5 Cara Menjaga Kesehatan Anak agar Tidak Mudah Sakit di Tengah Cuaca Tidak Menentu, Langsung dari Dokter Spesialis
Tidur yang cukup dapat menyiapkan tubuh anak menghadapi perubahan cuaca yang tidak menentu.
Meningkatkan daya tahan tubuh anak merupakan langkah penting untuk mencegah mereka dari berbagai penyakit. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memastikan anak mendapatkan tidur yang cukup.
Menurut dokter spesialis anak Mesty Ariotejdo, waktu tidur yang memadai sangat penting untuk melindungi anak dari influenza, terutama saat cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
"Banyak orang tua itu kurang menyadari pentingnya tidur anak yang cukup. Karena sebenarnya ini akan memengaruhi tidak hanya kesehatan dan pertumbuhan, tapi juga kecerdasan mereka," ungkap Mesty dalam acara online bersama Halodoc x Tentang Anak.
Tidur yang cukup dapat menyiapkan tubuh anak menghadapi perubahan cuaca yang tidak menentu. Untuk anak di bawah usia tujuh tahun, sebaiknya memenuhi durasi tidur sekitar 10 jam, yang mencakup tidur siang dan tidur malam.
Selain memastikan anak tidur cukup, ada beberapa langkah lain yang dapat diambil untuk memperkuat sistem imun anak dari berbagai penyakit. Salah satunya adalah vaksinasi lengkap. Melakukan vaksinasi sesuai dengan jadwal yang ditentukan adalah cara yang efektif untuk mencegah anak sakit.
Vaksinasi berfungsi untuk merangsang sistem kekebalan tubuh anak, sehingga mereka dapat membangun kekebalan terhadap penyakit tertentu. "Vaksin itu penting banget," tegas Mesty.
Selain itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga telah merekomendasikan daftar vaksin yang sesuai dengan usia anak, sehingga orang tua bisa memastikan anak mereka mendapatkan perlindungan yang optimal.
Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang dan Berbasis Whole Food
Bagi anak yang sudah mulai mengonsumsi makanan, penting untuk memastikan asupan gizi yang seimbang, kaya akan mikronutrisi dan makronutrisi. Mesty menyarankan agar orang tua memberikan whole food atau makanan utuh seperti buah-buahan, sayuran, dan sumber protein hewani. Makanan utuh merupakan pilihan yang alami dan minim proses, sehingga kandungan gizinya tetap terjaga dengan baik.
"Sebisa mungkin makan yang whole food. Makan karbohidrat, buah, sayur, protein hewani," pesan Mesty.
Selain itu, sebaiknya hindari makanan kemasan, terutama yang mengandung banyak gula dan MSG, karena dapat meningkatkan risiko peradangan di saluran pernapasan.
"Misalnya biasa makan biskuit atau makanan lain yang kalau dilihat itu bahannya banyak banget, itu sebisa mungkin dihindari atau dikurangi. Misalnya, tiap hari Sabtu aja ya," saran dokter yang juga merupakan ibu dari dua anak ini.
Cukupi Kebutuhan Air Putih
Kecukupan konsumsi air putih sangat krusial bagi anak dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Untuk anak yang berusia tiga tahun, kebutuhan air putih mencapai sekitar satu liter per hari, sementara anak di atas satu tahun memerlukan minimal 1,5 liter.
Dehidrasi dapat menyebabkan 'barrier' di saluran napas menjadi 'retak-retak', yang memudahkan kuman untuk masuk dan menyebabkan infeksi. Oleh karena itu, memastikan anak mendapatkan cukup air putih sepanjang hari adalah langkah sederhana namun sangat penting dalam menjaga sistem imun mereka.
Jauhi Asap Rokok
Mesty Ariotedjo dengan tegas menyerukan agar anak-anak tidak terpapar asap rokok di lingkungan keluarga mereka. Anak-anak yang dibesarkan di sekitar perokok memiliki kemungkinan tujuh kali lipat lebih besar untuk mengalami batuk pilek dan pneumonia. Asap rokok mengandung berbagai zat berbahaya yang dapat merusak saluran pernapasan anak.
"Anak yang tumbuh dengan perokok, tujuh kali lebih rentan mengalami batuk pilek dan pneumonia," ungkap Mesty.
Paparan asap rokok secara pasif dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh anak dan meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit. Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua dan anggota keluarga lainnya untuk menghindari merokok di dekat anak-anak atau di dalam rumah agar kesehatan mereka tetap terjaga.