Geger Monyet Ekor Panjang Berkeliaran di Atap Rumah Warga di Semarang, Didatangi Damkar Menghilang
Video kemunculan primata liar tersebut pun beredar luas di media sosial dan membuat warga sekitar resah.
Seekor kera ekor panjang terekam berkeliaran di atas genting rumah warga di Jalan Kalimantan, Kelurahan Gedanganak, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (19/1) pagi. Video kemunculan primata liar tersebut pun viral beredar luas di media sosial dan membuat warga sekitar resah.
Dalam rekaman yang beredar, kera tersebut tampak berjalan di atas atap rumah warga. Tak hanya itu, hewan tersebut juga sempat turun ke jalan sebelum akhirnya kembali naik ke atap rumah dan berpindah ke pepohonan di sekitar permukiman.
Salah seorang warga setempat, Herda (60), mengaku merasa takut dan was-was dengan keberadaan monyet tersebut. Meski hanya seekor, ukurannya cukup besar dan terlihat agresif.
"Besar monyetnya, kayak galak gitu. Tadi pas mau divideo juga kayak mau melompat," kata Herda, Senin (19/1).
Lapor Damkar
Menurut Herda, kejadian tersebut baru pertama kali terjadi di lingkungannya. Monyet itu sempat cukup lama berkeliaran di sekitar rumah warga sebelum akhirnya pergi ke pepohonan.
"Baru sekali ini ada monyet turun rumah warga. Tadi lumayan lama di sekitar rumah warga. Mungkin ini monyet liar itu," ungkapnya.
Merasa khawatir, Herda kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Semarang.
Damkar Tak Temukan Monyet Ekor Panjang
Kepala Damkar Kabupaten Semarang, Anang Sukoco, mengatakan pihaknya bersama BPBD langsung merespons laporan tersebut dengan turun ke lokasi.
"Jadi kita datang di lokasi, monyet ekor panjang tersebut sudah tidak ada. Tapi kami sudah lakukan pencarian dan juga sudah lakukan himbauan kepada masyarakat," terangnya.
Anang menambahkan, sejak awal tahun 2026 pihaknya telah menerima dua laporan terkait kemunculan monyet ekor panjang di lingkungan permukiman. Sebelumnya, laporan serupa juga datang dari warga Desa Gogik, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.
Untuk penanganan lebih lanjut, pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah guna mengambil langkah terkait keberadaan satwa liar tersebut.
"Untuk yang di Desa Gogik itu kami sudah koordinasikan dengan BKSDA dan sudah kami pasang jebakan monyet, namun belum ada hasil. Kalau yang di Gedanganak, kita juga akan melakukan koordinasi dengan BKSDA untuk tindakan lanjutan jika monyet liar tersebut kembali," pungkasnya.