Mengunjungi Pesanggrahan Kotanopan Mandailing, Saksi Bisu Presiden Soekarno Persatukan Rakyat Sumatra
Di pesanggrahan ini terpajang bingkai foto Presiden Soekarno saat melakukan pidato di tangga pintu masuk.
Di pesanggrahan ini terpajang bingkai foto Presiden Soekarno saat melakukan pidato di tangga pintu masuk.
Mengunjungi Pesanggrahan Kotanopan Mandailing, Saksi Bisu Presiden Soekarno Persatukan Rakyat Sumatra
Pasca Proklamasi Kemerdekaan, kondisi pemerintahan Indonesia masih belum stabil karena banyaknya gejolak dari dalam maupun luar negeri. Akibat gejolak itu, presiden Ir. Soekarno bersama wakilnya Mohammad Hatta serta beberapa tokoh nasionalis lainnya sempat diasingkan ke Pulau Sumatra. Maka tak heran jika di Pulau ini ada banyak lokasi bersejarah yang menyimpan cerita menarik.
Foto: Youtube lokotlubis madina Di Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal terdapat sebuah bangunan bernilai sejarah tinggi serta menjadi saksi bisu gejolak pasca kemerdekaan. Bangunan itu bernama Pesanggrahan Kotanopan.
Melansir dari disdik.madina.go.id, tempat ini menjadi Pesanggrahan terbesar dan terbaik di Sumatra. Dibangun pada 1930, Presiden Soekarno kala itu sempat melakukan pidato singkat untuk mempersatukan masyarakat Sumatra yang ingin merdeka.
Bangunan Bergaya Belanda
Melansir dari kanal Youtube milik Vinsensius Benny, tampak luar dari bangunan Pesanggrahan Kotanopan ini masih kental sekali dengan arsitektur Belanda.
Pintu-pintu maupun jendela yang terpasang di setiap sudut pesanggrahan ini masih tampak orisinal. Namun, sudah ada beberapa bagian yang sudah direnovasi, di antaranya lantai yang sudah lebih modern.Ketika memasuki area bangunan, langsung bertemu dengan semacam ruang utama yang berukuran cukup megah. Suasana klasik sangat terasa ketika berada di dekat ruangan tersebut. (Foto: Youtube/Vinsensius Benny)
Di sisi kiri dan kanan ruang tamu, terdapat beberapa kamar-kamar yang berjajar.
Presiden Soekarno diketahui dulu menempati kamar nomor 1, tepat di sebelah kanan ruang utama.
Ada Terowongan
Melansir dari merdeka.com, di rumah yang mayoritas bercat warna putih ini terdapat terowongan yang memanjang dari pesanggrahan hingga perbukitan dengan jarak 7 km.
Selain itu, di pesanggrahan ini terpajang bingkai foto Presiden Soekarno saat melakukan pidato di tangga pintu masuk. Bagian bawahnya terdapat tulisan "Presiden Soekarno berdiri di tangga Pesanggrahan Kotanopan ketika berpidato pada rapat raksasa di Kotanopan 16 Juni 1948".
Selain bangunannya yang masih kuno, beberapa perabotan-perabotan yang ada di dalam pesanggrahan juga sarat dengan gaya Belanda. Perabotan terbuat dari kayu tersebut ada semacam motif-motif yang indah.