Penyakit Kuning pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Penanganan yang Tepat Tanpa Harus Dijemur
Penyakit kuning pada anak, atau ikterus, ditandai dengan kulit dan mata yang menguning akibat bilirubin tinggi. Kenali penyebab, gejala, dan cara penanganannya.
Penyakit kuning, atau ikterus, adalah kondisi umum yang sering terjadi pada bayi baru lahir dan anak-anak. Kondisi ini ditandai dengan perubahan warna kulit dan bagian putih mata (sklera) menjadi kuning. Apa penyebab penyakit kuning pada anak? Bagaimana cara mendeteksi dan menanganinya dengan tepat?
Dilansir dari ANTARA, menurut dokter anak subspesialis neonatologi, dr. Rosalina Dewi Roeslani, Sp.A(K), penyakit kuning pada bayi baru lahir seringkali disebabkan oleh dehidrasi akibat kurangnya asupan ASI. Bilirubin, pigmen kuning dalam darah, seharusnya dikeluarkan melalui feses dan urin. Namun, dehidrasi menyebabkan bilirubin diserap kembali oleh tubuh, sehingga menimbulkan warna kuning pada kulit dan mata.
Selain dehidrasi, penyakit kuning juga bisa disebabkan oleh berbagai faktor lain, seperti infeksi, gangguan hati, gangguan saluran empedu, atau penghancuran sel darah merah yang berlebihan. Penting untuk memahami penyebab yang mendasari agar penanganan yang tepat dapat segera dilakukan.
Penyebab Penyakit Kuning pada Anak
Penyakit kuning pada anak dapat disebabkan oleh berbagai faktor, tergantung pada usia anak. Pada bayi baru lahir, penyebab yang paling umum adalah penyakit kuning fisiologis, yang disebabkan oleh belum matangnya fungsi hati dalam memproses bilirubin. Kondisi ini biasanya hilang dalam 1-2 minggu.
Namun, penyakit kuning yang muncul dalam 24 jam pertama setelah lahir atau yang berlangsung lebih dari dua minggu memerlukan perhatian medis segera. Faktor risiko lain pada bayi baru lahir termasuk kelahiran prematur, kekurangan cairan (dehidrasi), perbedaan golongan darah antara ibu dan bayi (inkompatibilitas Rh atau ABO), dan kurangnya asupan ASI.
Pada anak yang lebih besar, penyakit kuning biasanya menandakan adanya penyakit lain, seperti infeksi (hepatitis, infeksi saluran kemih), gangguan hati (sirosis hati), gangguan saluran empedu (batu empedu, penyumbatan saluran empedu), penghancuran sel darah merah yang berlebihan (anemia hemolitik), atau efek samping obat-obatan tertentu.
Gejala Penyakit Kuning pada Anak
Gejala utama penyakit kuning adalah perubahan warna kulit dan mata menjadi kuning. Pada bayi, gejala lain yang mungkin muncul meliputi demam, kejang, sulit bernapas, rewel, hilangnya nafsu makan, urine berwarna gelap, dan tinja berwarna pucat.
Pada anak yang lebih besar, gejala tambahan mungkin termasuk kulit gatal dan nyeri perut. Penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika anak Anda menunjukkan gejala-gejala tersebut, terutama jika penyakit kuning muncul dalam 24 jam pertama setelah lahir atau berlangsung lebih dari 2 minggu.
Menurut Ikatan Dokter Indonesia (IDI), kondisi anak dengan bilirubin tinggi dapat mengganggu perkembangan anak yang baru lahir bila telah melewati sawar otak. "Maka akan terjadi kerusakan otak yang bersifat permanen," kata dr. Rosalina Dewi Roeslani, Sp. A(K).
Penanganan Penyakit Kuning pada Anak
Penanganan penyakit kuning bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Pada bayi dengan penyakit kuning fisiologis, seringkali tidak diperlukan pengobatan khusus, cukup dengan pemantauan dan pemberian ASI yang cukup. Pemberian ASI yang cukup sangat penting untuk membantu tubuh memproses dan mengeluarkan bilirubin melalui urin dan feses.
Untuk kasus yang lebih serius, pengobatan dapat meliputi fototerapi (penyinaran dengan cahaya biru untuk membantu tubuh memecah bilirubin), transfusi tukar darah (penggantian darah bayi dengan darah yang memiliki kadar bilirubin normal), imunoglobulin (suntikan imunoglobulin jika penyakit kuning disebabkan oleh inkompatibilitas Rh), obat-obatan (untuk mengatasi infeksi atau penyakit yang mendasari), atau pengobatan penyakit yang mendasarinya.
Dr. Rosalina Dewi Roeslani menegaskan bahwa menjemur anak di bawah sinar matahari bukanlah terapi untuk menyembuhkan penyakit kuning pada bayi. "Jemur sekali lagi tidak bisa mengobati (penyakit kuning pada bayi). Tidak bisa juga mencegah," katanya. Meskipun sinar matahari memiliki efek positif untuk mengurangi kuning dengan panjang gelombang tertentu, namun hanyalah sebagai penetrasi, bukan mengobati.
Komplikasi dan Pencegahan
Jika penyakit kuning tidak ditangani dengan baik, terutama pada bayi, dapat menyebabkan kernikterus, yaitu kerusakan otak permanen akibat penumpukan bilirubin di otak. Kernikterus dapat menyebabkan berbagai masalah jangka panjang, termasuk gangguan pendengaran, cerebral palsy, dan keterlambatan perkembangan.
Pencegahan penyakit kuning pada anak meliputi pemberian ASI yang cukup sejak dini, memastikan kecukupan cairan, dan segera berkonsultasi dengan dokter jika muncul gejala penyakit kuning. Deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius.
Sebagai penutup, penyakit kuning pada anak adalah kondisi yang umum terjadi, tetapi penting untuk dipahami penyebab, gejala, dan penanganannya. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika Anda memiliki kekhawatiran tentang penyakit kuning pada anak Anda. Informasi ini bersifat umum dan tidak dapat menggantikan konsultasi dengan dokter.