Jenderal Bintang 2 Polisi Terpaksa 'Pukul' Anggota Pakai Tongkat Komando, ini Gara-garanya
Begini cara jenderal bintang 2 disiplinkan anggota dengan tongkat komando.
Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Irjen Pol Hendro Pandowo memimpin apel pagi di halaman Mapolda Kepulauan Babel pada Rabu (23/4) pagi.
Berbeda dari biasanya, sang jenderal bintang dua punya cara sendiri untuk mengecek kesiapan anggotanya perihal penampilan dan anggota.
Selain melihat atribut dan seragam, Irjen Hendro Pandowo juga meminta anggotanya untuk melaksanakan baris berbaris sebagai bagian dari kedisiplinan dan kesiapan.
Video sang jenderal mengawasi jajarannya baris berbaris sempat diunggah di akun Instagram Polda Kepulauan Babel. Seperti apa selengkapnya? Melansir dari akun @humas_poldakep.babel, Jumat (25/4) berikut informasinya.
Perintahkan Anggota PBB
Halaman Mapolda Kepulauan Babel mendadak ramai saat apel yang dipimpin langsung Kapolda Irjen Hendro Pandowo.
Selain memberikan pengarahan, Irjen Hendro juga mengecek tampang dan penampilan anggotanya secara langsung.
"Pagi kemarin, Saya langsung memimpin apel pagi anggota di Halaman Mapolda. Mengecek langsung baik itu kehadiran anggota maupun sikap tampang penampilan anggota," tulisnya.
Selain mengecek satu per satu penampilan anggotanya, Irjen Hendro lantas memerintahkan anak buahnya untuk berlatih baris berbaris (PBB) di hadapannya.
"Usai mengecek anggota, Saya juga langsung memerintahkan anggota untuk kembali berlatih perdaspol salah satunya PBB," sambungnya.
Menurut Hendro, PBB dilakukan sebagai bentuk kedisiplinan dan menumbuhkan sikap jasmani yang tegap.
"Tentunya, tujuan dari hal ini ialah untuk terus mengingatkan ataupun merefleksikan kembali kepada seluruh anggota tentang PBB guna menumbuhkan sikap jasmani yang tegap dan tangkap serta meningkatkan rasa disiplin," pungkasnya.
Tegas 'Pukul' Anggota
Didampingi sejumlah perwira yang lain, Irjen Hendro melihat anggotanya selama baris berbaris. Bahkan ia sempat tak segan mengayunkan tongkat komando untuk mengarahkan jika ada kesalahan.
Beberapa anggota yang dianggap tidak serius bahkan sempat mendapat hukuman pukulan kecil dari Irjen Hendro lantaran dianggap 'senyum-senyum'.
Hendro juga berputar lapangan untuk mengecek aksi para anggota yang lain dari berbagai pangkat selama berlatih baris berbaris.
Kebijakan tersebut berlaku kepada seluruh pegawai termasuk PNS yang bertugas di Mapolda Kepulauan Bangka Belitung.