Dijegal Korsel, Indonesia Gagal ke Final Piala Sudirman 2025
Ganda putri Amallia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti meminta maaf karena tidak dapat memberikan poin.
Tim bulu tangkis Indonesia mengalami kekalahan di semifinal Piala Sudirman 2025. Dalam pertandingan yang berlangsung di Xiamen Fenghuang Gymnasium pada Sabtu (3/5), Alwi Farhan dan rekan-rekannya harus mengakui keunggulan Korea dengan skor 2-3 dalam perebutan tiket ke final.
Meskipun sempat tertinggal dua kali, yaitu 0-1 dan 1-2, Indonesia berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Namun, kekalahan tidak dapat dihindari setelah pasangan ganda putri Amallia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti kalah dalam partai penentuan.
Dalam pertandingan terakhir, Tiwi dan Fadia berhadapan dengan pasangan ganda putri peringkat tiga dunia, Baek Ha-na dan Lee So-hee. Mereka berjuang selama 1 jam 31 menit sebelum akhirnya menyerah dengan skor rubber game 10-21, 21-18, dan 15-21.
"Saya terima kasih banyak untuk Fadia karena dia sudah bermain di partai pertama tadi di ganda campuran lalu memaksa bermain di ganda putri. Tentu saja tidak mudah," ungkap Tiwi setelah pertandingan.
Dia juga meminta maaf karena tidak dapat memberikan poin, meskipun mereka telah berusaha keras di lapangan. Fadia juga menyampaikan perasaan yang sama.
"Saya sudah mengeluarkan semua kemampuan hari ini," kata pebulu tangkis berusia 24 tahun tersebut.
"Rasanya sangat kecewa karena tidak bisa sumbang poin untuk Indonesia di dua sektor hari ini."
Fadia kemudian menambahkan, "Terima kasih untuk koh Didi dan tim pelatih sudah mempercayakan saya selama di Piala Sudirman ini."
Pertarungan fisik, keterampilan, dan mental
Tiwi dipasangkan dengan Fadia berdasarkan kebutuhan dan strategi tim. Biasanya, Tiwi berkolaborasi dengan Febriana Dwipuji Kusuma, sedangkan Fadia berduet dengan Lanny Tria Mayasari. Meskipun mereka adalah pasangan yang dibentuk secara mendadak, Tiwi dan Fadia mampu memberikan tekanan pada Baek Ha-na dan Lee So-hee. Hal ini terbukti ketika pasangan asal Korea tersebut terpaksa bermain hingga rubber game sebelum akhirnya meraih kemenangan.
“Di game pertama, kami terlalu ikut pola permainan lawan yang lambat. Mereka sangat konsisten dan sulit dibongkar pertahanannya,” ungkap Tiwi. Ia juga menambahkan, “Di game kedua, kami bisa bermain lebih baik dan memaksa rubber game. Di game penentuan, memang semuanya diuji. Dari fisik, teknik, sampai mental,” jelas Tiwi. Dengan demikian, meskipun awalnya mereka tidak dipersiapkan sebagai pasangan tetap, Tiwi dan Fadia menunjukkan performa yang mengesankan.
Hasil pertandingan antara Indonesia dan Korea
Ganda campuran: Dejan Ferdinansyah dan Siti Fadia Silva Ramadhanti menghadapi Seo Seung-jae dan Chae Yu-jung dengan hasil 10-21, 15-21. Tunggal putra: Alwi Farhan bertanding melawan Cho Geonyeop dan berhasil meraih kemenangan dengan skor 16-21, 21-8, 21-8. Tunggal putri: Dalam pertandingan antara Putri Kusuma Wardani dan An Se-young, Putri mengalami kekalahan dengan skor 18-21, 12-21. Ganda putra: Bagas Maulana dan Muhammad Shohibul Fikri berhadapan dengan Kim Won-ho dan Seo Seung-jae, di mana mereka berhasil menang setelah pertarungan ketat dengan skor 21-18, 13-21, 25-23. Ganda putri: Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Amallia Cahaya Pratiwi melawan Baek Ha-na dan Lee So-hee, namun harus mengakui kekalahan dengan hasil 10-21, 21-18, 15-21.