Samsung Patenkan Ponsel Lipat 360 Derajat
Samsung daftarkan paten ponsel lipat 360 derajat yang bisa dilipat ke depan dan belakang. Desain ini buka potensi baru di dunia smartphone lipat.
Samsung kembali memperkuat posisinya di pasar ponsel lipat dengan mengajukan paten untuk perangkat foldable 360 derajat, memungkinkan layar dilipat ke depan maupun ke belakang.
Inovasi ini berpotensi mendobrak batas desain smartphone saat ini dan membuka babak baru dalam teknologi layar fleksibel.
Paten tersebut terdaftar di World Intellectual Property Organization (WIPO) dan menggambarkan perangkat dengan engsel fleksibel yang memungkinkan lipatan dua arah. Ini berbeda dari desain foldable tradisional yang hanya bisa dilipat satu arah; ke dalam atau ke luar.
Mengutip GizChina, Minggu (30/3), berdasarkan skema dalam dokumen paten, ponsel dapat digunakan dalam berbagai konfigurasi: layar penuh terbuka, setengah tertutup, atau terlipat sepenuhnya ke arah luar.
Mekanisme engsel dirancang agar layar tetap aman dan tidak mengalami tekanan berlebihan saat dibuka dari kedua sisi.
Samsung juga menyertakan gambar yang menunjukkan bahwa ponsel ini dapat berdiri sendiri saat dilipat sebagian, memberi kemungkinan penggunaan baru seperti mode tenda untuk menonton konten atau video call hands-free.
Meski belum ada konfirmasi kapan perangkat ini akan dirilis secara komersial, paten ini memperlihatkan ambisi Samsung untuk melampaui tren desain foldable saat ini.
Samsung sendiri telah memimpin pasar ponsel lipat global melalui lini Galaxy Z Fold dan Z Flip, dan pengajuan paten ini mengisyaratkan fase baru dari ekspansi teknologi mereka.
Para analis menilai bahwa perangkat dengan desain 360 derajat dapat memberikan fleksibilitas pengguna yang jauh lebih tinggi, sekaligus menantang pesaing seperti Huawei, Oppo, dan Motorola yang juga tengah mengembangkan teknologi serupa.
Namun, masih banyak tantangan teknis yang harus diatasi, terutama terkait daya tahan engsel, kualitas layar fleksibel, dan efisiensi baterai pada perangkat dengan mekanisme lipat penuh seperti ini.
Hingga kini, Samsung belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana komersialisasi desain ini. Namun, pengajuan paten ini memberi sinyal kuat bahwa era ponsel lipat dua arah mungkin tidak lama lagi akan tiba.