NASA Siapkan Hadiah Rp47 Miliar untuk Ide Pengelolaan Limbah di Bulan
Tantangan ini menjadi bagian penting dari persiapan NASA untuk pendirian pos lunar permanen dalam program Artemis.
NASA resmi meluncurkan LunaRecycle Challenge, sebuah kompetisi terbuka global dengan total hadiah hingga $3 juta bagi siapa saja yang mampu mengembangkan sistem pengelolaan limbah padat berkelanjutan untuk misi jangka panjang di Bulan.
Tantangan ini menjadi bagian penting dari persiapan NASA untuk pendirian pos lunar permanen dalam program Artemis, serta eksplorasi lebih lanjut ke Mars.
Berbeda dengan misi di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) yang memungkinkan pengembalian limbah ke Bumi, misi ke Bulan menuntut kemandirian penuh.
Limbah harus diperlakukan sebagai sumber daya yang dapat diolah kembali, baik untuk pemeliharaan habitat maupun produksi peralatan.
“Kita tidak bisa bergantung pada pengiriman ulang atau evakuasi limbah,” kata juru bicara NASA dikutip TheDailyGalaxy, Minggu (13/4).
“Sistem yang dirancang harus berfungsi selama satu tahun penuh di permukaan Bulan," tambahnya.
Kompetisi ini terbagi dalam dua tahap. Pada tahap pertama, peserta diminta merancang konsep sistem daur ulang yang menekankan efisiensi, ketahanan, dan minimalisasi dampak lingkungan.
Tahap kedua menantang peserta yang terpilih untuk membuat prototipe fisik serta digital twin dari sistem tersebut, yang nantinya diuji melalui simulasi berbasis Bumi. NASA menyediakan hadiah $1,4 juta untuk prototipe terbaik dan $600.000 untuk digital twin paling unggul.
Selain menjadi solusi untuk luar angkasa, NASA berharap teknologi dari tantangan ini bisa diterapkan di Bumi, khususnya dalam pengelolaan limbah di wilayah terpencil, daerah bencana, dan kota-kota besar dengan volume sampah tinggi.
“Solusi daur ulang untuk luar angkasa bisa jadi pemicu industri baru di Bumi,” tambah perwakilan NASA.
Proposal tahap pertama dapat diajukan hingga 31 Maret 2025. Siapapun, baik individu maupun tim dari seluruh dunia, dapat mengikuti kompetisi ini.
Bahkan peserta baru tetap bisa bergabung di tahap kedua, meski belum mengikuti fase awal. Inisiatif ini juga menegaskan komitmen NASA terhadap inovasi kolaboratif global untuk masa depan eksplorasi luar angkasa yang lebih bersih dan berkelanjutan.