Cara Mandi Wajib Nifas Lengkap dengan Doanya, Pahami Pula Perintah serta Keutamaannya
Perlu diketahui bahwa nifas tergolong perkara hadats besar yang harus disucikan sebelum beribadah. Menyucikannya bisa dilakukan dengan mandi wajb.
Perlu diketahui bahwa nifas tergolong perkara hadats besar yang harus disucikan sebelum beribadah. Menyucikannya bisa dilakukan dengan mandi wajb, begini tata caranya.
Cara Mandi Wajib Nifas Lengkap dengan Doanya, Pahami Pula Perintah serta Keutamaannya
Cara mandi wajib nifas dan doanya penting untuk dipahami oleh wanita pemeluk agama Islam, terutama bagi kaum hawa yang baru saja melahirkan. Nifas sendiri ialah istilah dalam bahasa Arab yang menggambarkan periode pasca melahirkan.Cara mandi wajib nifas dan doanya penting untuk dipahami oleh wanita pemeluk agama Islam, terutama bagi kaum hawa yang baru saja melahirkan. Nifas sendiri ialah istilah dalam bahasa Arab yang menggambarkan periode pasca melahirkan.
Perlu diketahui bahwa nifas tergolong perkara hadats besar yang harus disucikan sebelum beribadah.
Menyucikannya bisa dilakukan dengan mandi wajb yang diawali dengan membaca niat mandi wajib nifas.
Maka dari itu, cara mandi wajib nifas juga perlu diperhatikan dan dipahami agar badan bisa kembali suci. Merangkum dari beragam sumber, Kamis (27/7) berikut adalah cara mandi wajib nifas lengkap dengan doanya untuk dijadikan tuntunan.
2023/Merdeka,com
Niat Mandi Wajib setelah Nifas
Saat seseorang usai mengalami nifas, maka perlu disucikan dengan mandi. Sebab nifas tergolong salah satu hadast besar. Setiap hadast besar mempunyai bacaan niat yang berbeda, berikut adalah niat mandi wajib setelah nifas untuk diamalkan.
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ النِّفَاسِ ِللهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla liraf'i hadatsin nifaasi lillahi Ta'aala.
Artinya: Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari nifas karena Allah Ta'ala.
Cara Mandi Wajib Nifas
1. Membaca Niat
Pertama, cara mandi wajib nifas diawali dengan niat sesuai dengan penyebab hadastnya. Membaca niat ini hukumnya wajib karena bagian inilah yang membedakan mandi wajib dan mandi biasa. Cara membaca niat mandi wajib bisa dilakukan dalam hati atau diucapkan lewat lisan.
2. Membasuh Tangan
Agar sesuai dengan sunnah Rasulullah, membasuh tangan dapat dilakukan sampai denga tiga kali. Hal itu bertujuan supaya tangan bersih dari najis.
3. Bersihkan Sela-sela Tubuh
Langkah mandi wajib dilanjutkan dengan membersihkan kotoran yang berada di sela-sela tubuh. Bagian tubuh yang biasanya kotor dan tersembunyi itu seperti bagian dubur, kemaluan, bawah ketiak, pusar dan masih banyak lagi.
4. Cuci Tangan Lagi
Usai membersihkan bagian tubuh yang kotor dan tersembunyi, tangan harus dicuci kembali. Pada zaman dahulu cuci tangan ini dilakukan dengan mengusap usapkan tangan ke tanah atau tembok. Akan tetapi saat ini cuci tangan bisa dilakukan dengan menggunakan sabun lalu dibilas bersih.
5. Berwudhu
Mandi wajib dilanjutkan dengan mengambil wudhu seperti ketika melakukan salat.
6. Sela Pangkal Rambut
Sela pangkal rambut dengan menggunakan jari-jari yang sudah dicelup ke air sampai menyentuh bagian kulit kepala.
7. Basuh Kepala
Membasahi kepala dengan mengguyurnya tiga kali sehingga seluruh permukaan pada kulit dan rambut basah terkena air.
8. Guyur Seluruh Tubuh
Usai membasahi tubuh secara merata, guyurkan dari ujung rambut hingga ujung kaki. Bisa dimulai dari bagian kanan terlebih dahulu kemudian bagian kiri.
Perintah Mandi Wajib dan Keutamaannya
Dijelaskan dalam buku Fiqh Ibadah, Zaenal Abidin jika mandi wajib adalah proses pembersihan fisik yang bersifat wajib bagi seorang muslim. Mandi wajib ini memiliki tujuan untuk membersihkan tubuh dan menyucikannya dari hadast besar.
2023/Merdeka.com
Sifatnya yang wajib mengharuskan seseorang pemeluk agama Islam mengikuti kaidah yang sudah ditentukan untuk mengerjakannya.
Saat hendak salat, seorang muslim harus berwudhu terlebih dahulu untuk menghilangkan hadast kecil. Sementara ketika berada dalam kondisi junub, usai haid atau pun nifas makan diwajibkan untuk mandi wajib.
Anjuran untuk melaksanakan mandi wajib dalam keadaan hadast dijelaskan dalam Al-Maidah ayat 6 seperti berikut, yang berbunyi:
فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا
بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Artinya:
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah.
Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.