Siapa Saja 9 Calon Lainnya? Wabup Lamongan Dirham Akbar Aksara Masuk Bursa Ketua DPC PDIP Lamongan
Wabup Lamongan Dirham Akbar Aksara menjadi salah satu dari sepuluh nama yang diusulkan sebagai calon Ketua DPC PDIP Lamongan. Siapa saja kandidat lainnya dan bagaimana proses seleksinya?
Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, kini menjadi sorotan setelah namanya masuk dalam bursa calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Lamongan. Ia bersaing dengan sembilan kandidat lainnya yang akan diajukan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
Proses penjaringan ini merupakan bagian dari konsolidasi organisasi PDI Perjuangan untuk menentukan kepemimpinan DPC di tingkat kabupaten. Sebanyak 27 Pengurus Anak Cabang (PAC) telah berpartisipasi dalam mengusulkan nama-nama potensial yang dianggap mampu memimpin partai.
Ketua DPC PDI Perjuangan Lamongan, Husen, mengonfirmasi bahwa dari seluruh usulan PAC, sepuluh nama kader telah muncul, termasuk Wabup Dirham. Semua nama ini merupakan hasil rapat di masing-masing wilayah PAC, menunjukkan dukungan dari akar rumput partai.
Proses Penjaringan dan Kandidat Potensial
Proses penjaringan calon Ketua DPC PDI Perjuangan Lamongan telah menghasilkan sepuluh nama yang dianggap layak untuk memimpin partai di tingkat kabupaten. Nama-nama ini diajukan ke DPP melalui Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Timur setelah melalui serangkaian mekanisme internal.
Selain Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara, sembilan calon lain yang diusulkan adalah Husen, Ning Darwati, Erna Sujarwati, Reso Supranoto, Darwoto, Supono, Metta Paramitha, Agus Sulistyo, dan Solikin. Dari daftar tersebut, sembilan calon telah mengikuti tahapan psikotes, sementara Solikin berhalangan hadir karena musibah keluarga.
Husen menjelaskan, “Dari seluruh usulan, muncul sepuluh nama kader termasuk Wabup Dirham. Semua nama itu merupakan hasil rapat PAC di masing-masing wilayah.” Pernyataan ini menegaskan bahwa setiap kandidat memiliki basis dukungan dari tingkat PAC.
Tahapan Seleksi Ketat Menuju Ketua DPC
Psikotes menjadi salah satu tahapan krusial dalam proses seleksi calon Ketua DPC PDI Perjuangan Lamongan. Tes ini dirancang untuk menilai potensi kepemimpinan, kemampuan manajerial, serta kepribadian dari para calon yang telah diusulkan. Hasil dari psikotes ini akan menjadi bahan pertimbangan penting bagi DPP dalam membuat keputusan.
Wakil Ketua DPRD Lamongan tersebut menambahkan, “Hasilnya nanti akan menjadi bahan pertimbangan DPP untuk menetapkan satu Ketua DPC bersama dua personalia lainnya.” Ini menunjukkan bahwa proses seleksi tidak hanya mencari ketua, tetapi juga membentuk struktur kepengurusan yang solid.
Tahapan berikutnya yang tidak kalah penting adalah uji kelayakan dan kepatutan, yang kemungkinan besar akan dilakukan langsung oleh DPP. Uji ini bertujuan untuk menilai komitmen dan kesungguhan para calon ketua dalam menjalankan tugas partai. Saat ini, DPC PDI Perjuangan Lamongan masih menunggu jadwal resmi dari DPP untuk pelaksanaan uji kelayakan tersebut.
Berdasarkan Peraturan Partai Nomor 1 Tahun 2025, hasil Kongres VI di Bali, struktur kepengurusan DPC yang akan diumumkan dalam Konfercab akan terdiri atas satu ketua dan dua personalia. Setelah itu, DPC akan menyusun kepengurusan lengkap sesuai dengan arahan dan pedoman dari DPP.
Sikap Wabup Dirham Akbar Aksara Terkait Pencalonan
Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara menunjukkan sikap profesionalisme dan kepatuhan terhadap mekanisme partai dalam menghadapi pencalonannya. Setelah menjalani psikotes, ia menegaskan keseriusannya dalam mengikuti setiap tahapan yang ditetapkan oleh partai.
Dirham menyatakan, “Setiap tahapan saya jalani dengan sungguh-sungguh. Apapun keputusan DPP harus dihormati.” Pernyataan ini menunjukkan komitmennya untuk mengikuti proses demokrasi internal partai tanpa intervensi.
Meski demikian, Dirham Akbar Aksara juga mengungkapkan pandangan pribadinya terkait ambisinya. Ia menambahkan, “Tetapi secara pribadi, saya tidak memiliki ambisi untuk menjadi Ketua DPC PDI Perjuangan Lamongan.” Hal ini mengindikasikan bahwa ia menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada mekanisme partai dan DPP.
Sumber: AntaraNews