Misteri Sinyal Aneh Luar Angkasa yang Ditemukan Pada 1977 Akhirnya Temukan Titik Terang

Ilmuwan mulai temukan titik terang sinyal aneh itu. Namun, masih ada beberapa ilmuwan ragu terhadap temuan tersebut.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Misteri Sinyal Aneh Luar Angkasa yang Ditemukan Pada 1977 Akhirnya Temukan Titik Terang
Misteri Sinyal Aneh Luar Angkasa yang Ditemukan Pada 1977 Akhirnya Temukan Titik Terang (Big Ear Radio Observatory and North American Astrophysical Observatory (NAAPO))

Pada Agustus 1977, teleskop radio Big Ear milik Universitas Ohio State mendeteksi sinyal aneh dari dekat konstelasi Sagittarius. Sinyal tersebut 30 kali lebih kuat dari suara latar ruang angkasa dan dipancarkan pada frekuensi 1.420 megahertz, yang secara alami dipancarkan oleh hidrogen—elemen paling melimpah di alam semesta.

Karena itulah, banyak astronom menduga sinyal ini mungkin merupakan upaya komunikasi dari kehidupan ekstraterestrial.

Mengutip Indy100, Rabu (11/9), sinyal misterius ini segera dikenal sebagai "sinyal Wow!" setelah astronom Jerry Ehman menulis kata “Wow!” pada printout data tersebut. Hampir 50 tahun berlalu, tidak ada sinyal serupa yang pernah terdeteksi lagi. Upaya untuk menjelaskan sinyal ini menggunakan fenomena alam juga tidak pernah berhasil secara meyakinkan, sehingga beberapa pihak menyimpulkan bahwa ini bisa jadi bukti keberadaan alien.

Namun, baru-baru ini, tim ilmuwan mengajukan teori baru yang tidak ada kaitannya dengan alien. Abel Méndez, astrobiolog dari Universitas Puerto Rico, percaya bahwa sinyal tersebut mungkin merupakan bukti adanya flare langka. Menurut Méndez dan timnya, sebuah bintang magnetik yang padat—dikenal sebagai magnetar—mungkin melepaskan ledakan kuat yang kemudian mengenai awan hidrogen dingin di antariksa.

Dalam makalah yang diajukan ke Astrophysical Journal, mereka menjelaskan bahwa awan hidrogen ini kemudian memancarkan radiasi yang terdeteksi oleh teleskop Big Ear.Méndez dan timnya sampai pada hipotesis ini setelah secara tidak sengaja menemukan delapan sinyal serupa saat meneliti data lama dari Observatorium Arecibo yang kini sudah ditutup.

Sinyal-sinyal tersebut direkam antara Februari dan Mei 2020, dengan frekuensi yang mendekati frekuensi sinyal "Wow!" yaitu 1.420 megahertz. Fakta bahwa beberapa sinyal ini tercatat hanya dalam satu jam data Arecibo menunjukkan kemungkinan asal usul alami.

Namun, sinyal-sinyal baru ini 50 hingga 100 kali lebih lemah daripada sinyal "Wow!" asli, yang menurut Méndez karena sinyal-sinyal tersebut tidak dicerahkan oleh magnetar. Jika terkena radiasi magnetar untuk beberapa menit lebih lama, mereka akan memiliki intensitas yang sama dengan sinyal "Wow!".

Reaksi Para IlmuwanWalaupun beberapa astronom merasa antusias dengan hipotesis baru ini, banyak yang tetap skeptis. Michael Garrett, ketua Komite Permanen SETI dari Akademi Astronautika Internasional, menyatakan bahwa teori ini menarik tetapi tampaknya terlalu rumit.

Para skeptis juga berpendapat bahwa beberapa kebetulan harus terjadi secara bersamaan agar teori ini benar.Jason Wright, profesor astronomi di Penn State, menambahkan bahwa fenomena yang diusulkan ini belum pernah diamati sebelumnya dan kondisi fisik yang diperlukan sangatlah spesifik dan rapuh.

Méndez berencana melanjutkan penyelidikannya di arsip Arecibo untuk mengungkap lebih banyak informasi tentang lokasi sinyal-sinyal tersebut. Namun, untuk melakukan ini dengan akurat, dia membutuhkan peta resolusi tinggi dari daerah langit yang mencakup awan hidrogen.

Untuk itu, Méndez dan rekan-rekannya membutuhkan bantuan Very Large Array, jaringan teleskop radio besar di New Mexico.Méndez berharap penemuan lebih lanjut akan memberikan wawasan baru tentang sinyal "Wow!" dan sinyal-sinyal lainnya yang ditemukan belakangan. Tetapi, untuk saat ini, dia mengakui, "Apa pun hasilnya, ini akan memberikan sesuatu untuk dipikirkan." 

Rekomendasi