Diincar Israel, ini Sosok Mohammed Sinwar Manusia 'Bayangan' Komandan Hamas
Mohammed Sinwar memegang peran penting di balik serangan Hamas terhadap Israel.
Israel kembali menyerang rumah sakit Eropa di Khan Younis, Gaza sejak Selasa (13/5) lalu. Menurut informasi, rumah sakit tersebut merupakan salah satu yang terbesar di Gaza.
Rudal militer Israel menghancurkan halaman dan lingkungan sekitar rumah sakit. Setidaknya 11 warga Palestina dilaporkan wafat di rumah sakit dan 40 orang lainnya luka-luka dan dievakuasi ke rumah sakit Nasser menurut laporan Al Jazeera. Namun ada banyak orang yang tertimbun dan belum ditemukan menurut pantauan sipil.
Militer Israel juga membombardir sebuah rumah dekat rumah sakit Eropa hingga mengakibatkan 10 orang meninggal dunia.
Bahkan rumah sakit yang digunakan sebagai evakuasi sementara rumah sakit Eropa tak luput dari serangan hingga mengakibatkan seorang jurnalis lokal, Hassan Eslaih wafat.
Israel juga menyerang berbagai wilayah di sepanjang Jalur Gaza dengan menyasar permukiman warga dan fasilitas umum.
Israel Incar Pemimpin Hamas
Israel berdalih serangan brutalnya ke sejumlah rumah sakit itu dilakukan untuk mengincar pemimpin Hamas, Mohammed Sinwar.
Dari keterangan yang dibagikan Pasukan Pertahanan Israel (IDF), serangan terhadap rumah sakit Eropa di Khan Younis didalihkan menarget markas Hamas yang disebut berada di bawah tanah rumah sakit.
Hamas secara tegas menolak segala klaim dari Israel yang disebut sebagai propaganda kotor.
"Hanya perlawanan Palestina, melalui platform resminya, adalah otoritas yang berwenang untuk mengonfirmasi atau membantah apa yang dipublikasikan," menurut keterangan Hamas.
Siapa Mohammed Sinwar?
Kabar terbunuhnya pemimpin Hamas Yahya Sinwar pada 2024 lalu sempat membuat militer Israel di atas angin. Namun faktanya, Hamas justru bangkit semakin kuat hingga mampu merekrut pejuang baru yang bisa menggantikan anggota yang gugur.
Alasan di balik kebangkitan Hamas adalah peran adik Yahya Sinwar yaitu Mohammed Sinwar. Mohammed Sinwar disebut sebagai sosok di balik layar hingga dijuluki 'Bayangan Hamas' oleh Wall Street Journal.
Perekrutan prajurit oleh Mohammed Sinwar telah dilakukan selama 50 tahun. Sama seperti Yahya, Mohammed Sinwar telah bergabung dengan Hamas sejak usia muda.
Selain itu, Mohammed Sinwar juga memiliki hubungan dekat dengan mantan pemimpin Hamas lain yaitu Mohammad Deif.
Berbeda dengan Yahya yang lebih banyak berada di lapangan, Mohammad Sinwar justru turut andil di balik layar. Namun sama seperti sang kakak, ia sama-sama menjadi sosok yang paling diincar oleh Israel.
"Kami bekerja keras untuk menemukannya," kata seorang pejabat senior Israel dari Komando Selatan.
Otak Hamas di Balik Serangan ke Israel
Sosok Mohammed Sinwar menjadi komandan Hamas paling senior sejauh ini bersama Izz al-Din Haddad yang memegang peran sebagai kepala militer Gaza Utara.
Mohammed Sinwar juga menjadi salah satu orang yang paling bertanggung jawab atas penangkapan seorang tentara Israel, Gilad Shalit, pada 2006 lalu menurut pejabat Israel.
Karena peran penting Mohammed Sinwar, Hamas disebut saat ini memiliki 30 ribu pejuang dalam 24 batalyon menurut laporan WSJ. Mereka berada di balik struktur militer sebuah negara.
Meski Israel mengklaim telah membunuh 17 ribu tentara Hamas, nyatanya Sinwar mengatakan bahwa Hamas sedang dalam posisi terkuatnya untuk membicarakan gencatan senjata.
“Hamas berada dalam posisi yang sangat kuat untuk menentukan persyaratannya,” tulis Sinwar.
Bahkan ia mengancam terus akan menyerang Israel jika bukan karena ingin mengakhiri penderitaan warga Gaza.
“Jika bukan kesepakatan komprehensif yang mengakhiri penderitaan semua warga Gaza dan membenarkan darah dan pengorbanan mereka, Hamas akan melanjutkan perjuangannya,” sambungnya.
Mantan perwira tinggi Israel Amir Avivi dalam pernyataanya membenarkan bahwa jumlah Hamas telah berkembang pesat daripada jumlah yang terbunuh.
“Kita berada dalam situasi di mana kecepatan Hamas membangun kembali dirinya sendiri lebih tinggi daripada kecepatan IDF membasmi mereka,” ujarnya.
Secara terbuka, Avivi membenarkan adanya peran Mohammed Sinwar dibalik besarnya jumlah pasukan Hamas.
“Mohammed Sinwar mengatur segalanya,” jelas Avivi.