Bacaan Doa Mengubur Ari-Ari Bayi, Ketahui Hukumnya
Di tempatk fitur ukuran teks juga masih belum muncul
Bacaan doa mengubur ari-ari bayi dan hukumnya yang penting untuk diketahui.
Bacaan Doa Mengubur Ari-Ari Bayi, Ketahui Hukumnya
Bacaan doa mengubur ari-ari bayi menjadi hal yang penting diketahui oleh umat Islam.
Mengubur ari-ari telah menjadi tradisi turun temurun yang dilakukan masyarakat Indonesia.
Dalam Islam, mengubur ari-ari bayi memang disunahkan. Tetapi dalam hal kebersihan dan bukan untuk motif lainnya.
Doa mengubur ari-ari biasanya dilafalkan sebelum ari-ari dimasukkan ke dalam tanah.
Simak ulasan selengkapnya dilansir dari laman NU Online dan berbagai sumber:
Sebelum mengubur ari-ari memang dianjurkan untuk membaca doa terlebih dahulu. Namun, tidak diperbolehkan untuk mengubur ari-ari bersamaan lafal doa atau benda-benda lainnya.
Hal ini dikarenakan memasukkan benda lain dianggap sebagai salah satu hal membuang harta yang tidak bermanfaat.
Sebelum membahas soal doa mengubur ari-ari, ada baiknya mengetahui dulu hukumnya dalam Islam.
Sunnah dalam mengubur ari-ari bayi sebagaimana kesunahan membungkus dan mengubur bagian tubuh manusia yang terpotong saat hidup, seperti tangan, kuku dan lain sebagainya.
"Adapun bagian tubuh yang terpisah dari orang hidup atau yang masih kita ragukan kematiannya, seperti tangan pencuri, kuku, rambut, gumpalan darah sebelum menjadi janin, darah bekam dan semisalnya, maka sunah dikubur karena memuliakan orangnya. Sunah pula membungkus tangan yang terpotong dan semisalnya dengan kain, sebagaimana dijelaskan secara terang-terangan oleh Imam Al-Mutawalli,"
(Muhammad Khatib As-Syirbini, Mughnil Muhtaj, [Beirut, Darul Fikr], juz I, halaman 349).
Lebih tegas, Syekh Sulaiman Al-Bujairami sebagaimana dikutip Syekh Abdul Hamid As-Syirwani menyatakan, ari-ari termasuk dalam hukum bagian tubuh yang terpisah dari orang hidup:
“Adapun ari-ari yang dinamakan khalash yang dipotong dari bayi maka merupakan bagian dari tubuhnya.” (Muhammad Abdul Hamid As-Syirwani, Hasyiyatus Syirwani, [Beirut, Darul Fikr], juz III, halaman 161).
Doa Mengubur Ari-Ari
1. Membaca Basmalah
Doa mengubur ari-ari sesuai syariat Islam yang pertama adalah membaca basmalah.
"Bismillahirrahmaanirrahiim"
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah SWT yang maha pemurah lagi maha penyayang"
2. Membaca Sholawat Nabi
Setelah membaca basmalah, bisa dilanjutkan dengan membaca salawat nabi yang berbunyi:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
"Alahumma salli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad, kama sallaita 'ala Ibrahima wa barik 'ala Muhammad kama barakta 'ala ali Ibrahim fil-'alamin, innaka hamidun majid."
Artinya:
"Ya Allah SWT, kirimlah selawat pada Muhammad dan keluarganya seperti Engkau mengirim selawat pada keluarga Ibrahim, dan kirimlah berkah pada Muhammad dan keluarganya seperti engkau mengirim berkah pada keluarga Ibrahim di antara yang lain. Ya Allah segala puji sesungguhnya hanya milik Engkau, Tuhanku yang Maha Mulia."
3. Membaca Sholawat Al-Fatih
Selain bacaan salawat nabi di atas, ketika mengubur ari-ari ayah juga bisa membacakan sholawat Al-Fatih yaitu:
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ وَالنَّاصِرِ الحَقَّ بِالحَقِّ وَالهَادِي اِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ. صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ
"Allahumma shalli wa sallim wa baarik 'alaa sayyidinaa Muhammadinil faatihi limaa ughliqa, wal khaatimi limaa sabaqa wan naashiril haqqa bilhaqqi, wal haadii ilaa shiraathikal mustaqiimi, shallaallaahu 'alaihi wa 'alaa aalihi wa ash haabihi haqqa qadrihi wa miqdaarihil 'adziimi."
Artinya:
"Ya Allah, curahkanlah rahmat takzim, salam sejahtera serta keberkahan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, sebagai pembuka sesuatu yang terkunci (tertutup) dan penutup sesuatu (para utusan) yang terdahulu.
Dialah penolong kebenaran dengan kebenaran dan pemberi petunjuk menuju jalan-Mu yang lurus. Semoga Allah melimpahkan (memberikan) selawat kepada Nabi Muhammad, keluarganya, dan para sahabatnya dengan kekuasaan dan ukuran Allah Yang Mahaagung."