Kemenkes Proyeksikan RSUP M Djamil Padang Jadi Pusat Pengampu Laparoskopi Nasional

Kementerian Kesehatan resmi menunjuk RSUP M Djamil Padang sebagai rumah sakit pengampu laparoskopi nasional, melatih dokter se-Indonesia untuk bedah minimal invasif.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kemenkes Proyeksikan RSUP M Djamil Padang Jadi Pusat Pengampu Laparoskopi Nasional
Kementerian Kesehatan resmi menunjuk RSUP M Djamil Padang sebagai rumah sakit pengampu laparoskopi nasional, melatih dokter se-Indonesia untuk bedah minimal invasif. (AntaraNews)

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia telah menunjuk Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr M Djamil Padang, Sumatra Barat, sebagai pusat pengampu layanan laparoskopi nasional. Penunjukan ini bertujuan untuk melatih para dokter dari seluruh Indonesia agar mampu memberikan layanan bedah minimal invasif yang modern. Langkah strategis ini diharapkan dapat memperluas jangkauan teknik bedah canggih ke berbagai daerah di Tanah Air.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin secara langsung menyampaikan harapan besar ini saat berkunjung ke RSUP M Djamil Padang pada Jumat lalu. Beliau menekankan pentingnya peran rumah sakit tersebut dalam pemerataan kualitas layanan kesehatan. "Saya harapkan RSUP Dr M Djamil Padang dapat mengampu 514 kabupaten dan kota di Indonesia agar bisa melakukan layanan laparoskopi," ujar Budi Gunadi Sadikin.

Keputusan Kemenkes ini didasari oleh kesiapan dan kontribusi signifikan RSUP M Djamil Padang yang telah terbukti. Rumah sakit ini memiliki keunggulan sebagai pusat fellowship kolorektal dan didukung oleh tenaga ahli yang mumpuni dalam bidang laparoskopi. Inisiatif ini menandai komitmen kuat pemerintah untuk merevolusi layanan bedah di Indonesia.

RSUP M Djamil Padang memiliki posisi strategis dalam upaya Kemenkes untuk merevolusi layanan bedah di Indonesia. Penunjukan sebagai rumah sakit pengampu laparoskopi nasional didasarkan pada dua alasan utama. Pertama, rumah sakit ini telah menjadi pusat fellowship kolorektal, yang menjadikannya memiliki tenaga ahli yang kompeten dalam layanan laparoskopi dan siap melatih dokter-dokter bedah dari seluruh negeri.

Alasan kedua adalah keberadaan lima dokter bedah digestif di RSUP M Djamil yang memiliki komitmen kuat untuk berbagi ilmu dan keahlian mereka. Kesiapan para ahli ini menjadi modal penting dalam menyebarkan teknik bedah minimal invasif ke seluruh pelosok Indonesia. Komitmen Kemenkes adalah memperluas jangkauan teknik bedah minimal invasif atau laparoskopi ke seluruh kabupaten atau kota di Indonesia.

Teknik laparoskopi sendiri menawarkan berbagai keunggulan dibandingkan metode bedah konvensional. Dengan hanya menggunakan sayatan kecil, teknik ini mampu mengurangi risiko morbiditas pasien secara signifikan. Selain itu, masa rawat inap pasien juga dapat dipersingkat, sehingga mempercepat proses pemulihan dan meningkatkan efisiensi layanan kesehatan.

Revolusi layanan bedah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien dan mengurangi beban sistem kesehatan. Dengan semakin banyak dokter yang menguasai teknik laparoskopi, akses terhadap bedah modern akan semakin merata.

Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap peran sentral RSUP M Djamil, Kementerian Kesehatan tidak hanya memberikan kepercayaan, tetapi juga alokasi anggaran yang signifikan. Kemenkes mengucurkan bonus anggaran sekitar Rp500 miliar yang akan digunakan untuk pembangunan gedung baru di RSUP M Djamil Padang. Dana ini diharapkan dapat menunjang fasilitas dan infrastruktur yang lebih modern untuk mendukung program pengampuan laparoskopi.

Menkes Budi Gunadi Sadikin juga menyampaikan pesan khusus terkait penggunaan anggaran tersebut. Sebagian dana akan dialokasikan untuk pengembangan pendidikan, khususnya pembangunan laboratorium yang bagus untuk Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi (PDRPI) FK Unand. Tujuannya adalah agar mereka bisa melakukan penelitian lebih baik dan mendukung inovasi di bidang kesehatan.

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan kerja sama penting antara RSUP M Djamil dengan PT Olympus Singapore Ltd dan PT Olympus Medical Indonesia. Kerja sama ini ditandatangani oleh Direktur Utama RSUP M Djamil Dovy Djanas, FISQua, dan President Director PT Olympus Medical Indonesia Koji Onda. Selain itu, juga ditandatangani kerja sama Fellowship Endo-Laparoscopic antara RSUP M Djamil Padang dengan Kolegium Bedah, memperkuat jaringan pelatihan dan pengembangan keahlian.

Kerja sama ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan institusi pendidikan dalam memajukan layanan kesehatan di Indonesia.

Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi, menyambut baik pendirian Endo-Laparoscopy Education and Training Center ini. Menurutnya, pusat pelatihan ini merupakan bukti nyata dari upaya bersama dalam memenuhi amanat Undang-undang No 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Mahyeldi berharap, dengan adanya pusat pelatihan tersebut, aksesibilitas layanan minimal invasif di Sumbar dan sekitarnya semakin merata, serta kualitas sumber daya manusia (SDM) kesehatan juga semakin kompetitif.

Direktur Utama RSUP M Djamil, Dovy Djanas, menegaskan bahwa hadirnya Endo-Laparoscopy Education and Training Center menjadi salah satu tonggak penting dalam roadmap pengembangan Center of Excellence di rumah sakit. "RSUP M Djamil mengambil posisi strategis dalam perubahan melalui pusat pelatihan yang telah kami luncurkan hari ini, kami ingin memastikan Sumbar dan Indonesia bagian tengah-barat tidak tertinggal dalam era bedah modern," tegasnya.

Dovy Djanas juga menyatakan keyakinannya bahwa operasi minimal invasif, endoskopi, dan laparoskopi adalah masa depan pelayanan bedah modern. Ia percaya bahwa teknik-teknik ini akan membuat prosedur bedah lebih cepat, lebih aman, dan secara signifikan meningkatkan kualitas hidup pasien. Visi ini selaras dengan upaya pemerintah untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih baik dan merata bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi