Aktivitas Padat Rentan Membuat Gen Z Alami Kulit Gatal
Masalah kesehatan rawan dialami oleh usia berapa saja termasuk pada Gen Z. Salah satu masalah yang disebut rentan dialami mereka adalah kulit gatal.
Masalah kesehatan rawan dialami oleh usia berapa saja termasuk pada Gen Z. Salah satu masalah yang disebut rentan dialami mereka adalah kulit gatal.
Aktivitas Padat Rentan Membuat Gen Z Alami Kulit Gatal
Gen Z, terutama, rentan mengalami kulit gatal yang menjadi masalah utama mereka, dipaparkan oleh Pakar Dermatologi dan Venereologi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia, dr Eko Prakoso Wibowo, Sp.DV. Dia menjelaskan bahwa aktivitas tinggi yang sering dilakukan di luar, seperti berlari atau bersepeda, meningkatkan keringat yang pada gilirannya membuat kulit lebih rentan mengalami gatal.
"Usia produktif mengharuskan mereka melakukan aktivitas yang tinggi di luar, belum lagi yang hobinya lari, bersepeda, keringat jadi lebih banyak sehingga menimbulkan kulit yang lebih gatal," terang Eko beberapa waktu lalu dilansir dari Antara.
Eko menegaskan bahwa gatal bukan hanya menyebabkan ketidaknyamanan, tetapi juga merupakan gejala yang muncul dari berbagai masalah kulit lainnya. Dia menyebut beberapa kondisi kulit yang sering dijumpai, seperti eksim, infeksi jamur, dan jerawat, yang kerap disertai dengan gejala gatal.
“Cuaca panas dapat meningkatkan aktivitas kelenjar minyak sehingga menyebabkan kambuhnya eksim tipe seboroik. Iritasi debu serta stres berlebih dapat menyebabkan dermatitis atopik. Juga beberapa jenis eksim lainnya seperti dermatitis kontak alergi dan neurodermatitis, juga diawali dengan gatal,” jelas Eko.
Dalam menangani gatal, obat golongan antihistamin sering diresepkan oleh dokter. Terapi topikal dengan kortikosteroid, urea, dan menthol juga bisa mengurangi gejala gatal.
Menurut Eko, pengobatan yang diberikan bergantung pada kondisi kulit yang dialami pasien. Pada kasus eksim, disarankan untuk menggunakan produk dengan kandungan ceramide, menghindari paparan sinar matahari yang berlebihan, dan mandi dengan air yang tidak terlalu panas untuk mengurangi gatal.
Dr. Amelia Soebyanto, Sp.DV, seorang spesialis dermatologi dan venereologi, menyoroti perlunya menjaga kelembaban kulit dengan membersihkan kulit secara rutin menggunakan sabun lembut setidaknya dua kali sehari. Penggunaan pelembab dan tabir surya juga dianjurkan untuk menjaga kondisi kulit.
"Minum air putih akan membantu memberikan kelembaban terhadap kulit yang kering. Selain itu, mengurangi terpapar polusi seperti mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker juga tak kalah penting," kata Amelia.
Amelia menegaskan pentingnya tidak mengabaikan gatal. Tanpa penanganan yang tepat, gatal dapat memburuk, mengganggu kualitas hidup, dan memperpanjang durasi pengobatan, bahkan menghambat aktivitas sehari-hari. Jika gatal tidak mereda dengan pengobatan awal, berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin sangat disarankan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.