Usmile Indonesia Luncurkan Pasta Gigi Beraroma Parfum Hadir di Indonesia, Solusi buat Bau Mulut
Dalam sesi edukasi kesehatan gigi, drg. Aswar Sandi menjelaskan bahwa sebagian besar masalah gigi kuning terjadi akibat penumpukan plak.
Masalah gigi kuning serta bau mulut masih menjadi keluhan utama masyarakat Indonesia. Konsumsi kopi, teh, rokok, hingga makanan beraroma tajam kerap meninggalkan noda dan memicu bau tidak sedap.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, sebuah produk Usmile indonesia pasta gigi terbaru hadir dengan pendekatan berbeda memadukan teknologi enzim pemutih dengan aroma parfum food-grade yang dapat bertahan hingga 12 jam, acara ini berlangusng pada Rabu, (10/12) di GoWork RDTX Event Space, RDTX Square Lt. 9 Jl. Prof. Dr. Satrio No.164, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Dalam sesi edukasi kesehatan gigi, drg. Aswar Sandi menjelaskan bahwa sebagian besar masalah gigi kuning terjadi akibat penumpukan plak dan noda dari makanan dan minuman.
"Banyak orang menyikat gigi terlalu cepat atau dengan tekanan berlebihan. Kebiasaan ini justru dapat merusak enamel, membuat gigi lebih sensitif, dan mempercepat perubahan warna gigi menjadi kuning," tuturnya.
Pasta gigi berteknologi 3D stain-removal yang diperkenalkan ini menggunakan formulasi enzim natural layaknya smart cleaner, menargetkan noda dari kopi atau teh tanpa mengikis enamel. Hasil uji laboratorium menunjukkan gigi dapat menjadi hingga empat tingkat lebih cerah setelah penggunaan rutin.
Selain mengurangi noda, formula ini juga diperkaya kandungan zinc glycinate dan apple polyphenols, yang berfungsi menetralkan gas sulfur penyebab utama bau mulut alih-alih hanya menutupinya dengan aroma. Hal ini menjadikannya lebih efektif untuk masyarakat yang gemar konsumsi makanan berbau kuat seperti durian, jengkol, atau petai.
Perlindungan Enamel dan Solusi untuk Gigi Sensitif
Varian lain dari produk tersebut hadir dengan pendekatan lebih intensif bagi pengguna dengan gigi sensitif atau yang menginginkan hasil pemutihan lebih cepat. Formula ini mengombinasikan mineral hydroxyapatite (HAP) dengan teknologi F-CaP, yang secara klinis dikenal dapat membantu memperkuat enamel dan mendukung proses perbaikan mikro pada permukaan gigi Menurut hasil pengujian laboratorium, gigi dapat tampak lebih cerah dalam tujuh hari penggunaan.
drg. Aswar menegaskan bahwa pasta gigi ideal bukan hanya memutihkan, tetapi juga mampu melindungi enamel dan mengatasi sumber bau mulut secara langsung.
"Bau mulut sering kali hanya ditutupi aromanya, bukan dinetralisir sumber penyebabnya," katanya.
Pendekatan berbasis enzim natural ini dinilai lebih aman bagi pengguna dengan sensitivitas gigi, pengguna behel, serta masyarakat yang ingin meminimalkan risiko kerusakan enamel akibat metode pemutihan yang abrasif. Selain itu, teknologi tambahan seperti Advanced Stain-Shield membantu mencegah noda baru, terutama bagi penikmat kopi dan teh.
Reporter Magang : Mochamad Aidil Akbar