Menuju Indonesia Emas, Inilah 7 Kebiasaan Sehat yang Harus Dimiliki Anak
Bangun pagi, mengonsumsi makanan bergizi, dan menyukai belajar merupakan tujuh kebiasaan sehat yang penting bagi siswa.
Pembentukan karakter di kalangan generasi muda merupakan elemen krusial untuk mencapai Indonesia Emas 2045.
Pemerintah menekankan pentingnya membiasakan anak-anak usia sekolah untuk menerapkan gaya hidup sehat, disiplin, dan peduli terhadap sesama sejak usia dini.
Salah satu pilar utama dalam upaya ini adalah penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, gemar belajar, berinteraksi dengan masyarakat, serta tidur tepat waktu.
Direktur Sekolah Menengah Pertama, Kemendikdasmen RI, Dr. Maulani Mega Hapsari, S.IP., M.A., menyatakan bahwa kebiasaan sederhana ini berpotensi menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul yang siap menghadapi tantangan di masa depan.
"SDM yang unggul merupakan poin terpenting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Delapan karakter utama bangsa, yaitu religius, bermoral, sehat, cerdas dan kreatif, kerja keras, disiplin, mandiri, dan bermanfaat, harus dicapai melalui pembiasaan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat," ungkap Dr. Maulani.
Ia juga menambahkan bahwa pendidikan karakter yang berbasis pada kebiasaan sehari-hari perlu melibatkan orang tua, guru, dan komunitas agar dapat tertanam dengan baik pada anak.
"Kami mengapresiasi setiap pihak yang berkontribusi dalam melakukan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat. Hal ini tentu positif bagi pembiasaan 7 kebiasaan anak hebat," tambahnya. Dengan kolaborasi semua pihak, diharapkan karakter yang diinginkan dapat terwujud dan mendukung cita-cita besar bangsa.
Peran sektor swasta dalam mendukung pembiasaan hidup sehat sangat penting
Salah satu langkah positif untuk mencapai tujuan tersebut diambil oleh Kao Indonesia melalui program Anak KAO (Kreatif, Aktif, Optimis) -- Sekolah Sehat 2025. Program ini resmi diperkenalkan di SMPN 16 Jakarta pada Kamis, 21 Agustus 2025, dengan dukungan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), serta Wahana Visi Indonesia.
Fokus utama dari program ini adalah edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang sejalan dengan tujuh kebiasaan anak hebat. Dalam program ini, anak-anak diajarkan berbagai praktik sederhana, seperti mencuci tangan dengan sabun (CTPS), mandi setelah beraktivitas, menjaga kebersihan pakaian, manajemen kebersihan menstruasi, serta kebiasaan memilah sampah agar tidak berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
Shoichi Hasegawa, Presiden Direktur Kao Indonesia, menekankan bahwa kesehatan dan kebersihan anak memiliki dampak langsung terhadap kualitas belajar mereka.
"Kami bangga dapat melanjutkan kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan generasi masa depan yang sehat fisik maupun mental, serta peduli lingkungan. Tahun ini kami memperluas jangkauan program ke Nusa Tenggara Timur dan Papua, sekaligus menghadirkan kompetisi Duta Anak KAO di tingkat SMP," ungkap Shoichi.
Sejak peluncurannya pada tahun 2016, program ini telah menjangkau lebih dari 42.600 anak di berbagai sekolah dasar dan menengah. Evaluasi yang dilakukan tahun lalu menunjukkan bahwa 98 persen siswa memahami penerapan PHBS. Di tahun 2025, targetnya adalah lebih dari 10.000 siswa akan terlibat, termasuk di daerah Indonesia Timur.
Dukungan dari Kementerian Kesehatan melalui program GERMAS
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menganggap inisiatif semacam ini sangat penting untuk memperkuat Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).
Menurut Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kemenkes RI, dr. Elvieda Sariwati, M.Epid., anak-anak harus diajak untuk secara konsisten menerapkan pola hidup sehat.
"Program edukasi Anak KAO diharapkan tidak hanya mengajarkan pentingnya hidup bersih, tetapi juga menciptakan lingkungan kondusif. Mulai dari makan bergizi seimbang, rajin olahraga satu jam per hari, hingga cek kesehatan rutin. Dukungan orang tua, guru, dan Puskesmas menjadi kunci," ungkap dr. Elvieda.
Dia juga menambahkan bahwa saat ini Kemenkes sedang menjalankan program cek kesehatan gratis di sekolah-sekolah.
"Diharapkan program edukasi ini mendukung agar semua anak sekolah mendapatkan layanan cek kesehatan gratis dan tindak lanjut hasilnya, sehingga anak tumbuh sehat, bugar, dan cerdas," tuturnya.
Program ini bertujuan untuk memastikan bahwa anak-anak tidak hanya memahami pentingnya kesehatan, tetapi juga dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan melibatkan berbagai pihak, diharapkan kesadaran akan kesehatan dapat meningkat di kalangan generasi muda.
Anak Cerdas dalam Mengelola Sampah
Selain melaksanakan program edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Kao Indonesia juga mengimplementasikan program Anak KAO BISA (Bijak Sampah) di sepuluh sekolah yang telah dipilih.
Dalam program ini, anak-anak diajak untuk mengumpulkan dan memilah kemasan bekas produk Kao agar dapat didaur ulang bersama mitra pengelola sampah. Shoichi menekankan bahwa perubahan perilaku anak akan lebih efektif jika diiringi dengan tindakan nyata. "Kami ingin anak-anak menjadi agen perubahan melalui kompetisi Duta Anak KAO dan praktik pemilahan sampah. Dengan begitu, pembelajaran tidak hanya sebatas teori tetapi juga aksi nyata di sekolah," katanya.