Daftar Makanan Paling Tidak Enak di Dunia, Ada dari Indonesia?
Meskipun selera relatif, beberapa makanan dunia dikenal punya rasa dan aroma yang kurang sedap bagi banyak orang.
Selera lidah setiap orang tentu berbeda-beda. Selain karena rasa, tekstur makanan juga berpengaruh pada kesukaan seseorang terhadap suatu hidangan.
Namun ada beberapa makanan yang secara konsisten muncul dalam daftar 'makanan paling tidak enak' berdasarkan opini banyak orang dan bukan penilaian objektif. Daftar ini didasarkan pada berbagai sumber dan mencakup berbagai budaya kuliner.
Artikel ini akan membahas beberapa makanan yang sering disebut-sebut sebagai makanan paling tidak enak di dunia. Penting untuk diingat bahwa ini hanyalah opini sebagian orang, dan tidak mencerminkan selera seluruh populasi global.
Keanekaragaman kuliner dunia justru merupakan kekayaan budaya dan tradisi yang patut dihargai.
Meskipun beberapa makanan mungkin tampak aneh atau bahkan menjijikkan bagi sebagian orang, penting untuk memahami konteks budaya dan sejarah di balik terciptanya makanan tersebut.
Seringkali, apa yang dianggap tidak enak oleh satu budaya bisa menjadi hidangan lezat bagi budaya lain. Apa saja?
Surströmming, Hákarl, dan Casu Marzu
Surströmming, ikan herring fermentasi dari Swedia, terkenal dengan baunya yang sangat menyengat. Bau ini begitu kuat sehingga seringkali dilarang di transportasi umum. Banyak yang menganggap baunya tak tertahankan, bahkan sebelum mencicipinya.
Hákarl, daging hiu fermentasi dari Islandia, juga memiliki aroma dan rasa yang kuat, bahkan menyengat, karena kandungan amonia yang tinggi. Proses fermentasi yang unik ini menghasilkan rasa yang bagi sebagian orang sangat tidak menyenangkan.
Casu Marzu, keju dari Sardinia, Italia, mengandung larva lalat hidup. Teksturnya yang unik dan rasa yang kuat, dikombinasikan dengan keberadaan larva, membuatnya menjadi makanan yang sangat kontroversial dan tidak disukai banyak orang.
"Rasanya sangat kuat dan teksturnya sangat aneh," kata seorang pencicip yang tidak disebutkan namanya.
Makanan Tradisional Inggris dan Amerika
Beberapa hidangan tradisional Inggris, seperti fish and chips, pie, dan roast dinner, sering dikritik karena dianggap hambar atau kurang menarik bagi lidah orang dari budaya lain.
Black pudding, puding darah, juga sering disebut menjijikkan karena bahan dan teksturnya. Siapapun yang mencoba pasti akan terbayang aroma dan bahan makanan tersebut.
Makanan cepat saji Amerika juga sering menjadi sasaran kritik karena kandungan bahan olahan yang tinggi dan kurang sehat. Banyak yang menganggapnya kurang bergizi dan tidak memuaskan secara kuliner.
Belut Jeli
Beberapa orang menganggap masakan Rusia terlalu sederhana dan kurang variatif. Meskipun memiliki beberapa hidangan yang populer, masakan Rusia seringkali dianggap kurang menarik bagi mereka yang terbiasa dengan cita rasa yang lebih kompleks.
Belut jeli (jellied eels) dari Inggris, memiliki tekstur kenyal dan rasa unik yang mungkin tidak disukai semua orang.
Proses pembuatannya yang melibatkan perebusan dan pendinginan hingga membentuk jeli, menghasilkan tekstur yang bagi sebagian orang terasa aneh.
Pani ca Meusa dan Laba-laba Goreng
Pani ca meusa, sandwich dari Sisilia, Italia, terbuat dari roti lembut dan diisi dengan potongan anak sapi goreng dan kadang-kadang paru-paru. Kombinasi ini mungkin tidak sesuai dengan selera semua orang.
Laba-laba goreng dari Kamboja, merupakan hidangan yang ekstrem dan mungkin tidak dapat diterima oleh banyak orang di luar budaya tersebut. Tekstur dan rasa tarantula goreng mungkin terasa asing dan tidak menyenangkan bagi sebagian besar penikmat kuliner.
Makanan Indonesia
Menurut berbagai sumber, termasuk daftar dari Taste Atlas, beberapa makanan Indonesia yang mendapat rating rendah dan mungkin dianggap kurang enak oleh sebagian orang, di antaranya:
Tinutuan (Bubur Manado): Bubur nasi yang dicampur berbagai sayuran seperti bayam, labu, singkong, dan jagung. Mendapatkan skor rendah mungkin karena teksturnya yang sangat lembut dan rasanya yang dianggap hambar bagi sebagian orang tanpa tambahan sambal dan ikan asin.
Paniki (Sulawesi Utara): Olahan daging kelelawar yang dimasak dengan bumbu dan santan. Makanan ini dianggap ekstrem dan mungkin tidak disukai karena bahan utamanya yang tidak lazim bagi banyak orang.
Acar Kuning (Maluku): Acar yang terbuat dari campuran mentimun, wortel, dan cabai dengan bumbu kunyit, cuka, dan rempah lainnya. Skor rendah mungkin karena rasanya yang asam dan pedas yang kuat, yang tidak semua orang nikmati.
Lawar (Bali): Campuran sayuran dan daging cincang (babi, ayam, bebek, atau sapi) yang dibumbui dengan rempah-rempah, kelapa, dan kadang-kadang darah hewan. Penggunaan darah dan daging yang tidak biasa mungkin menjadi alasan sebagian orang tidak menyukainya.
Pepes Tahu (Jawa Barat): Tahu kukus yang dihaluskan dan dibumbui, lalu dibungkus daun pisang dan dikukus lagi. Skor rendah mungkin karena teksturnya yang lembut dan rasanya yang dianggap sederhana.
Wajik (Jawa): Kue tradisional dari ketan, gula aren, dan santan. Meskipun manis dan legit, beberapa orang mungkin tidak menyukai teksturnya yang lengket.