Dulu Sembuhkan Orang Pakai Batu Petir, Kini Dukun Cilik Ponari Jadi Mahasiswa Farmasi
Data dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) pun memperkuat hal ini. Muhammad Ponari Rahmatulloh masuk sebagai mahasiswa baru di 2024.
Masih ingat dengan fenomena batu sakti Ponari? Fenomena itu terjadi pada tahun 2009 silam. Kala itu, ribuan orang rela antre berhari-hari demi "air ajaib" berkah bertua dari celupan batu petir milik Ponari.
Kala itu, bocah yang dijuluki "Dukun Cilik" ini dianggap sakti mandraguna. Namun, seiring waktu, Ponari memilih jalan sunyi, jauh dari hingar-bingar mistis yang pernah membesarkan namanya.
Kini, Ponari kembali menggemparkan publik, namun dengan cara yang jauh berbeda. Bukan lagi soal dukun-dukunan, melainkan sebuah transformasi hidup yang bikin geleng-geleng kepala.
Mahasiswa Farmasi
Kabar ini bukan sekadar isapan jempol. Akun Instagram resmi Universitas Anwar Medika (@uamcampus) baru-baru ini mengunggah sebuah video yang memastikan bahwa mantan dukun cilik tersebut benar-benar menjadi bagian dari civitas akademika mereka.
Dalam unggahan tersebut, pihak kampus dengan bangga memamerkan bahwa Ponari kini tercatat sebagai mahasiswa aktif program studi D3 Farmasi.
Video itu seolah menegaskan narasi baru, Ponari si dukun cilik viral dengan pengobatan alternatifnya, kini beneran kuliah farmasi.
Langkah Ponari ini bukan sekadar cari gelar. Ada niat mendalam di baliknya, ia disebut-sebut ingin mewujudkan impian masa kecilnya yang dulu mengobati orang secara alternatif menjadi sebuah keahlian yang nyata dan diakui negara.
Dengan kuliah Farmasi, keilmuan medisnya kelak akan menjadi legal, ilmiah, dan bisa dipertanggungjawabkan, bukan lagi sekadar mitos batu petir.
Dari Mistis Menuju Medis
Data dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) pun memperkuat hal ini. Tertulis nama Muhammad Ponari Rahmatulloh masuk sebagai mahasiswa baru pada tahun 2024. Ini adalah bukti sahih bahwa ia serius menyeberang dari dunia klenik menuju dunia akademik.
Perjalanan Ponari adalah plot twist kehidupan yang inspiratif. Ia membuktikan bahwa masa lalu tidak mendefinisikan masa depan. Dari tangan yang dulu hanya mencelup batu ke air, kini tangan yang sama mulai terampil meracik obat dan menakar dosis di laboratorium.
Ponari sedang dalam perjalanan "melegalkan" takdirnya sebagai penyembuh, kali ini dengan jas putih apoteker yang sah, bukan lagi gamis dukun cilik.
Reporter magang : Muhammad Naufal Syafrie