Daftar Presiden AS Sakit Parah Usai Tak Lagi Menjabat, Hingga Berujung Kematian
Berikut daftar Presiden Amerika Serikat yang sakit parah usai tidak lagi menjabat.
Presiden ke-46 Amerika Serikat, Joe Biden, mengumumkan kabar mengejutkan ke publik. Usai tak lagi menjabat, ia didiagnosa menderita sebuah penyakit yang tidak main-main.
Biden didiagnosis mengidap kanker publik yang tergolong 'agresif'. Bahkan, kanker yang diidapnya ini dikabarkan telah menyebar hingga ke tulang. Hal itu seperti yang diumumkan oleh kantornya pada Minggu (18/5).
Diagnosis awal dilakukan saat Biden menjalani pemeriksaan kesehatan rutin pada Selasa minggu lalu. Kemudian, ditemukan adanya nodul kecil di prostatnya yang berusia 82 tahun.
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, pada hari Jumat, terungkap bahwa nodul tersebut adalah kanker. Saat ini, Biden dan keluarganya sedang mempertimbangkan berbagai pilihan pengobatan yang bisa diambil.
"Meskipun ini merupakan bentuk penyakit yang lebih agresif, kanker tersebut tampaknya sensitif terhadap hormon yang memungkinkan penanganan yang efektif," demikian pernyataan resmi dari kantor Biden.
Rupanya, Biden bukanlah orang pertama yang menderita penyakit serius usai tak lagi menjabat Presiden AS. Sejumlah presiden negeri Paman Sam juga diketahui mengalami hal serupa. Bahkan, berujung pada kematian.
Lantas siapa sajakah Presiden Amerika Serikat yang sakit parah usai tidak lagi menjabat? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (20/5), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Thomas Jefferson (1801–1809)
Thomas Jefferson merupakan Presiden ke-3 Amerika Serikat. Ia menjabat sejak tahun 1801-1809. Jefferson dikenal sebagai sosok bapak pendiri Amerika Serikat dan pencetus Deklarasi Kemerdekaan (1776).
Thomas Jefferson jugalah yang membuat desentralisasi pemerintahan di Amerika Serikat. Pada tahun 1809 Thomas Jefferson meninggalkan Gedung Putih. Jefferson pensiun dan tinggal di Monticello untuk memikirkan proyek besarnya sebagai rancangan awal Universitas Virginia.
Akan tetapi setelah pensiun, Jefferson menderita berbagai penyakit. Termasuk rematik parah dan infeksi saluran kemih. Ia meninggal pada tanggal 4 Juli 1826 dalam kondisi fisik yang melemah.
Atas kinerjanya selama menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat, rakyat Amerika pun membangun gedung The Jefferson Memorial di Washington D.C. untuk mengenang Thomas Jefferson. Pembukaan untuk umum secara resmi pada 26 Juni 1934.
2. Ulysses S. Grant (1869–1877)
Ulysses S. Grant merupakan Presiden ke-18 Amerika Serikat. Grant menjabat sebagai presiden selama dua masa berturut-turut yakni sejak tahun 1869-1877.
Sebelum menjadi Presiden Amerika, Ulysess Grant adalah pahlawan militer. Ia diangkat menjadi Jenderal tertinggi oleh Presiden Abraham Lincoln dalam Perang Saudara Amerika pada tahun 1864. Jenderal Grant memiliki peran penting dalam mengakhiri Perang Saudara Amerika.
Pada tahun 1877, Grant meletakkan jabatan kepresidenannya dan bergabung dengan sebuah perusahaan. Sayangnya, Ia jatuh bangkrut dan sekaligus mendapatkan kabar menyedihkan.
Grant didiagnosis menderita kanker tenggorokan dan kemungkinan besar itu karena kebiasaan merokok cerutu. Ia kemudian mulai menulis memoar dan berlomba-lomba menyelesaikan buku kenangan riwayat hidupnya dengan maut yang telah mengacamnya.
Buku tersebut rupanya dibuat untuk membayar utang dan menafkahi keluarganya. Empat hari setelah menyelesaikan bukunya, Grant mengembuskan napas terakhir pada tanggal 23 Juli 1885. Sementara itu, bukunya berhasil meraup pendapatan sebesar 450.000 USD (sekitar Rp6,7 miliar).
3. Woodrow Wilson (1913–1921)
Thomas Woodrow Wilson merupakan Presiden ke-38 Amerika Serikat. Ia menjabat sejak tahun 1913-1921. Semasa jabatannya ada peristiwa-peristiwa penting di antaranya berakhirnya Perang Dunia I, pembentukan Liga Bangsa-Bangsa (pelopor PBB), kemerdekaan banyak negara di Eropa dan munculnya hegemoni Amerika Serikat sebagai negara adidaya.
Akan tetapi, kala itu Amerika Serikat masih enggan mencampuri urusan dunia. Atas jasanya mendirikan Liga Bangsa-Bangsa, Ia menerima Penghargaan Perdamaian Nobel tahun 1919.
Sayangnya, Wilson sempat mengalami stroke parah saat masih menjabat, yang berdampak besar setelah pensiun. Ia hidup dalam kondisi lemah dan hampir tidak muncul di depan publik. Ia meninggal dunia pada tanggal 3 Februari 1924 di usia 67.
4. Dwight D. Eisenhower (1953–1961)
Dwight David "Ike" Eisenhower merupakan Presiden ke-34 Amerika Serikat. Ia menjabat sejak tahun 1953-1961. Selama Perang Dunia II, Ia menjabat sebagai Panglima Tertinggi Pasukan Ekspedisi Sekutu di Eropa, dan meraih pangkat bintang lima yang langka yaitu Jenderal Besar.
Sebelum menjadi Presiden Amerika, Eisenhower sempat menjabat sebagai Panglima Tertinggi NATO yang pertama (1951–1952).
Setelah masa kepresidenan, Eisenhower mengalami beberapa serangan jantung dan stroke ringan. Ia meninggal dunia pada 28 Maret 1969 di Washington, D.C. Eisenhower mengembuskan napas terakhir akibat gagal jantung di Walter Reed Army Medical Center diusia 78 tahun.
5. Richard Nixon (1969–1974)
Richard Milhous Nixon adalah Wakil Presiden ke-36 Amerika Serikat dan Presiden ke-37 Amerika Serikat. Ia menjabat sebagai Presiden Amerika sejak tahun 1969-1974.
Ia mengumumkan berakhirnya Perang Vietnam yang telah menelan korban ribuan tentara AS pada 23 Januari 1973. Pengumuman itu secara tidak langsung menjadi pengakuan Amerika bahwa mereka kalah perang di Asia Tenggara.
Ia kemudian menjadi presiden Amerika Serikat pertama yang mengundurkan diri dari masa jabatannya. Pengunduran dirinya datang sebagai tanggapan pada kompleksnya skandal yang disebut Skandal Watergate.
Setelah mengundurkan diri, Nixon mengalami komplikasi kesehatan. Termasuk phlebitis (radang pembuluh darah), stroke berat dan masalah jantung. Ia meninggal dunia pada 22 April 1994 dalam usia 81 setelah mengalami stroke besar.
Nixon kemudian dimakamkan di samping istrinya Pat Nixon di halaman Perpustakaan Kepresidenan Richard Nixon dan tempat kelahirannya di Yorba Linda, California.
6. Ronald Reagan (1981–1989)
Ronald Wilson Reagan adalah Presiden ke-40 Amerika Serikat. Ia menjabat sejak tahun 1981-1989. Reagan merupakan anggota Partai Republik dan menjadi tokoh penting dalam gerakan konservatif Amerika. Masa kepresidenannya dikenal sebagai era Reagan.
Pada masa jabatan pertamanya sebagai presiden, Reagan mulai menerapkan "Reaganomics" yang melibatkan deregulasi ekonomi dan pemotongan pajak dan belanja pemerintah selama periode stagflasi. Sementara itu di panggung dunia, Ia meningkatkan perlombaan senjata, mengubah kebijakan Perang Dingin dari kebijakan détente dengan Uni Soviet dan memerintahkan invasi Grenada tahun 1983.
Reagan meninggalkan jabatan presiden pada tahun 1989. Di mana saat itu perekonomian Amerika mengalami penurunan inflasi yang signifikan, tingkat pengangguran menurun, dan AS telah memasuki masa ekspansi damai terpanjang.
Pada saat yang sama, utang nasional hampir meningkat tiga kali lipat sejak tahun 1981 sebagai akibat dari pemotongan pajak dan peningkatan pengeluaran militer, meskipun ada pemotongan pengeluaran diskresioner dalam negeri.
Pada 1994, lima tahun setelah pensiun, Reagan mengumumkan bahwa Ia menderita penyakit Alzheimer. Ia meninggal dunia pada tahun 2004 setelah kondisi mental dan fisiknya terus menurun selama satu dekade.
7. George H. W. Bush (1989–1993)
George H. W. Bush adalah Presiden ke-41 Amerika Serikat. Ia menjabat sejak tahun 1989-1993. Sebelum menjabat presiden, Bush menjabat wakil presiden ke-43 dalam pemerintahan Presiden Ronald Reagan.
Bush pensiun sebagai politikus namun masih aktif menjadi pembicara-pembicara publik. Pada tahun 1994, Ia menyaksikan putranya, George W. Bush terpilih sebagai Gubernur Texas dan akhirnya terpilih ke posisi sebagai Presiden Amerika Serikat pada tahun 2000 dan dilantik pada tahun 2001.
Ia juga melihat putranya, Jeb menjadi Gubernur Florida pada tahun 1998 terutama saat Jeb Bush meletakkan jabatan pada tahun 2007.
Pada 24 Februari 2000, Bush berdiri di resepsi selama 90 menit ketika dia merasa pusing. Dia dirawat di rumah sakit dengan detak jantung yang tidak teratur.
Pada tanggal 11 Maret 2007, Bush pingsan di lapangan golf dan dirawat di Eisenhower Medical Center di Rancho Mirage. Bush kemudian didiagnosis menderita penyakit Parkinsonisme vaskular, yang membuatnya harus menggunakan kursi roda sejak tahun 2012.
Pada Juli 2015, Bush menderita cedera leher yang parah. Pada 18 Januari 2017, Ia dirawat di unit perawatan intensif di Houston Methodist Hospital, di mana Bush dibius untuk prosedur mengobati masalah pernapasan akut yang berasal dari pneumonia. Tiga bulan kemudian, Ia mengalami kekambuhan pneumonia dan dirawat di rumah sakit.
Pada 22 April 2018, satu hari setelah pemakaman istrinya, mantan presiden pun dirawat di rumah sakit dengan infeksi darah dan infeksi ini menyebabkan sepsis. George H. W. Bush meninggal dunia pada 30 November 2018, di usia 94 tahun.