RS Jantung di Malaysia Ini Punya Teknologi Canggih, 15 Persen Pasien Orang Indonesia
Cardiac Vascular Sentral Kuala Lumpur (CVSKL) menjadi salah satu tujuan berobat jantung orang Indonesia.
Sebagian kecil orang Indonesia ternyata memutuskan untuk melakukan pengobatan khusus jantung di Malaysia. Tepatnya di Cardiac Vascular Sentral Kuala Lumpur (CVSKL).
Hal itu disampaikan Lau Zhi Khoon, Senior Manager, Regional and International Marketing, CVSKL & Hospital Picaso.
"15 persen dari total pasien kami berasal dari Indonesia," ujar dia di Malaysia, Kamis (26/11).
Menurutnya, kebanyakan pasien Indonesia yang datang punya penyakit jantung yang complicated. Misalnya adanya plak di pembuluh jantung yang sulit ditangani. Sehingga, pasien memutuskan untuk berobat ke CVSKL.
"Banyak. Mulai dari bypass, pasang ring jantung yang complicated, katup jantung, aritmia, dan lain sebagainya," ungkapnya.
Di sisi lain, ia pun tak menampik adanya tujuan lain dari pasien Indonesia yang datang selain medical tourism dan layanan. Tujuan itu terkait dengan harga yang lebih murah.
"Dibandingkan dengan Singapura. Di sana harganya jauh lebih mahal dibandingkan di kami. Untuk para dokternya pun sama dari Malaysia," jelas dia.
Pelayanan Beda
Selain teknologinya, banyak pasien Indonesia menilai pengalaman perawatan di CVSKL terasa lebih manusiawi.
CVSKL menerapkan pendekatan yang menekankan empati: dokter dan perawat mendengarkan secara aktif, menjelaskan dengan jelas tanpa membuat pasien merasa diburu waktu, dan selalu memastikan keluarga memahami setiap langkah perawatan.
"Pendekatan ini membuat proses medis yang biasanya penuh kecemasan berubah menjadi perjalanan yang lebih terarah dan menenangkan," ungkapnya.
Akses menuju CVSKL juga menjadi faktor penting. Dari KLIA atau KLIA2, pasien dapat langsung naik KLIA Ekspres ke KL Sentral, dengan rumah sakit berada hanya beberapa langkah dari pintu kedatangan.
Karena bangunannya bekas mall, maka kombinasi lokasi strategis, alur cepat, dan fasilitas lengkap membuat banyak pasien dari Jakarta, Medan, Surabaya, Makassar hingga Pontianak dapat menyelesaikan evaluasi medis hingga tindakan dalam satu atau dua hari.