Satelit Mati NASA Jadi Zombie Kirim Sinyal setelah 57 Tahun, Apa yang Terjadi?
Peristiwa ini menjadikan ilmuwan kaget. Mengapa satelit mati bisa hidup?
Satelit yang sudah mati bisa bicara lagi? Itu bisa saja terjadi. Mengutip IFLScience, Senin (23/6), sebuah sinyal misterius yang dipancarkan dari orbit Bumi mengejutkan komunitas ilmiah global. Berasal dari Relay 2, satelit komunikasi milik NASA yang diluncurkan tahun 1964 dan dinyatakan mati sejak 1967.
Peristiwa ini terjadi pada 13 Juni 2024, saat tim peneliti dari Australian Square Kilometre Array Pathfinder (ASKAP) menangkap pancaran radio aneh yang berlangsung kurang dari 30 nanodetik. Setelah dianalisis, ternyata sumber sinyal bukan dari ruang angkasa dalam, melainkan dari orbit Bumi—tepatnya di lokasi di mana satelit Relay 2 berada.
Relay 2 adalah bagian dari eksperimen komunikasi satelit yang dijalankan NASA. Diluncurkan tahun 1964, satelit ini hanya aktif selama satu tahun, sebelum resmi dinonaktifkan pada September 1965. Namun, transponder-nya masih berfungsi hingga 1967, lalu benar-benar tak terdengar lagi—sampai sekarang.
Satelit kembarannya, Relay 1, dikenal sebagai satelit pertama yang menyiarkan televisi dari AS ke Jepang dan Eropa, dengan siaran pertama yang tak terlupakan: berita pembunuhan Presiden John F. Kennedy.
Apakah Satelit Ini “Bangkit” Kembali?
Tim ilmuwan dari Curtin University yang dipimpin Clancy James tidak serta-merta menyimpulkan bahwa Relay 2 kembali aktif. Mereka menyebut bahwa sinyal ini mungkin berasal dari fenomena fisik lain, dan bukan karena sistem satelit hidup kembali.
Salah satu dugaan terkuat adalah bahwa satelit telah mengumpulkan muatan elektrostatik selama puluhan tahun, dan baru saja melepaskan muatan itu dalam bentuk electrostatic discharge (ESD). Fenomena ini pernah diamati sebelumnya oleh teleskop Arecibo, namun dalam durasi yang lebih panjang.
Alternatif lainnya, sinyal bisa jadi berasal dari tumbukan mikrometeoroid kecil yang menghantam satelit. Tumbukan ini bisa menciptakan awan plasma yang menghasilkan pulsa radio serupa. Kejadian seperti ini bahkan pernah membuat awak Soyuz terjebak di orbit beberapa tahun lalu.
Walaupun Relay 2 tidak benar-benar “bangkit”, penemuan ini tetap penting. Jika memang ini adalah pelepasan elektrostatik atau akibat benturan mikrometeoroid, pemahaman baru ini bisa membantu melindungi satelit aktif di masa depan dari gangguan serupa.
Selain itu, dengan mempelajari jenis sinyal seperti ini, peneliti juga bisa memfilter gangguan radio dalam pengamatan astronomi, sehingga data dari luar angkasa jadi lebih bersih.