakukan apa pun sendiri dan kemudian kau membuat Amerika bangga??? 😂," tulis akun helma199494.
"@hnaftali Apa jadinya Israel tanpa ayahnya, AS," tulis akun josue_12dhfr.
"Israel hanyalah pecundang tanpa ada Amerika... Silahkan klik terjemahan agar dunia tau apa yang saya komen 😂😂😂😂," tulis akun sjrahm.
Amerika Serikat Serang Nuklir Iran
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan bahwa pesawat tempur AS telah mengebom tiga lokasi nuklir di Iran. Di mana ini menandai eskalasi signifikan dalam perang yang sedang berlangsung antara Iran dan Israel.
"Ingat, masih banyak target yang tersisa. Malam ini adalah yang tersulit dari semuanya sejauh ini, dan mungkin yang paling mematikan," kata presiden dalam pidato singkat yang disiarkan televisi kepada rakyat Amerika.
"Tetapi jika perdamaian tidak segera datang, kami akan menyerang target-target lainnya dengan presisi, kecepatan, dan keterampilan."
Salah satu targetnya adalah Fordo, pabrik pengayaan uranium yang tersembunyi di lereng gunung terpencil yang sangat penting bagi ambisi nuklir Iran. Kami belum mengetahui skala penuh kerusakan di fasilitas tersebut.
Trump telah lama mengatakan bahwa ia menentang Iran memiliki senjata nuklir. Israel secara luas diyakini memilikinya, meskipun tidak membenarkan atau membantahnya.
Bom yang Dipakai AS Serang Nuklir Iran di Perut Gunung Bawah Tanah
Diketahuai, Fordo tersembunyi di lereng gunung di selatan Teheran, dan diyakini berada lebih dalam di bawah tanah daripada Terowongan Channel yang menghubungkan Inggris dan Prancis.
Kedalaman Fordo di bawah permukaan Bumi membuatnya sulit dijangkau dengan persenjataan Israel. Hanya AS yang dianggap memiliki bom "penghancur bunker" yang kuat dan cukup besar untuk menghancurkan Fordo.
Bom Amerika itu disebut GBU-57 Massive Ordnance Penetrator (MOP). Bom itu berbobot 13.000 kg (30.000 lb), dan mampu menembus sekitar 18 m beton atau 61 m tanah sebelum meledak, menurut para ahli.
Terowongan Fordo diperkirakan berada 80 m hingga 90 m di bawah permukaan, jadi MOP tidak dijamin berhasil, tetapi itu adalah satu-satunya bom yang dapat mendekati.
Bom berpemandu presisi seberat sekitar 30.000 pon (13.600 kilogram) ini dirancang untuk menyerang bunker dan terowongan yang terkubur dalam dan diperkeras, menurut Angkatan Udara AS.
Diyakini bahwa bom ini mampu menembus sekitar 200 kaki (61 meter) di bawah permukaan sebelum meledak, dan bom dapat dijatuhkan satu demi satu, yang secara efektif mengebor lebih dalam dan lebih dalam dengan setiap ledakan berturut-turut. Tidak diketahui dengan segera berapa banyak yang digunakan dalam serangan Minggu pagi itu.
Bom tersebut membawa hulu ledak konvensional, tetapi Badan Energi Atom Internasional telah mengonfirmasi bahwa Iran memproduksi uranium yang sangat diperkaya di Fordo, yang meningkatkan kemungkinan bahwa bahan nuklir dapat dilepaskan ke daerah tersebut jika GBU-57 A/B digunakan untuk menyerang fasilitas tersebut.
Namun, serangan Israel di lokasi nuklir Iran lainnya, Natanz, di lokasi sentrifus hanya menyebabkan kontaminasi di lokasi itu sendiri, bukan di area sekitarnya, kata IAEA. Pesawat tempur AS juga menyerang Natanz.