Benarkah KB IUD Picu Depresi? Fakta, Studi, dan Cara Mengatasi Perubahan Mood
Kontrasepsi IUD, terutama yang hormonal, dikaitkan dengan risiko depresi. Ini fakta, studi terkait, efek samping, dan cara mengatasi perubahan mood akibat IUD.
Intrauterine Device (IUD) atau alat kontrasepsi dalam rahim adalah metode kontrasepsi yang efektif. Namun, muncul pertanyaan, benarkah KB IUD bisa menyebabkan depresi? Beberapa penelitian menunjukkan adanya potensi peningkatan risiko depresi terkait penggunaan IUD hormonal, tetapi bukti yang ada masih beragam dan belum sepenuhnya konklusif.
Artikel ini akan mengupas tuntas hubungan antara KB IUD dan depresi, menelaah studi-studi yang ada, serta memberikan informasi mengenai efek samping IUD dan cara mengatasi perubahan mood yang mungkin timbul. Tujuannya adalah memberikan informasi yang akurat dan komprehensif agar Anda dapat membuat keputusan yang tepat mengenai pilihan kontrasepsi Anda.
IUD hadir dalam dua jenis utama: IUD yang mengandung tembaga dan IUD yang mengandung levonorgestrel (LNG-IUD). LNG-IUD adalah jenis IUD hormonal yang melepaskan levonorgestrel, hormon wanita yang mungkin terkait dengan depresi. Beberapa merek LNG-IUD yang tersedia antara lain Kyleena, Skyla, dan Mirena. Merek mana pun yang direkomendasikan dokter Anda, semuanya mengandung hormon yang sama, tetapi kadar hormonnya mungkin berbeda.
Hubungan Antara IUD dan Depresi: Fakta dan Studi
Hubungan antara IUD dan depresi masih menjadi topik perdebatan di kalangan peneliti dan profesional kesehatan. Beberapa studi menunjukkan adanya kaitan antara penggunaan IUD hormonal dan peningkatan risiko depresi, sementara studi lain tidak menemukan hubungan yang signifikan.
Sebuah studi tahun 2023 yang meneliti data selama 7 tahun dan lebih dari 700 ribu orang di Swedia menunjukkan bahwa penggunaan LNG-IUD dikaitkan dengan peningkatan risiko depresi sebesar 57%. Studi ini juga mencatat bahwa orang-orang yang paling berisiko adalah mereka yang mulai menggunakan IUD selama masa remaja dan mereka yang belum pernah menggunakan bentuk kontrasepsi hormonal sebelumnya.
Studi yang lebih lama dari tahun 2016 meneliti penggunaan kontrasepsi hormonal oleh lebih dari 1 juta orang, termasuk koyo, cincin, dan LNG-IUD. Temuan mereka menunjukkan adanya hubungan antara kontrasepsi hormonal dan peningkatan risiko depresi. Mereka menemukan bahwa sekitar 2,2% orang yang memulai kontrasepsi hormonal mulai menggunakan antidepresan dalam waktu 1 tahun dibandingkan dengan 1,7% yang tidak memulai kontrasepsi hormonal.
Dalam studi kasus tahun 2020, para peneliti membahas pemahaman saat ini tentang kontrasepsi hormonal dan fluktuasi alami kadar hormon sepanjang hidup seseorang. Mereka menyarankan bahwa pemberian resep kontrasepsi hormonal mungkin memerlukan pemantauan dan perubahan berkelanjutan sepanjang hidup seseorang. Mereka juga menyarankan agar gejala depresi atau perubahan suasana hati mungkin merupakan reaksi obat yang merugikan terkait dengan LNG-IUD. Mereka menyarankan agar dokter memberikan informasi tertulis tentang risiko depresi atau perubahan suasana hati seseorang yang terkait dengan penggunaan LNG-IUD.
Bukti Potensial yang Menentang Peningkatan Risiko
Meskipun beberapa studi menunjukkan adanya peningkatan risiko depresi terkait penggunaan IUD hormonal, studi lain memberikan bukti yang kurang meyakinkan. Sebuah studi tahun 2022 menemukan bukti yang kurang meyakinkan yang mendukung risiko LNG-IUD. Dalam tinjauan sistematis mereka, para peneliti memasukkan 22 studi. Mereka menemukan hal berikut:
- 10 studi menunjukkan peningkatan risiko depresi
- 1 melaporkan peningkatan kecemasan
- 1 melaporkan peningkatan risiko bunuh diri
- 4 melaporkan tidak ada hubungan dengan depresi
- 2 menunjukkan penurunan risiko
- 4 melaporkan hasil yang tidak pasti terkait dengan kondisi kesehatan mental lainnya
Dalam kesimpulan mereka, mereka menyarankan agar dokter umum, ginekolog, dan psikiater harus menyadari potensi hubungan antara penggunaan LNG-IUD dan depresi atau kondisi kesehatan mental lainnya. Mereka juga menyarankan agar studi di masa depan terus meneliti bagaimana LNG-IUD dapat memengaruhi risiko depresi.
Tinjauan sistematis lain dari tahun 2018 meneliti 26 studi. Mereka menemukan bukti yang tidak cukup untuk menunjukkan bahwa kontrasepsi hormonal meningkatkan risiko depresi.
Efek Samping IUD yang Perlu Diwaspadai
Selain potensi risiko depresi, penting untuk mengetahui efek samping lain yang mungkin timbul akibat penggunaan IUD. IUD umumnya merupakan bentuk kontrasepsi yang aman dan efektif. Baik IUD yang mengandung tembaga maupun LNG-IUD memberikan kontrasepsi yang efektif lebih dari 99% setelah dimasukkan.
Namun, IUD tidak melindungi terhadap infeksi menular seksual (IMS). Risiko potensial yang umum termasuk pelepasan atau perpindahan IUD yang tidak disengaja. Ini sering terjadi dalam 3 bulan pertama setelah pemasangan. Ada sedikit risiko tusukan atau kerusakan rahim. Potensi risiko kehamilan yang tidak diinginkan setelah pemasangan IUD mungkin juga ada.
Cara Mengatasi Perubahan Mood Akibat IUD
Jika Anda mengalami depresi atau masalah kesehatan mental lainnya, pertimbangkan untuk mendiskusikan pilihan Anda dengan ginekolog atau profesional kesehatan lainnya. Ginekolog atau profesional kesehatan lainnya dapat merekomendasikan pelepasan IUD hormonal jika mereka menduga bahwa hal itu menyebabkan depresi pada seseorang. Mereka juga dapat merekomendasikan penggunaan bentuk kontrasepsi yang berbeda.
Selain itu, mereka dapat menyarankan perawatan berdasarkan gejala. Untuk depresi, perawatan umum meliputi:
- Psikoterapi: Juga dikenal sebagai terapi bicara, psikoterapi dapat membantu seseorang mengatasi emosi dan pikiran mereka.
- Pengobatan: Beberapa antidepresan dapat membantu mengatasi gejala depresi. Obat mana yang diresepkan oleh profesional kesehatan akan bervariasi berdasarkan respons seseorang terhadap pengobatan, obat lain, dan preferensi pribadi untuk pengobatan.
- Perubahan gaya hidup: Beberapa orang mungkin menemukan bahwa membuat perubahan pada gaya hidup mereka dapat memengaruhi suasana hati mereka. Modifikasi yang dapat memengaruhi kesehatan mental meliputi tidur lebih banyak di malam hari, berolahraga, makan makanan sehat, dan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi stres, seperti meditasi atau yoga.
Perawatan lain, seperti terapi cahaya dan penggunaan suplemen herbal, tersedia.
Konsultasikan dengan Dokter Jika Mengalami Perubahan Mood
IUD yang mengandung hormon dapat meningkatkan risiko Anda terkena depresi. Tetapi, tidak semua bukti ilmiah mendukung klaim tersebut. Jika Anda khawatir tentang bagaimana IUD dapat memengaruhi kesehatan mental Anda, Anda mungkin ingin mempertimbangkan untuk berbicara dengan ginekolog tentang kekhawatiran Anda sebelum perangkat ditanamkan.
Mereka dapat merekomendasikan bentuk kontrasepsi alternatif atau membantu memantau kesehatan mental Anda jika Anda memutuskan untuk memasang perangkat tersebut. Jika Anda mengalami depresi setelah pemasangan IUD — atau kapan saja — pilihan pengobatan tersedia yang dapat membantu. Terapi bicara, pengobatan, dan perubahan gaya hidup seringkali dapat membuat perbedaan dan memperbaiki gejala.