Temuan Ilmuwan: Feses Sebenarnya Tak Berbau, Ini yang Menyebabkan Jadi Bau Busuk
Bakteri yang ada di dalamnya membuat senyawa memecahkan asam amino L-triptofan di saluran pencernaan.
Bakteri yang ada di dalamnya membuat senyawa memecahkan asam amino L-triptofan di saluran pencernaan.
Temuan Ilmuwan: Feses Sebenarnya Tak Berbau, Ini yang Menyebabkan Jadi Bau Busuk
Kotoran atau feses, tentu memiliki bau tak sedap. Meskipun kotoran yang berbau tajam adalah hal yang normal, namun hal ini membuat kita bertanya-tanya apa yang menyebabkan kotoran berbau busuk?
“Feses umumnya tidak berbau karena mengeluarkan produk sampingan dari pencernaan perut seseorang,” kata Shelby Yaceczko, ahli gizi klinis di UCLA Health dikutip LiveScience, Selasa (9/1).
“Skatole dikenal sebagai 3-methylindole yang merupakan salah satu senyawa dalam tinja yang menyebabkan bau busuk,” ungkap Emma Laing, profesor klinis dari Universitas Georgia AS dan juru bicara Akademi Nutrisi dan Dietetika.
“Nah, mikroorganisme ini penting untuk pencernaan dan sebagian besar merupakan penyebab bau tinja. Setiap bakteri juga mengeluarkan gas yang berbeda-beda tergantung pada jenis makanan dan zat yang diurainya,” ujar Laing.
Hal ini karena bakteri punya tugas memecah apa yang dimakan, faktor-faktor seperti pola makan, asupan alkohol, suplemen makanan, dan obat resep dapat memengaruhi bau kotoran. Alkohol gula, seperti sorbitol, sering digunakan dalam permen dan dapat membuat kotoran berbau sangat tidak sedap.
“Dan makanan yang mengandung sulfat, seperti telur, brokoli, kubis, kembang kol, bawang bombay, kacang-kacangan dan daging dapat berkontribusi pada produksi gas yang berbau telur busuk selama proses pencernaan,”
Emma Laing, profesor klinis dari Universitas Georgia, AS.
Namun, bau yang sangat busuk yang tidak kunjung hilang dapat mengindikasikan adanya masalah kesehatan yang serius.
Penyakit malabsorpsi, seperti penyakit radang usus atau penyakit celiac dapat menghalangi tubuh mencerna dan menyerap nutrisi, yang dapat menyebabkan bau busuk terus-menerus.