Beda Teknologi Operasi Robotik dengan Laparoskopi
Ada perbedaan dari sisi teknologi bedah robotik dengan laparoskopi.
Teknologi bedah robotik semakin menjadi pilihan utama dalam penanganan berbagai kasus kanker, salah satunya kanker kolorektal (usus besar) dan prostat.
Mengapa demikian? Karena dibandingkan dengan metode laparoskopi, operasi menggunakan robot dinilai lebih presisi, aman, dan membantu proses pemulihan pasien lebih cepat.
Laparaskopi ialah prosedur bedah minimal invasif yang menggunakan sayatan kecil dan alat khusus bernama laparoskop.
Konsultan Bedah Kolorektal dari Hospital Picaso, Dato’ Dr. Luqman Mazlan, menjelaskan bahwa teknologi robotik memberikan tingkat akurasi yang lebih tinggi karena mampu menampilkan struktur saraf secara lebih jelas dan detail.
“Dengan robot, gerakan lebih jitu dan akurat. Teknologinya memungkinkan kita melihat urat saraf dengan sangat jelas. Kalau pakai laparoskopi, untuk kasus kanker besar di ruang yang sempit, kadang cukup sulit. Dengan robot, yang dulu susah sekarang jadi lebih mudah,” ujar Dr. Luqman saat dijumpai di Selangor, Malaysia, Selasa (26/11).
Tak hanya itu saja, penggunaan teknologi robotik berdampak terhadap proses penyembuhan pasien. Luka bekas sayatan operasi yang umumnya besar, sekarang tak lagi seperti itu.
Dokter hanya butuh sayatan kecil untuk bisa melakukan operasi. Kemajuan teknologi ini berimbas terhadap pasien bisa pulih lebih cepat dibanding tindakan bedah konvensional atau laparoskopi.
“Semakin maju suatu negara, potensi atau angka kejadian kanker biasanya juga meningkat. Karena itu, teknologi yang lebih presisi dan modern menjadi sangat penting dalam penanganannya,” jelasnya.
The Avengers
Terkait keunggulan teknologi robotik di Hospital Picaso dibanding rumah sakit lain, Dr. Luqman menyebut bahwa secara umum teknologi yang digunakan relatif serupa karena sebagian besar rumah sakit memakai sistem dari produsen yang sama.
“Robot bedah seperti Da Vinci itu dikembangkan oleh satu perusahaan besar, sehingga teknologinya hampir sama di banyak rumah sakit. Yang membedakan adalah pengalaman dokter dalam menggunakannya,” ungkapnya.
Menurutnya, tim dokter di Hospital Picaso sudah memiliki pengalaman klinis yang luas dalam penggunaan bedah robotik, sehingga pasien bisa mendapatkan hasil yang lebih optimal.
Dr Sharifah Halimah Jaafar, Konsultan Ginekologi dan Spesialis Endometriosis, Hospital Picaso menganalogikan para dokter-dokter di Hospital Picaso seperti personel di film besutan Marvel, The Avangers. Semua ahli-ahli terbaik soal bedah, berkumpul di Hospital Picaso.
“Kami seperti The Avangers,” ujarnya.