Blak-blakan Bos Apple di WWDC 2025 soal Siri AI yang Ditunda Tahun Depan
Acara WWDC 2025 yang digelar pekan ini dianggap kurang gebrakan.
Apple tampaknya belum siap sepenuhnya menyambut era kecerdasan buatan. Dalam ajang Worldwide Developers Conference (WWDC) 2025 yang digelar pekan ini, raksasa teknologi asal Cupertino itu secara terbuka mengakui bahwa proyek besar pembaruan Siri dengan kecerdasan buatan (AI) masih belum memenuhi standar kualitas mereka.
“Proyek ini butuh waktu lebih lama untuk mencapai standar kualitas tinggi kami, dan kami akan membagikan lebih banyak detailnya tahun depan,” ujar Craig Federighi, Kepala Divisi Perangkat Lunak Apple dikutip NYPost, Selasa (10/6).
Keputusan ini menjadi sinyal kuat bahwa Apple masih tertinggal dari para pesaingnya dalam menghadirkan inovasi AI yang siap pakai. Bahkan Analis Wedbush, Dan Ives menyebut acara WWDC 2025 dinilai datar dan minim kejutan.
“Secara keseluruhan, ini membosankan,” katanya.
Apple memang memperkenalkan beberapa pembaruan, mulai dari tampilan baru sistem operasi yang disebut “Liquid Glass” hingga rencana mengganti penamaan iOS dengan versi tahun, misalnya iOS 2025 alih-alih iOS 19. Namun sorotan terbesarnya adalah karena AI dianggap justru tampil setengah hati.
Kompetitor Bergerak Cepat, Apple Masih Main Aman
Saat Apple masih menyusun rencana, para pesaingnya terus bergerak cepat. OpenAI, misalnya, belum lama ini mengakuisisi perusahaan milik mantan desainer iPhone, Jony Ive, untuk mengembangkan perangkat keras khusus AI.
Google pun terus mengembangkan Gemini AI dan fitur berbasis AI generatif di Android. Namun analis industri, Paolo Pescatore, menyebut posisi Apple masih sangat kuat berkat basis pengguna aktifnya yang besar.
“Apple masih dalam posisi yang diidamkan karena punya pengguna loyal dalam jumlah masif,” ujarnya.
Meski begitu, Pescatore juga memperingatkan bahwa Apple harus hati-hati agar tidak mengecewakan para fans.
“AI mungkin belum jadi fitur yang dicari pengguna secara langsung, dan belum menghasilkan pendapatan besar—setidaknya untuk saat ini. Tapi persepsi negatif bisa berdampak besar dalam jangka panjang,” tegasnya.
Secara keseluruhan, WWDC 2025 mencerminkan posisi Apple yang masih “bermain aman” di tengah kompetisi AI global. Perusahaan ini tampaknya memilih menunda peluncuran besar demi menghindari skenario gagal seperti beberapa eksperimen masa lalu.
Namun, strategi ini juga membawa risiko. Ketika publik dan investor menuntut lompatan besar, Apple justru tampil konservatif. Dalam lanskap teknologi yang bergerak cepat, menunda terlalu lama bisa berarti kehilangan momentum.