Ingat Almarhum Dalang Ki Ageng Manteb Sudarsono, Begini Penampakan Rumah Mewahnya di Pelosok Desa
Siapa sangka, di tengah-tengah area perkampungan itu, terletak sebuah rumah joglo yang cukup mencolok dan berbeda dari lainnya.
Dalang kondang sekaligus seniman kebudayaan di bidang wayang kulit, Ki Ageng Manteb Sudarsono memang telah berpulang pada tahun 2021 lalu. Meski demikian, warisan kerja kerasnya masih begitu terasa hingga saat ini.
Seperti yang tergambar dari kediaman mewah miliknya di sebuah pelosok desa berikut ini. Siapa sangka, di tengah-tengah area perkampungan itu, ada sebuah rumah joglo yang cukup mencolok dan berbeda dari lainnya.
Meski kini bukan lagi merupakan tempat tinggal sang dalang, rumah tersebut masih memiliki manfaat luar biasa bagi masyarakat sekitar. Seperti apa penampakannya? Berikut ulasan selengkapnya, dilansir dari kanal YouTube Rizquna Channel, Kamis (8/5).
Rumah Kayu Mewah Dalang Kondang
Belum lama ini, video milik kanal YouTube Rizquna Channel mengungkap sisi lain dari mendiang Ki Ageng Manteb Sudarsono. Siapa sangka, semasa hidup ternyata sang dalang memiliki kediaman cukup nyaman nan megah di tengah pelosok desa.
Masih dikelilingi udara sejuk dan alam yang asri, berdiri sebuah rumah lengkap dengan joglo khas selayaknya kediaman mewah dari Suku Jawa pada umumnya. Meski kini bukan lagi merupakan tempat tinggal sang dalang, rumah tersebut masih memiliki manfaat luar biasa bagi masyarakat sekitar.
Joglo yang menjadi halaman rumah tersebut diungkap salah satu tetangga sekitar seringkali digunakan sebagai lokasi hajatan. Si pemilik rumah kini bermaksud untuk menyewakan joglo dari kediaman sang dalang bagi tetangga kanan kiri.
“Joglonya kemarin itu dipakai buat resepsi warga,” terang salah satu warga.
“Karena disewakan juga ya?” tanya sang perekam video.
“Iya,” singkatnya.
Sosok Ki Ageng Manteb di Mata Tetangga
Semasa hidup, sang dalang diungkap tetangga juga merupakan sosok panutan. Mendiang seringkali menjadi guru dari berbagai calon seniman di seluruh penjuru negeri.
“Banyak juga yang mau berguru ke beliau, banyaknya yang datang orang jauh-jauh. Sumatera ada, Solo ada,” ungkap salah satu warga.
Di mata tetangganya sendiri, mendiang Ki Ageng Manteb diakui merupakan sosok yang berbudi pekerti baik. Meski seringkali dilanda kesibukan akibat jadwal yang padat, dia seringkali masih menyempatkan diri untuk sekadar bertegur sapa hingga menghadiri hajatan tetangga.
“Orangnya baik, semua serba baik lah ya pokoknya. Dia suka berbaur sama orang banyak atau tetangga juga, sosialnya baik juga,” imbuh dari warga sekitar.
Kini, Ki Ageng Manteb Sudarsono diketahui telah berpulang di usia 72 tahun pada tahun 2021 lalu. Almarhum pun diketahui dimakamkan tepat di sebelah pusara sang istri. Keduanya dimakamkan di sebuah lokasi khusus yang sarat dengan seni dan artistik, tak jauh dari kediamannya sendiri.
“Dan ini gapura dari makamnya, ya seperti makam-makam seniman di Jawa seperti ini ya. Nah ini beliau di sini dimakamkan berdampingan dengan istrinya,” terang sang pemilik video.
Ki Ageng Manteb Sudarsono
Dalang Ki Ageng Manteb Sudarsono sendiri adalah seorang dalang wayang kulit ternama dari Jawa Tengah yang tutup usia pada tahun 2021 silam di usia 72 tahun. Karena keterampilannya memainkan wayang, ia dijuluki “dalang setan” oleh para penggemarnya.
Dalam memainkan wayang, Ki Manteb terinspirasi dari film kung fu yang dibintangi Bruce Lee dan Jackie Chan. Dia pun terkenal dengan kemampuannya dalam menggerakkan wayang, atau biasa disebut dengan istilah “sabet”.
Saat Ki Manteb merintis jalan menjadi seorang dalang, dunia pewayangan saat itu masih dikuasai oleh Ki Narto Sabdo dan Ki Anom Suroto. Namun namanya mulai diperhitungkan saat menggelar pertunjukkan Banjaran Bima sebulan sekali selama setahun penuh pada tahun 1987.
Ki Manteb mengaku bahwa pagelaran Banjaran Bima menjadi tonggak bersejarah dalam hidupnya. Bahkan pada tahun 1990-an, popularitasnya melebihi Ki Anom Suroto. Pada tanggal 4-5 September 2004, Ki Manteb membuat rekor mendalang 24 jam tanpa henti dengan lakon Baratayudha. Berkat pementasan ini, ia memperoleh penghargaan rekor MURI pentas wayang kulit terlama.
Pada tahun 1995, Ki Manteb mendapat penghargaan dari Presiden Soeharto berupa Satya Lencana Kebudayaan. Penghargaan itu diperolehnya berkat jasanya yang berhasil membawa kemajuan di bidang kebudayaan terutama wayang kulit.